Target Lulus
Info UTBKTerbit Terakhir diperbarui

Contoh Soal Trigonometri dan Pembahasannya: 22 Soal Bertahap

Contoh soal trigonometri ini disusun bertahap dari perbandingan sinus, kosinus, dan tangen pada segitiga siku siku, nilai sudut istimewa, tanda fungsi di tiap kuadran, identitas dasar, aturan sinus, aturan kosinus, luas segitiga, persamaan trigonometri sederhana, sampai soal cerita sudut elevasi. Ada 22 soal, semuanya lengkap dengan langkah hitung yang bisa kamu periksa ulang sendiri.

Contoh Soal Trigonometri dan Pembahasannya: 22 Soal Bertahap
Ilustrasi konsep, bukan foto dokumentasi peristiwa atau lokasi. Kredit: Redaksi Target Lulus.

Contoh soal trigonometri yang paling sering muncul di ujian seleksi sebenarnya berputar pada delapan hal saja: perbandingan pada segitiga siku siku, nilai sudut istimewa, tanda fungsi di tiap kuadran, sudut berelasi, identitas dasar, aturan sinus, aturan kosinus, dan luas segitiga. Halaman ini memuat kumpulan soal untuk kedelapan bagian itu, ditambah persamaan trigonometri sederhana dan soal cerita sudut elevasi. Setiap soal ditulis lengkap dengan langkah hitungnya supaya kamu bisa memeriksa sendiri di mana logikamu berbelok, bukan sekadar mencocokkan huruf jawaban.

Materi ini bukan topik pinggiran. Pada UTBK-SNBT, laman resmi SNPMB mencantumkan Pengetahuan Kuantitatif di dalam Tes Potensi Skolastik dan Penalaran Matematika di dalam Tes Literasi, dua bagian yang rutin menyelipkan hitungan segitiga dan sudut. Di jalur lain, Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen menempatkan Matematika sebagai salah satu mata pelajaran wajib pada Tes Kemampuan Akademik, bersama Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jadi kalau kamu sedang menyusun rencana belajar, trigonometri layak dapat porsi tetap, bukan cuma dibaca sehari sebelum ujian. Kamu bisa mencocokkan porsinya dengan peta materi UTBK yang sudah kami rinci terpisah.

Satu catatan teknis sebelum masuk: karena halaman ini tidak memakai gambar, setiap bangun geometri dijelaskan lewat nama titik sudut dan nama sisinya. Biasakan menggambar ulang di kertas coretanmu begitu membaca kalimat seperti "segitiga ABC siku siku di B". Kebiasaan ini yang membedakan orang yang selesai satu soal dalam empat puluh detik dengan yang tertahan dua menit.

Inti yang perlu kamu bawa: hampir semua soal trigonometri tingkat SMA bisa diselesaikan dengan tiga alat, yaitu perbandingan sisi pada segitiga siku siku, tabel sudut istimewa, dan pasangan aturan sinus serta aturan kosinus. Sisanya hanya soal memilih alat mana yang cocok dengan data yang diberikan soal.

Konsep Dasar Trigonometri yang Dipakai di Semua Soal

Trigonometri berangkat dari satu bangun sederhana: segitiga siku siku. Ambil segitiga ABC yang siku siku di titik B. Sisi AC yang berada di seberang sudut siku siku disebut sisi miring atau hipotenusa. Untuk sudut A, sisi BC adalah sisi depan karena ia berada tepat di seberang sudut A, sedangkan sisi AB adalah sisi samping karena ia mengapit sudut A bersama sisi miring. Perhatikan bahwa label "depan" dan "samping" berpindah kalau sudut acuannya berganti ke sudut C. Ini sumber kesalahan nomor satu bagi peserta ujian.

Modul resmi Direktorat Pembinaan SMA untuk Kelas X, yang arsipnya tersimpan di repositori Kemendikdasmen, menyebut materi ini dengan istilah rasio trigonometri dan meletakkannya sebagai pintu masuk sebelum siswa menyentuh aturan sinus maupun kosinus. Urutan itu masuk akal: kalau penentuan sisi depan dan sisi samping masih goyah, semua rumus turunannya ikut goyah.

