Target Lulus
Info UTBKTerbit Terakhir diperbarui

Contoh Soal ANBK Literasi dan Numerasi Lengkap dengan Pembahasan

ANBK adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer yang memotret mutu sekolah, bukan ujian masuk PTN dan bukan penentu kelulusan. Artikel ini memuat 13 contoh soal ANBK untuk jenjang SD, SMP, dan SMA pada komponen literasi membaca dan numerasi, semuanya disertai pembahasan langkah demi langkah, ditambah tabel struktur resmi per jenjang, lima bentuk soal, serta contoh pernyataan Survei Karakter.

Contoh Soal ANBK Literasi dan Numerasi Lengkap dengan Pembahasan
Ilustrasi konsep, bukan foto dokumentasi peristiwa atau lokasi. Kredit: Redaksi Target Lulus.

Contoh soal ANBK yang benar-benar berguna selalu punya satu ciri: ada teks atau situasi nyata dulu, baru pertanyaan yang menuntut kamu bernalar. ANBK adalah singkatan dari Asesmen Nasional Berbasis Komputer, dan ini bukan ujian masuk perguruan tinggi. Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah, yang dijalankan Pusat Asesmen Pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Di halaman ini kamu akan menemukan 13 contoh soal ANBK untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, lengkap dengan pembahasan langkah demi langkah, plus struktur resmi asesmennya supaya latihanmu tidak salah sasaran.

ANBK Adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer, Bukan Ujian Masuk PTN

Banyak siswa mencari contoh soal ANBK sambil mengira asesmen ini menentukan nasib mereka. Faktanya tidak. Laman resmi Asesmen Nasional milik Pusat Asesmen Pendidikan menjawabnya dengan tegas: Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan, diberikan kepada murid bukan di akhir jenjang satuan pendidikan, dan hasilnya tidak akan memuat skor atau nilai peserta didik secara individual. Penilaian untuk kelulusan tetap menjadi kewenangan pendidik dan satuan pendidikan.

Tiga instrumen Asesmen Nasional: Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar, disertai peserta yaitu sebagian murid kelas V, VIII, dan XI serta guru dan kepala sekolah, dan catatan bahwa ANBK tidak menentukan kelulusan
Dari tiga instrumen Asesmen Nasional, hanya AKM yang berbentuk soal. Hasilnya memotret mutu sekolah, tidak menentukan kelulusan, dan tidak memuat nilai individu.Diagram: Redaksi Target Lulus, berdasarkan laman Asesmen Nasional Pusmendik.

Yang dipotret ANBK adalah mutu sekolahnya, bukan peringkat muridnya. Karena itu pesertanya pun hanya sebagian murid. Di tiap satuan pendidikan, Asesmen Nasional diikuti oleh sebagian peserta didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah. Selain murid, guru dan kepala sekolah juga ikut mengisi instrumen. Untuk program kesetaraan (Paket A, B, dan C), pesertanya adalah seluruh warga belajar yang berada pada tahap akhir program belajarnya, dan hasilnya sekaligus dipakai sebagai rapor PKBM.

Asesmen Nasional terdiri atas tiga instrumen. Pertama, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika atau numerasi. Kedua, Survei Karakter yang mengukur sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaan yang mencerminkan karakter murid. Ketiga, Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas aspek input dan proses belajar mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan. Bagian yang benar-benar berbentuk soal, dan karena itu bisa kamu latih, adalah AKM.

Intinya: ANBK tidak menentukan kelulusan dan tidak menghasilkan nilai individu. Berlatih contoh soal ANBK tetap berguna karena kemampuan yang diuji (memahami bacaan panjang dan bernalar dengan angka) adalah kemampuan yang sama yang nanti dipakai di ujian sekolah, seleksi masuk PTN, sampai tes kerja.

Beda ANBK dan UTBK yang Sering Bikin Salah Paham

Dua istilah ini kerap tertukar karena sama-sama ujian berbasis komputer dan sama-sama menguji penalaran. Padahal penyelenggara, peserta, dan akibatnya berbeda jauh. ANBK diselenggarakan Kemendikdasmen untuk mengevaluasi sistem pendidikan. UTBK diselenggarakan panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) sebagai bagian dari seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Kalau kamu sedang menyiapkan seleksi kampus, yang kamu butuhkan adalah materi UTBK, bukan AKM.

AspekANBK (Asesmen Nasional)UTBK-SNBT
PenyelenggaraPusat Asesmen Pendidikan, BSKAP, KemendikdasmenPanitia SNPMB
PesertaSebagian murid kelas V, VIII, dan XI yang dipilih acak, ditambah guru dan kepala sekolahCalon mahasiswa yang mendaftar sendiri
TujuanMemotret mutu satuan pendidikan dan sistem pendidikanMenyeleksi calon mahasiswa baru perguruan tinggi negeri
Hasil per individuTidak ada skor atau nilai peserta didik secara individualAda skor individu yang dipakai untuk seleksi
Pengaruh ke kelulusanTidak menentukan kelulusanMenentukan diterima atau tidaknya di PTN pilihan
Yang diukurLiterasi membaca, numerasi, survei karakter, survei lingkungan belajarMengacu pada kerangka acuan UTBK yang ditetapkan panitia SNPMB

Kalau kamu masih bingung membedakan jalur seleksi kampus, baca dulu penjelasan SNBT dan rangkuman jadwal UTBK supaya tidak tertukar dengan agenda ANBK di sekolahmu.

Struktur ANBK per Jenjang: Peserta, Jumlah Soal, dan Durasinya

Sebelum mengerjakan contoh soal ANBK, kenali dulu bentuk aslinya. Menurut laman resmi AKM Pusat Asesmen Pendidikan, murid kelas V mengerjakan 30 soal untuk masing-masing literasi membaca dan literasi matematika (numerasi), sedangkan murid kelas VIII dan XI mengerjakan 36 soal. Jadi total soal yang dihadapi murid SD adalah 60 butir yang dibagi ke dua hari, dan murid SMP serta SMA menghadapi 72 butir.

Tabel dua hari ANBK per jenjang: kelas V 30 soal per komponen dengan literasi 75 menit dan numerasi 75 menit, kelas VIII dan XI 36 soal dengan literasi 90 menit dan numerasi 90 menit, ditambah durasi survei dan latihan
Hari pertama literasi membaca dan Survei Karakter, hari kedua numerasi dan Survei Lingkungan Belajar. Rata-rata waktunya sama, sekitar 2,5 menit per soal di semua jenjang.Diagram: Redaksi Target Lulus, berdasarkan Surat BSKAP 1249/H.H4/SK.02.02/2025 dan laman AKM Pusmendik.

Alokasi waktunya diatur lewat surat resmi Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) yang diterbitkan setiap tahun. Pada surat jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional yang dipublikasikan Pusmendik, pembagian waktunya seperti tabel berikut. Pelaksanaannya dibagi dua hari: hari pertama literasi membaca dan Survei Karakter, hari kedua numerasi dan Survei Lingkungan Belajar.

JenjangKelas pesertaSoal AKM per komponenLatihanLiterasi membacaSurvei KarakterNumerasiSurvei Lingkungan Belajar
SD, MI, SDLB, dan sederajatKelas V30 soal15 menit75 menit30 menit75 menit40 menit
SMP, MTs, SMPLB, dan sederajatKelas VIII36 soal10 menit90 menit30 menit90 menit30 menit
SMA, MA, SMK, MAK, SMALB, dan sederajatKelas XI36 soal10 menit90 menit30 menit90 menit30 menit

Tanggal pelaksanaan dan rincian sesi ditetapkan ulang lewat surat resmi setiap tahun, dan urutan jenjangnya biasanya SMA serta SMK lebih dulu, disusul SMP, lalu SD dalam beberapa tahap. Karena itu jangan mengandalkan tanggal yang beredar di media sosial. Cek laman anbk.kemendikdasmen.go.id atau pengumuman dari sekolahmu. Moda pelaksanaannya berbasis komputer, daring atau semi daring, dan sekolah boleh menyelenggarakan secara mandiri atau menumpang di sekolah lain dengan berbagi sarana prasarana.