PerbandinganRumus umumUntuk sudut A pada segitiga ABC siku siku di B
Sinus (sin)sisi depan dibagi sisi miringsin A = BC / AC
Kosinus (cos)sisi samping dibagi sisi miringcos A = AB / AC
Tangen (tan)sisi depan dibagi sisi sampingtan A = BC / AB
Kosekan (cosec)kebalikan sinuscosec A = AC / BC
Sekan (sec)kebalikan kosinussec A = AC / AB
Kotangen (cotan)kebalikan tangencotan A = AB / BC

Tiga baris pertama yang paling sering dipakai. Tiga baris terakhir biasanya muncul sebagai penyamaran, misalnya soal memberi nilai sec dan memintamu mencari cos. Begitu kamu ingat bahwa sec adalah kebalikan cos, soal seperti itu selesai dalam satu langkah.

Tabel Nilai Sudut Istimewa yang Wajib Kamu Hafal

Sudut istimewa adalah sudut yang nilai perbandingan trigonometrinya bisa dinyatakan secara eksak tanpa kalkulator. Karena ujian seleksi tidak mengizinkan alat hitung, praktis semua soal trigonometri di sana memakai sudut istimewa atau kelipatannya. Hafalkan tabel di bawah ini sampai kamu bisa menuliskannya ulang dalam sepuluh detik.

Fungsi0 derajat30 derajat45 derajat60 derajat90 derajat
sin01/2(1/2)√2(1/2)√31
cos1(1/2)√3(1/2)√21/20
tan0(1/3)√31√3tidak terdefinisi
Nilai desimal sin00,50,7070,8661
Nilai desimal tan00,57711,732tidak terdefinisi

Contoh soal 1. Hitung nilai dari 2 sin 30 derajat + 4 cos 60 derajat - 3 tan 45 derajat.

Pembahasan. Ambil nilainya dari tabel: sin 30 derajat = 1/2, cos 60 derajat = 1/2, dan tan 45 derajat = 1. Substitusi satu per satu. Suku pertama menjadi 2 dikali 1/2 sama dengan 1. Suku kedua menjadi 4 dikali 1/2 sama dengan 2. Suku ketiga menjadi 3 dikali 1 sama dengan 3. Jadi hasil akhirnya 1 + 2 - 3 = 0.

Contoh soal 2. Hitung nilai dari sin 60 derajat dikali cos 30 derajat ditambah cos 60 derajat dikali sin 30 derajat.

Pembahasan. Suku pertama: (1/2)√3 dikali (1/2)√3. Karena √3 dikali √3 sama dengan 3, hasilnya 3/4. Suku kedua: 1/2 dikali 1/2 sama dengan 1/4. Totalnya 3/4 + 1/4 = 1. Perhatikan pola bentuknya, karena bentuk itu persis rumus sin (60 derajat + 30 derajat) yang sama dengan sin 90 derajat, dan sin 90 derajat memang bernilai 1. Kalau kamu mengenali polanya, soal ini selesai tanpa hitungan sama sekali.

Cara cepat menghafal: tulis barisan 0, 1, 2, 3, 4 lalu akarkan dan bagi dua, sehingga menjadi 0, (1/2)√1, (1/2)√2, (1/2)√3, (1/2)√4. Itulah nilai sin untuk 0, 30, 45, 60, dan 90 derajat berturut turut, karena (1/2)√1 sama dengan 1/2 dan (1/2)√4 sama dengan 1. Untuk cos, baca barisan yang sama dari kanan ke kiri. Nilai tan tinggal dibagi, yaitu sin dibagi cos.

Contoh Soal Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku Siku

Contoh soal 3. Segitiga ABC siku siku di B. Panjang AB = 6 cm dan BC = 8 cm. Tentukan sin A, cos A, dan tan A.

Pembahasan. Karena sudut sikunya di B, sisi miringnya adalah AC. Cari dulu panjang AC dengan teorema Pythagoras: AC kuadrat sama dengan 6 kuadrat ditambah 8 kuadrat, yaitu 36 + 64 = 100, sehingga AC = 10 cm. Sekarang tetapkan posisi sisi terhadap sudut A. Sisi depan sudut A adalah BC = 8, sisi sampingnya AB = 6, dan sisi miringnya AC = 10. Maka sin A = 8/10 = 4/5, cos A = 6/10 = 3/5, dan tan A = 8/6 = 4/3. Uji kewajaran hasilnya: sin A dan cos A harus berada di antara 0 dan 1, dan keduanya memenuhi.

Contoh soal 4. Diketahui sin α = 5/13 dengan α sudut lancip. Tentukan cos α dan tan α.

Pembahasan. Bacaan 5/13 berarti sisi depan bernilai 5 dan sisi miring bernilai 13. Sisi samping dicari lewat Pythagoras: 13 kuadrat dikurangi 5 kuadrat sama dengan 169 - 25 = 144, sehingga sisi samping = 12. Karena α lancip, semua nilainya positif. Maka cos α = 12/13 dan tan α = 5/12. Tripel 5, 12, 13 ini termasuk pasangan Pythagoras istimewa yang disebut modul resmi Direktorat SMA bersama 3, 4, 5 dan 8, 15, 17. Menghafal beberapa tripel menghemat waktu hitung akar di ruang ujian.

Contoh soal 5. Segitiga PQR siku siku di Q, dengan PQ = 9 cm dan QR = 12 cm. Tentukan sin P, cos P, dan tan R.

Pembahasan. Sisi miringnya PR, dan panjangnya adalah akar dari 81 + 144 = 225, yaitu 15 cm. Untuk sudut P, sisi depannya QR = 12 dan sisi sampingnya PQ = 9, sehingga sin P = 12/15 = 4/5 dan cos P = 9/15 = 3/5. Untuk sudut R, giliran sisi PQ yang menjadi sisi depan dan QR menjadi sisi samping, sehingga tan R = 9/12 = 3/4. Inilah maksud peringatan tadi: label sisi berputar mengikuti sudut yang ditanya.

Kuadran dan Tanda Fungsi Trigonometri

Begitu sudut melewati 90 derajat, nilai perbandingan tidak lagi selalu positif. Bidang koordinat dibagi menjadi empat kuadran, dan e-Modul resmi Direktorat Pembinaan SMA merangkum aturannya begini: pada kuadran II sin dan cosec bernilai positif, pada kuadran III tan dan cotan bernilai positif, pada kuadran IV cos dan sec bernilai positif, selebihnya bernilai negatif. Pada kuadran I semuanya positif.

KuadranRentang sudutsincostanYang positif
I0 sampai 90 derajatpositifpositifpositifsemua
II90 sampai 180 derajatpositifnegatifnegatifsin dan cosec
III180 sampai 270 derajatnegatifnegatifpositiftan dan cotan
IV270 sampai 360 derajatnegatifpositifnegatifcos dan sec

Contoh soal 6. Diketahui cos β = -3/5 dan β berada di kuadran III. Tentukan sin β dan tan β.

Pembahasan. Pakai identitas sin kuadrat β ditambah cos kuadrat β sama dengan 1. Cos kuadrat β sama dengan 9/25, sehingga sin kuadrat β = 1 - 9/25 = 16/25. Akar dari 16/25 adalah 4/5, tetapi tandanya belum tentu positif. Di kuadran III sin bernilai negatif, jadi sin β = -4/5. Selanjutnya tan β = sin β dibagi cos β = (-4/5) dibagi (-3/5) = 4/3. Hasilnya positif, dan itu konsisten dengan tabel karena tan memang positif di kuadran III. Kebiasaan mengecek tanda hasil terhadap tabel kuadran menyelamatkan banyak jawaban.

Contoh Soal Sudut Berelasi di Luar Kuadran Pertama

Sudut berelasi memungkinkanmu menukar sudut besar menjadi sudut istimewa di kuadran I, lalu menempelkan tandanya sesuai kuadran asal. Modul Kelas XI terbitan Direktorat SMA membahas ini di bab sudut sudut berelasi, dengan fokus pada nilai sinus, kosinus, dan tangen yang saling bersesuaian di semua kuadran.

Contoh soal 7. Tentukan nilai sin 150 derajat, cos 225 derajat, dan tan 300 derajat.

Pembahasan. Untuk sin 150 derajat, tulis 150 sebagai 180 - 30. Sudut 150 derajat berada di kuadran II, dan di sana sin bernilai positif, sehingga sin 150 derajat sama dengan sin 30 derajat, yaitu 1/2. Untuk cos 225 derajat, tulis 225 sebagai 180 + 45. Sudut itu berada di kuadran III, dan di sana cos bernilai negatif, sehingga cos 225 derajat sama dengan negatif cos 45 derajat, yaitu -(1/2)√2. Untuk tan 300 derajat, tulis 300 sebagai 360 - 60. Sudut itu berada di kuadran IV, dan di sana tan bernilai negatif, sehingga tan 300 derajat sama dengan negatif tan 60 derajat, yaitu -√3.

Contoh soal 8. Hitung nilai dari cos 120 derajat ditambah sin 240 derajat.