Hitung kasar untuk mengatur ritme: murid kelas V punya 75 menit untuk 30 soal literasi, jadi rata-rata 2,5 menit per soal. Murid kelas VIII dan XI punya 90 menit untuk 36 soal, jadi rata-rata 2,5 menit per soal juga. Angka ini bukan aturan resmi, hanya patokan latihan supaya kamu tidak terjebak lama di satu nomor.

Lima Bentuk Soal ANBK yang Perlu Kamu Kenali

Kesalahan paling sering saat berlatih adalah menganggap semua soal ANBK berbentuk pilihan ganda empat opsi. Laman resmi Asesmen Nasional menyebut bentuk soalnya ada lima: pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. Kalau kamu hanya berlatih pilihan ganda, kamu akan kaget saat menemui pilihan ganda kompleks yang menuntut semua pernyataan dinilai benar atau salah.

Bentuk soalCara menjawabYang perlu diwaspadai
Pilihan gandaMemilih satu jawaban benar dari beberapa opsiPengecoh sering berupa informasi yang memang ada di teks tapi tidak menjawab pertanyaan
Pilihan ganda kompleksMenilai beberapa pernyataan sekaligus, misalnya benar atau salah, atau memilih lebih dari satu opsiSatu pernyataan salah bisa memengaruhi skor keseluruhan butir
MenjodohkanMemasangkan item di kolom kiri dengan pasangannya di kolom kananSering disediakan pilihan lebih banyak daripada pasangan yang dibutuhkan
Isian singkatMengetik jawaban pendek berupa angka, kata, atau frasaFormat penulisan angka dan satuan harus sesuai perintah soal
UraianMenuliskan jawaban dan alasannya dalam beberapa kalimatJawaban benar tanpa alasan biasanya belum memperoleh skor penuh

Konten, Konteks, dan Level Kognitif AKM

Supaya latihanmu terarah, kenali peta AKM. Konten literasi membaca terdiri dari teks fiksi dan teks informasi. Konten literasi matematika atau numerasi terdiri dari domain Bilangan, Geometri dan Pengukuran, Data dan Ketidakpastian, serta Aljabar. Konteks yang dipakai ada tiga: personal, sosial budaya, dan saintifik. Level kognitifnya juga ditetapkan resmi.

Peta AKM berisi konten dan level kognitif literasi membaca serta numerasi, tiga konteks personal, sosial budaya, dan saintifik, serta tangga level pembelajaran 1 sampai 6 dengan level 3, 4, dan 6 disorot untuk peserta kelas V, VIII, dan XI
AKM disusun per level pembelajaran. Peserta kelas V mengerjakan soal level 3, kelas VIII level 4, dan kelas XI level 6.Diagram: Redaksi Target Lulus, berdasarkan laman AKM Pusmendik.
Komponen AKMKontenKonteksLevel kognitif
Literasi membacaTeks fiksi dan teks informasiPersonal, sosial budaya, saintifikMenemukan informasi; menafsirkan dan mengintegrasikan; mengevaluasi dan merefleksi
Numerasi (literasi matematika)Bilangan; Geometri dan Pengukuran; Data dan Ketidakpastian; AljabarPersonal, sosial budaya, saintifikPemahaman; penerapan; penalaran

AKM juga disusun berdasarkan level pembelajaran, bukan per kelas. Level 1 untuk kelas 1 dan 2, level 2 untuk kelas 3 dan 4, level 3 untuk kelas 5 dan 6, level 4 untuk kelas 7 dan 8, level 5 untuk kelas 9 dan 10, serta level 6 untuk kelas 11 dan 12. Karena itu soal untuk peserta kelas V berada di level 3, peserta kelas VIII di level 4, dan peserta kelas XI di level 6.