Pembahasan. Sudut 120 derajat sama dengan 180 - 60 dan berada di kuadran II, tempat cos bernilai negatif, sehingga cos 120 derajat = -cos 60 derajat = -1/2. Sudut 240 derajat sama dengan 180 + 60 dan berada di kuadran III, tempat sin bernilai negatif, sehingga sin 240 derajat = -sin 60 derajat = -(1/2)√3. Jumlahkan keduanya dan kamu dapat -1/2 - (1/2)√3, atau bisa ditulis rapi sebagai -(1/2)(1 + √3). Nilai desimalnya sekitar -1,366.

Contoh Soal Identitas Trigonometri Dasar

Ada dua identitas yang menutup mayoritas soal penyederhanaan. Pertama, identitas Pythagoras: sin kuadrat x ditambah cos kuadrat x sama dengan 1. Kedua, identitas kuosien: tan x sama dengan sin x dibagi cos x. Dari keduanya lahir bentuk turunan seperti 1 - cos kuadrat x sama dengan sin kuadrat x, dan 1 - sin kuadrat x sama dengan cos kuadrat x.

Contoh soal 9. Sederhanakan bentuk (1 - cos kuadrat x) dibagi (sin x dikali cos x).

Pembahasan. Ganti pembilangnya memakai identitas Pythagoras, sehingga 1 - cos kuadrat x menjadi sin kuadrat x. Bentuknya kini sin kuadrat x dibagi (sin x dikali cos x). Coret satu faktor sin x di pembilang dan penyebut, tersisa sin x dibagi cos x. Itu tidak lain adalah tan x. Jadi hasil penyederhanaannya tan x, dengan syarat sin x dan cos x tidak bernilai nol.

Contoh soal 10. Diketahui tan θ = 3/4 dengan θ sudut lancip. Hitung nilai dari (sin θ + cos θ) dibagi (sin θ - cos θ).

Pembahasan. Dari tan θ = 3/4, sisi depan bernilai 3 dan sisi samping bernilai 4, sehingga sisi miringnya akar dari 9 + 16 = 25, yaitu 5. Karena θ lancip, sin θ = 3/5 dan cos θ = 4/5. Pembilangnya menjadi 3/5 + 4/5 = 7/5. Penyebutnya menjadi 3/5 - 4/5 = -1/5. Bagi keduanya: (7/5) dibagi (-1/5) sama dengan 7 dibagi -1, yaitu -7. Tanda negatif di sini wajar karena cos θ lebih besar daripada sin θ saat sudutnya lebih kecil dari 45 derajat.

Contoh Soal Aturan Sinus

Aturan sinus berbunyi: a dibagi sin A sama dengan b dibagi sin B sama dengan c dibagi sin C, dengan a, b, dan c berturut turut adalah sisi di depan sudut A, B, dan C. Pakai aturan ini ketika soal memberi dua sudut dan satu sisi, atau dua sisi dan satu sudut yang berada tepat di depan salah satu sisi itu.

Contoh soal 11. Pada segitiga ABC diketahui sudut A = 30 derajat, sudut B = 45 derajat, dan panjang sisi a = 10 cm. Tentukan panjang sisi b.

Pembahasan. Susun perbandingannya: 10 dibagi sin 30 derajat sama dengan b dibagi sin 45 derajat. Karena sin 30 derajat = 1/2, ruas kiri menjadi 10 dibagi 1/2, yaitu 20. Maka b sama dengan 20 dikali sin 45 derajat, yaitu 20 dikali (1/2)√2 sama dengan 10√2 cm. Nilai desimalnya sekitar 14,14 cm. Cek kewajaran: sudut B lebih besar daripada sudut A, jadi sisi b memang harus lebih panjang daripada sisi a, dan hasilnya konsisten.

Contoh soal 12. Pada segitiga ABC diketahui sudut A = 45 derajat, sudut C = 60 derajat, dan panjang sisi a = 6 cm. Tentukan panjang sisi c.

Pembahasan. Tulis 6 dibagi sin 45 derajat sama dengan c dibagi sin 60 derajat. Pindahkan menjadi c sama dengan 6 dikali sin 60 derajat dibagi sin 45 derajat. Masukkan nilainya: 6 dikali (1/2)√3 dibagi (1/2)√2. Faktor 1/2 di pembilang dan penyebut saling menghapus, tersisa 6 dikali √3 dibagi √2. Rasionalkan penyebutnya dengan mengalikan √2 di atas dan bawah, sehingga menjadi 6 dikali √6 dibagi 2, yaitu 3√6 cm. Nilai desimalnya sekitar 7,35 cm.

Contoh Soal Aturan Kosinus

Aturan kosinus dipakai saat aturan sinus tidak bisa jalan, yaitu ketika soal memberi dua sisi beserta sudut apitnya, atau memberi ketiga sisi lalu meminta besar sudutnya. Bentuk bakunya: a kuadrat sama dengan b kuadrat ditambah c kuadrat dikurangi 2bc cos A. Modul Matematika Umum Kelas X KD 3.9 terbitan Direktorat SMA membahas aturan sinus dan kosinus dalam satu paket, dengan alokasi dua kegiatan pembelajaran masing masing 90 menit.

Contoh soal 13. Pada segitiga ABC diketahui AC = 5 cm, AB = 8 cm, dan sudut A = 60 derajat. Tentukan panjang BC.

Pembahasan. Sisi yang ditanya, yaitu BC, berada di depan sudut A, jadi ia berperan sebagai a. Sisi b sama dengan AC = 5 dan sisi c sama dengan AB = 8. Hitung a kuadrat sama dengan 25 + 64 dikurangi 2 dikali 5 dikali 8 dikali cos 60 derajat. Karena cos 60 derajat = 1/2, suku terakhir menjadi 80 dikali 1/2 = 40. Jadi a kuadrat sama dengan 89 - 40 = 49, dan a = 7 cm.

Contoh soal 14. Dua sisi sebuah segitiga panjangnya 4 cm dan 6 cm, dengan sudut apit 120 derajat. Tentukan panjang sisi ketiganya.

Pembahasan. Karena sudutnya tumpul, nilai cos 120 derajat negatif, yaitu -1/2. Hitung sisi ketiga kuadrat sama dengan 16 + 36 dikurangi 2 dikali 4 dikali 6 dikali (-1/2). Perhatikan tanda ganda di sini: mengurangi bilangan negatif berarti menambah. Suku terakhir menjadi 48 dikali (-1/2) = -24, dan -(-24) sama dengan +24. Jadi sisi ketiga kuadrat sama dengan 52 + 24 = 76. Akar dari 76 disederhanakan menjadi akar dari 4 dikali 19, yaitu 2√19 cm, atau sekitar 8,72 cm. Banyak jawaban meleset di sini karena tanda negatif cos 120 derajat terlanjur diabaikan.

Contoh soal 15. Sebuah segitiga memiliki panjang sisi 5 cm, 7 cm, dan 8 cm. Tentukan besar sudut yang berhadapan dengan sisi 7 cm.

Pembahasan. Susun ulang aturan kosinus menjadi bentuk pencarian sudut. Sudut yang dicari menghadap sisi 7, sehingga cos sudut itu sama dengan (5 kuadrat ditambah 8 kuadrat dikurangi 7 kuadrat) dibagi (2 dikali 5 dikali 8). Pembilangnya 25 + 64 - 49 = 40 dan penyebutnya 80, sehingga cos sudut itu sama dengan 40/80 = 1/2. Sudut yang kosinusnya 1/2 adalah 60 derajat.

Contoh Soal Luas Segitiga dengan Rumus Trigonometri

Kalau kamu tahu dua sisi dan sudut apitnya, luas segitiga bisa langsung dihitung tanpa mencari tinggi. Rumusnya: luas sama dengan setengah dikali hasil kali dua sisi dikali sinus sudut apitnya. Materi ini satu paket dengan aturan sinus dan kosinus di modul resmi Kelas X.

Contoh soal 16. Segitiga PQR memiliki PQ = 10 cm, PR = 12 cm, dan sudut P = 30 derajat. Hitung luasnya.

Pembahasan. Sudut P diapit oleh sisi PQ dan PR, jadi rumusnya bisa langsung dipakai. Luas sama dengan setengah dikali 10 dikali 12 dikali sin 30 derajat. Setengah dikali 10 dikali 12 sama dengan 60, lalu 60 dikali 1/2 sama dengan 30. Jadi luasnya 30 sentimeter persegi.

Contoh soal 17. Dua sisi segitiga panjangnya 6 cm dan 10 cm dengan sudut apit 120 derajat. Hitung luasnya.

Pembahasan. Nilai sin 120 derajat sama dengan sin 60 derajat karena 120 derajat ada di kuadran II tempat sin bernilai positif, sehingga sin 120 derajat = (1/2)√3. Luas sama dengan setengah dikali 6 dikali 10 dikali (1/2)√3. Setengah dikali 6 dikali 10 sama dengan 30, lalu 30 dikali (1/2)√3 sama dengan 15√3. Jadi luasnya 15√3 sentimeter persegi, atau sekitar 25,98 sentimeter persegi. Bandingkan dengan soal sebelumnya: meski sudutnya tumpul, luasnya tetap positif karena sinus di kuadran II bernilai positif.