Contoh Soal ANBK Literasi Membaca Jenjang SD

Tiga soal berikut memakai level 3 (kelas 5 dan 6). Bacalah teksnya sampai selesai sebelum melihat pertanyaannya.

Teks 1 (teks informasi, konteks sosial budaya)

Bank Sampah Melati berdiri di RW 04 Kelurahan Sukamaju pada Maret 2019. Warga menabung sampah kering seperti botol plastik, kardus, dan kaleng. Setiap Sabtu pagi pukul 07.00 sampai 10.00, petugas menimbang sampah yang disetor warga. Hasil timbangan dicatat di buku tabungan masing-masing nasabah. Uang tabungan baru boleh dicairkan dua kali setahun, yaitu menjelang Idulfitri dan menjelang tahun ajaran baru. Pada 2023, Bank Sampah Melati memiliki 148 nasabah dan berhasil mengumpulkan 6.240 kilogram sampah kering.

Soal 1 (pilihan ganda, level menemukan informasi)

Kapan warga Bank Sampah Melati dapat mencairkan uang tabungan sampahnya?

A. Setiap Sabtu pagi pukul 07.00 sampai 10.00
B. Setiap akhir bulan setelah sampah ditimbang
C. Dua kali setahun, menjelang Idulfitri dan menjelang tahun ajaran baru
D. Satu kali setahun pada bulan Maret

Jawaban: C

Pembahasan langkah demi langkah. Langkah 1, tandai kata kunci pertanyaan, yaitu "mencairkan uang tabungan". Langkah 2, cari kalimat di teks yang memuat kata itu. Kalimatnya adalah "Uang tabungan baru boleh dicairkan dua kali setahun, yaitu menjelang Idulfitri dan menjelang tahun ajaran baru". Langkah 3, cocokkan dengan opsi. Opsi C persis sama dengan kalimat tersebut. Langkah 4, periksa kenapa opsi lain salah. Opsi A adalah jadwal penimbangan sampah, bukan pencairan uang. Opsi B tidak pernah disebut di teks. Opsi D memakai bulan Maret yang di teks adalah bulan berdirinya bank sampah, bukan jadwal pencairan. Inilah pola pengecoh khas AKM: informasinya ada di teks, tetapi tidak menjawab pertanyaan.

Soal 2 (pilihan ganda kompleks, level menafsirkan dan mengintegrasikan)

Berdasarkan Teks 1, tentukan setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.

1. Bank Sampah Melati menerima sampah sisa makanan dari warga.
2. Sepanjang 2023, rata-rata setiap nasabah menyetor lebih dari 40 kilogram sampah.
3. Penimbangan sampah berlangsung selama tiga jam setiap Sabtu.
4. Pada 2023, Bank Sampah Melati sudah berjalan lebih dari lima tahun.

Jawaban: 1 Salah, 2 Benar, 3 Benar, 4 Salah

Pembahasan pernyataan 1. Teks menyebut warga menabung sampah kering seperti botol plastik, kardus, dan kaleng. Sisa makanan adalah sampah basah dan tidak disebut sama sekali, jadi pernyataan ini Salah.

Pembahasan pernyataan 2. Bagi total sampah dengan jumlah nasabah: 6.240 kilogram dibagi 148 nasabah. Untuk mengeceknya tanpa pembagian panjang, kalikan dulu 148 dengan 40, hasilnya 5.920. Karena 6.240 lebih besar daripada 5.920, rata-ratanya pasti lebih dari 40 kilogram. Nilai persisnya sekitar 42,2 kilogram. Pernyataan ini Benar.

Pembahasan pernyataan 3. Dari pukul 07.00 sampai pukul 10.00 selisihnya 3 jam. Pernyataan ini Benar.

Pembahasan pernyataan 4. Bank sampah berdiri Maret 2019. Dari Maret 2019 sampai sepanjang 2023, usianya paling banyak 4 tahun lebih beberapa bulan, belum sampai lima tahun. Pernyataan ini Salah.

Teks 2 (teks fiksi, konteks personal)

Di kebun belakang rumah Nenek tersisa satu wortel. Kelinci Kecil ingin memakannya sendiri, tetapi ia teringat Kelinci Abu yang sejak pagi belum makan apa pun karena membantu Nenek memperbaiki pagar. Kelinci Kecil membagi wortel itu menjadi dua bagian sama besar, lalu mengantar satu bagian ke rumah Kelinci Abu. Sesampainya di sana, Kelinci Abu sedang menghangatkan sup untuk Nenek. "Aku bawakan setengah wortelku," kata Kelinci Kecil. Kelinci Abu tersenyum, "Dan aku punya sup. Ayo kita makan bertiga bersama Nenek."

Soal 3 (uraian, level mengevaluasi dan merefleksi)

Mengapa akhirnya ada makanan yang cukup untuk bertiga, padahal awalnya hanya tersisa satu wortel? Jelaskan dengan bukti dari cerita.

Contoh jawaban yang memperoleh skor penuh

Makanan menjadi cukup karena keduanya berbagi, bukan karena jumlah makanannya bertambah. Buktinya, Kelinci Kecil membagi satu wortel menjadi dua bagian sama besar dan mengantarkan satu bagian kepada Kelinci Abu. Setelah itu Kelinci Abu membuka bahwa ia punya sup yang sedang dihangatkan, lalu mengajak makan bertiga bersama Nenek. Jadi wortel dan sup digabungkan sehingga cukup untuk tiga orang.

Cara memeriksa jawabanmu sendiri. Soal uraian AKM biasanya menuntut dua hal: kesimpulan dan bukti. Kalau jawabanmu hanya menulis "karena mereka berbagi" tanpa menyebut wortel yang dibagi dua dan sup milik Kelinci Abu, jawaban itu biasanya baru memperoleh skor sebagian. Biasakan menulis pola "kesimpulan, lalu buktinya adalah".

Contoh Soal ANBK Literasi Membaca Jenjang SMP dan SMA

Soal 4 dan 5 berada di level 4 (kelas 7 dan 8), sedangkan soal 6 di level 6 (kelas 11 dan 12).

Teks 3 (teks informasi, konteks sosial budaya)

Majalah dinding sekolah memuat artikel berjudul "Ponsel di Kelas: Alat Belajar atau Pengganggu?" yang berisi dua pendapat.

Rani, Ketua OSIS: "Ponsel membantu kami mencari sumber belajar dengan cepat. Saat guru meminta kami mencari data populasi suatu daerah, kami tidak perlu menunggu giliran memakai komputer perpustakaan yang jumlahnya hanya delapan unit untuk 700 siswa."

Bu Hendra, guru matematika: "Selama tiga bulan saya mencatat, rata-rata ada empat siswa per kelas yang membuka aplikasi permainan saat jam pelajaran. Nilai ulangan mereka turun dibanding semester sebelumnya."

Soal 4 (pilihan ganda, level mengevaluasi dan merefleksi)

Pernyataan mana yang paling tepat menggambarkan hubungan antara kedua pendapat di atas?

A. Kedua pendapat saling bertentangan karena Rani menolak data yang dikumpulkan Bu Hendra.
B. Kedua pendapat menyoroti sisi yang berbeda, yaitu manfaat akses informasi dan risiko penyalahgunaan.
C. Pendapat Bu Hendra lebih kuat karena guru pasti lebih memahami masalah daripada siswa.
D. Pendapat Rani lebih kuat karena ia menyebutkan angka jumlah komputer perpustakaan.