Contoh Soal Persamaan Trigonometri Sederhana

Persamaan trigonometri meminta kamu mencari semua sudut dalam rentang tertentu yang memenuhi persamaan. Kuncinya dua: temukan sudut acuan di kuadran I, lalu daftar semua kuadran tempat fungsi itu bertanda sama dengan ruas kanan. Modul Kelas XI menyebut prasyarat materi ini adalah nilai perbandingan sudut istimewa, nilai di empat kuadran, dan penyelesaian persamaan kuadrat.

Contoh soal 18. Tentukan himpunan penyelesaian sin x = 1/2 untuk 0 derajat sampai 360 derajat.

Pembahasan. Sudut acuannya 30 derajat karena sin 30 derajat = 1/2. Nilai sin positif di kuadran I dan kuadran II. Di kuadran I sudutnya 30 derajat. Di kuadran II sudutnya 180 - 30 = 150 derajat. Jadi himpunan penyelesaiannya 30 derajat dan 150 derajat.

Contoh soal 19. Tentukan himpunan penyelesaian 2 cos x - 1 = 0 untuk 0 derajat sampai 360 derajat.

Pembahasan. Ubah dulu menjadi cos x = 1/2. Sudut acuannya 60 derajat. Nilai cos positif di kuadran I dan kuadran IV. Di kuadran I sudutnya 60 derajat, dan di kuadran IV sudutnya 360 - 60 = 300 derajat. Himpunan penyelesaiannya 60 derajat dan 300 derajat.

Contoh soal 20. Tentukan himpunan penyelesaian 2 sin kuadrat x - sin x - 1 = 0 untuk 0 derajat sampai 360 derajat.

Pembahasan. Misalkan p sama dengan sin x, sehingga persamaannya menjadi 2p kuadrat - p - 1 = 0. Faktorkan menjadi (2p + 1)(p - 1) = 0, dan kamu bisa mengeceknya dengan menguraikan kembali: 2p kuadrat - 2p + p - 1 sama dengan 2p kuadrat - p - 1. Berarti p = -1/2 atau p = 1. Untuk sin x = 1, satu satunya sudut dalam rentang itu adalah 90 derajat. Untuk sin x = -1/2, sudut acuannya 30 derajat dan sin bernilai negatif di kuadran III serta IV, sehingga sudutnya 180 + 30 = 210 derajat dan 360 - 30 = 330 derajat. Himpunan penyelesaiannya 90 derajat, 210 derajat, dan 330 derajat.

Contoh Soal Cerita: Sudut Elevasi dan Jarak Antar Titik

Soal cerita adalah bentuk yang paling sering muncul di subtes penalaran, karena ia menguji kemampuan menerjemahkan kalimat menjadi segitiga. Sudut elevasi adalah sudut yang dibentuk garis pandang ke atas terhadap garis horizontal, sedangkan sudut depresi adalah kebalikannya, yaitu garis pandang ke bawah.

Contoh soal 21. Seorang siswa berdiri 24 meter dari kaki sebuah menara. Tinggi matanya 1,5 meter dari tanah. Sudut elevasi dari matanya ke puncak menara adalah 30 derajat. Berapa tinggi menara tersebut?

Pembahasan. Bayangkan segitiga siku siku dengan titik sudut di mata siswa, satu titik di dinding menara sejajar tinggi mata, dan satu titik di puncak menara. Sisi mendatarnya 24 meter, dan sisi tegaknya adalah selisih tinggi menara dengan tinggi mata. Sebut selisih itu h. Karena sudut elevasinya 30 derajat, berlaku tan 30 derajat sama dengan h dibagi 24, sehingga h sama dengan 24 dikali (1/3)√3 = 8√3 meter, atau sekitar 13,86 meter. Tinggi menara adalah h ditambah tinggi mata, yaitu 13,86 + 1,5 = 15,36 meter. Jangan lupa menambahkan tinggi mata, karena bagian inilah yang paling sering terlewat.

Contoh soal 22. Dari sebuah titik A, dua jalan lurus berangkat membentuk sudut 60 derajat. Mobil pertama menempuh 30 km di jalan satu dan berhenti di titik P. Mobil kedua menempuh 50 km di jalan lain dan berhenti di titik Q. Berapa jarak lurus P ke Q?

Pembahasan. Data yang diberikan adalah dua sisi beserta sudut apitnya, jadi pakai aturan kosinus. Hitung PQ kuadrat sama dengan 30 kuadrat ditambah 50 kuadrat dikurangi 2 dikali 30 dikali 50 dikali cos 60 derajat. Pecah satu per satu: 900 + 2500 = 3400, lalu 2 dikali 30 dikali 50 = 3000, dan 3000 dikali 1/2 = 1500. Jadi PQ kuadrat sama dengan 3400 - 1500 = 1900. Sederhanakan akarnya: 1900 sama dengan 100 dikali 19, sehingga PQ = 10√19 km, atau sekitar 43,59 km. Perhatikan bahwa jawabannya berbentuk akar, dan bentuk akar seperti ini biasanya dibiarkan apa adanya di pilihan jawaban.

Kesalahan yang Sering Bikin Jawaban Meleset dan Cara Latihannya

Setelah menelusuri dua puluh dua soal di atas, pola kesalahannya cukup berulang. Pertama, salah menetapkan sisi depan dan sisi samping karena sudut acuannya berpindah. Kedua, lupa memberi tanda negatif pada fungsi yang berada di kuadran II, III, atau IV. Ketiga, keliru menangani tanda ganda pada aturan kosinus saat sudut apitnya tumpul. Keempat, menyederhanakan akar setengah jalan, misalnya berhenti di akar 76 padahal jawabannya ditulis 2√19 di pilihan. Kelima, pada soal cerita, lupa menambahkan tinggi pengamat atau tinggi tiang penyangga.

Data yang diberikan soalAlat yang dipakaiBentuk rumusnya
Segitiga siku siku, dua sisi diketahuiPerbandingan dasar dan Pythagorassin = depan/miring, cos = samping/miring, tan = depan/samping
Satu nilai fungsi dan kuadrannyaIdentitas Pythagorassin kuadrat x + cos kuadrat x = 1
Dua sudut dan satu sisiAturan sinusa/sin A = b/sin B = c/sin C
Dua sisi dan sudut apitnyaAturan kosinusa kuadrat = b kuadrat + c kuadrat - 2bc cos A
Ketiga sisi diketahui, sudut ditanyaAturan kosinus bentuk terbalikcos A = (b kuadrat + c kuadrat - a kuadrat) / 2bc
Dua sisi dan sudut apit, luas ditanyaRumus luas trigonometriL = 1/2 x a x b x sin C

Cara berlatihnya sederhana tapi menuntut disiplin. Kerjakan sepuluh soal sehari dengan timer lima menit per soal, lalu catat jenis kesalahannya, bukan cuma benar atau salahnya. Setelah dua minggu, kamu akan melihat bahwa kesalahanmu menumpuk di satu atau dua kategori saja, dan di situlah latihan berikutnya perlu difokuskan. Kalau ingin variasi soal yang lebih banyak, kamu bisa menyisir kumpulan soal UTBK dan contoh soal lintas materi, atau menguji ketahanan waktumu lewat try out UTBK yang formatnya menyerupai ujian sebenarnya.

Di Target Lulus, soal soal seperti di atas tersedia di bank soal dengan pembahasan langkah demi langkah, dan bisa kamu kerjakan dalam mode tryout berbatas waktu supaya terbiasa dengan tekanan jam ujian. Kalau jalur yang kamu incar melibatkan tes berbasis mata pelajaran, ada baiknya kamu juga membaca penjelasan tentang ujian TKA karena Matematika termasuk mata pelajaran wajib di sana.

Patokan waktu belajar: modul resmi Matematika Umum Kelas X KD 3.9 terbitan Direktorat SMA mengalokasikan dua kegiatan pembelajaran, masing masing 90 menit, hanya untuk aturan sinus, aturan kosinus, dan luas segitiga. Artinya tiga rumus itu saja butuh sekitar tiga jam belajar terbimbing. Kalau kamu menargetkan menguasai seluruh bab trigonometri dasar, siapkan sekitar delapan sampai sepuluh sesi belajar terfokus, bukan satu malam sebelum ujian.

Terakhir, jangan menghafal jawaban soal. Hafalkan tabel sudut istimewa dan tabel tanda kuadran, lalu biasakan menuliskan langkah hitung secara utuh. Dua tabel itu adalah modal yang tidak berubah dari tahun ke tahun, sedangkan bentuk soalnya akan selalu berganti kemasan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa saja contoh soal trigonometri yang paling sering muncul di ujian seleksi?