Jawaban: B

Pembahasan langkah demi langkah. Langkah 1, rumuskan inti tiap pendapat dengan satu frasa. Rani berbicara tentang kecepatan mencari sumber belajar ketika komputer sekolah terbatas. Bu Hendra berbicara tentang siswa yang membuka aplikasi permainan dan nilainya turun. Langkah 2, cek apakah keduanya membicarakan hal yang sama. Ternyata tidak: satu tentang manfaat, satu tentang risiko. Keduanya bisa benar bersamaan. Langkah 3, uji tiap opsi. Opsi A salah karena Rani tidak pernah menyinggung, apalagi menolak, catatan Bu Hendra. Opsi C salah karena menilai kekuatan argumen dari jabatan orangnya, bukan dari buktinya. Opsi D salah karena kedua pendapat sama-sama menyebut angka, jadi keberadaan angka bukan pembeda. Opsi B adalah satu-satunya yang menggambarkan hubungan sebenarnya.

Teks 4 (teks informasi, konteks personal)

Pengumuman Perpustakaan Sekolah. Mulai semester ini berlaku aturan peminjaman baru. Siswa kelas VII dan VIII boleh meminjam paling banyak 2 buku sekaligus selama 7 hari. Siswa kelas IX boleh meminjam paling banyak 3 buku sekaligus selama 10 hari. Perpanjangan hanya dapat dilakukan satu kali dengan tambahan 5 hari dan harus diajukan sebelum tanggal jatuh tempo. Keterlambatan pengembalian dikenai denda Rp500 per buku per hari. Buku referensi seperti kamus, ensiklopedia, dan atlas hanya boleh dibaca di tempat.

Soal 5 (isian singkat, level menafsirkan dan mengintegrasikan)

Rina, siswa kelas VIII, meminjam 2 buku pada Senin, 3 Maret. Ia mengajukan perpanjangan tepat pada tanggal jatuh tempo. Kedua buku baru ia kembalikan pada 20 Maret. Berapa rupiah denda yang harus Rina bayar? Tulis angkanya saja.

Jawaban: 10000 (sepuluh ribu rupiah)

Pembahasan langkah demi langkah. Langkah 1, tentukan hak Rina. Ia kelas VIII, jadi masa pinjamnya 7 hari, bukan 10 hari. Langkah 2, hitung tanggal jatuh tempo: 3 Maret ditambah 7 hari sama dengan 10 Maret. Langkah 3, ini bagian yang paling sering meleset. Aturan berbunyi perpanjangan harus diajukan sebelum tanggal jatuh tempo. Rina mengajukan tepat pada tanggal jatuh tempo, yaitu 10 Maret, dan itu bukan sebelum. Jadi perpanjangan tidak berlaku dan tambahan 5 hari tidak ia peroleh. Langkah 4, hitung keterlambatan: dari 10 Maret sampai 20 Maret berarti terlambat 10 hari. Langkah 5, hitung dendanya: 2 buku dikali 10 hari dikali Rp500 sama dengan Rp10.000. Kalau kamu melewatkan kata "sebelum", jawabanmu akan menjadi Rp5.000 dan itu salah.

Teks 5 (teks fiksi, konteks personal)

Ayah menaruh amplop cokelat itu di meja makan tanpa berkata apa-apa, lalu pergi ke halaman belakang dan menyalakan rokoknya yang kedua pagi itu. Ibu memandangi amplop tersebut lama sekali, kemudian menyibukkan diri mengelap meja yang sebenarnya sudah bersih. Adik terus bertanya, "Itu surat apa, Bu?" sampai akhirnya Ibu menjawab dengan suara yang terlalu ceria, "Nanti kita baca sama-sama, ya."