Soal yang paling sering muncul adalah perbandingan sinus, kosinus, dan tangen pada segitiga siku siku, penghitungan nilai sudut istimewa, penentuan tanda fungsi di tiap kuadran, aturan sinus, aturan kosinus, luas segitiga, serta soal cerita sudut elevasi. Persamaan trigonometri sederhana juga muncul, biasanya dalam bentuk yang bisa difaktorkan menjadi persamaan kuadrat. Menguasai delapan kelompok itu sudah menutup sebagian besar variasi soal tingkat SMA.

Bagaimana cara cepat menghafal nilai sudut istimewa?

Tulis barisan 0, 1, 2, 3, 4, lalu akarkan tiap bilangan dan bagi hasilnya dengan dua. Barisan itu menghasilkan nilai sinus untuk 0, 30, 45, 60, dan 90 derajat secara berurutan, karena setengah akar 1 sama dengan setengah dan setengah akar 4 sama dengan satu. Untuk kosinus, baca barisan yang sama dari arah sebaliknya, sedangkan nilai tangen tinggal dihitung dengan membagi sinus oleh kosinus.

Kapan harus memakai aturan sinus dan kapan memakai aturan kosinus?

Gunakan aturan sinus jika soal memberi dua sudut dan satu sisi, atau dua sisi dengan satu sudut yang berada tepat di depan salah satu sisi tersebut. Gunakan aturan kosinus jika soal memberi dua sisi beserta sudut apitnya, atau memberi ketiga sisi lalu menanyakan besar salah satu sudutnya. Kalau data yang tersedia tidak memuat pasangan sisi dan sudut yang saling berhadapan, aturan sinus tidak bisa dipakai.

Kenapa jawaban soal aturan kosinus sering berbentuk akar?

Karena aturan kosinus menghasilkan kuadrat panjang sisi, dan bilangan hasilnya jarang berupa kuadrat sempurna. Contohnya dua sisi 4 cm dan 6 cm dengan sudut apit 120 derajat menghasilkan kuadrat sisi ketiga sama dengan 76, sehingga panjang sisinya 2 akar 19 cm atau sekitar 8,72 cm. Sederhanakan akarnya sampai bentuk paling ringkas, karena pilihan jawaban umumnya ditulis dalam bentuk itu.

Bagaimana menentukan tanda positif atau negatif nilai trigonometri?

Lihat kuadran tempat sudut itu berada. Di kuadran I semua fungsi bernilai positif, di kuadran II hanya sinus dan kosekan yang positif, di kuadran III hanya tangen dan kotangen yang positif, dan di kuadran IV hanya kosinus dan sekan yang positif. Setelah menghitung nilainya, cocokkan tanda hasil dengan tabel kuadran sebagai pemeriksaan akhir sebelum menuliskan jawaban.

Apakah trigonometri diujikan di UTBK?

Laman resmi SNPMB mencantumkan Pengetahuan Kuantitatif sebagai bagian Tes Potensi Skolastik dan Penalaran Matematika sebagai bagian Tes Literasi pada UTBK-SNBT. Kedua bagian itu memuat soal hitungan yang bisa melibatkan segitiga, sudut, dan perbandingan trigonometri. Karena itu materi trigonometri layak masuk jadwal belajarmu meski namanya tidak muncul sebagai subtes tersendiri.

Berapa lama waktu yang wajar untuk menguasai bab trigonometri dasar?

Modul resmi Matematika Umum Kelas X KD 3.9 terbitan Direktorat SMA mengalokasikan dua kegiatan pembelajaran, masing masing 90 menit, hanya untuk aturan sinus, aturan kosinus, dan luas segitiga. Kalau seluruh bab trigonometri dasar dihitung, siapkan sekitar delapan sampai sepuluh sesi belajar terfokus. Tambahkan latihan soal harian dengan timer supaya kecepatan mengerjakan ikut terlatih.

Apa kesalahan paling sering saat mengerjakan soal cerita sudut elevasi?

Kesalahan paling sering adalah lupa menambahkan tinggi pengamat atau tinggi alat ukur ke hasil hitungan. Rumus tangen hanya memberi selisih tinggi antara puncak objek dan posisi mata pengamat, bukan tinggi total objek. Kesalahan kedua adalah tertukar antara sisi depan dan sisi samping ketika menggambar ulang situasi soal di kertas coretan.

Ditulis oleh

Tim Redaksi Target Lulus

Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.

Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.

Diawasi oleh Ahmad Thariq Syauqi, penanggung jawab redaksi Target Lulus. Profil dan kredensial lengkap ada di halaman Tentang.