Soal 6 (menjodohkan, level menafsirkan dan mengintegrasikan)

Pasangkan setiap perilaku tokoh dengan makna tersirat yang paling sesuai. Perhatikan bahwa pilihan makna disediakan lebih banyak daripada perilaku yang perlu dipasangkan.

Perilaku: (1) Ayah menyalakan rokok kedua pagi itu. (2) Ibu mengelap meja yang sudah bersih. (3) Ibu menjawab dengan suara yang terlalu ceria.

Pilihan makna: (a) Berusaha menyembunyikan sesuatu dari anak. (b) Gelisah melebihi kebiasaan sehari-hari. (c) Mengalihkan perhatian dari rasa cemas. (d) Marah kepada anggota keluarga yang lain.

Jawaban: 1 dengan b, 2 dengan c, 3 dengan a, sedangkan pilihan d tidak terpakai

Pembahasan langkah demi langkah. Untuk nomor 1, kata kuncinya adalah "yang kedua pagi itu". Penulis sengaja menghitung agar pembaca tahu jumlahnya di atas kebiasaan. Merokok lebih banyak daripada biasanya menandakan kegelisahan, jadi pasangannya b. Untuk nomor 2, mengelap meja yang sudah bersih adalah pekerjaan yang tidak diperlukan. Orang melakukan pekerjaan tidak perlu ketika ingin menyibukkan diri agar tidak memikirkan sesuatu, jadi pasangannya c. Untuk nomor 3, kata kuncinya adalah "terlalu ceria". Kata "terlalu" menandakan nada yang dibuat-buat, dan itu dilakukan Ibu agar adik tidak curiga, jadi pasangannya a. Pilihan d tidak terpakai karena tidak ada satu pun kalimat dalam teks yang menunjukkan kemarahan antaranggota keluarga. Menyediakan pilihan berlebih adalah ciri khas soal menjodohkan di AKM, jadi jangan panik kalau ada opsi yang tersisa.

Trik cepat literasi ANBK: baca pertanyaannya dulu, lalu kembali ke teks untuk mencari jawabannya. Untuk soal level menemukan informasi, jawabannya hampir selalu tertulis apa adanya. Untuk soal level mengevaluasi dan merefleksi, jawabannya tidak tertulis dan harus kamu simpulkan, jadi jangan mencari kalimat yang persis sama.

Contoh Soal ANBK Numerasi Jenjang SD

Tiga soal berikut mewakili tiga domain numerasi yang berbeda: Bilangan, Data dan Ketidakpastian, serta Geometri dan Pengukuran.

Soal 7 (pilihan ganda, domain Bilangan, konteks personal, level penerapan)

Ibu membeli 3 kilogram gula pasir seharga Rp16.500 per kilogram dan 2 kilogram tepung terigu seharga Rp13.000 per kilogram. Ibu membayar dengan tiga lembar uang Rp50.000. Berapa kembalian yang Ibu terima?

A. Rp64.500
B. Rp74.500
C. Rp75.500
D. Rp84.500

Jawaban: B

Pembahasan langkah demi langkah. Langkah 1, hitung harga gula: 3 dikali Rp16.500 sama dengan Rp49.500. Langkah 2, hitung harga tepung: 2 dikali Rp13.000 sama dengan Rp26.000. Langkah 3, jumlahkan keduanya: Rp49.500 ditambah Rp26.000 sama dengan Rp75.500. Langkah 4, hitung uang yang dibayarkan: 3 lembar dikali Rp50.000 sama dengan Rp150.000. Langkah 5, kurangkan: Rp150.000 dikurangi Rp75.500 sama dengan Rp74.500. Perhatikan opsi C, yaitu Rp75.500. Itu adalah total belanja, bukan kembalian. Pengecoh semacam ini muncul untuk menjebak siswa yang berhenti di langkah 3.

Soal 8 (pilihan ganda kompleks, domain Data dan Ketidakpastian, level penalaran)

Tabel berikut menunjukkan banyak buku yang dibaca lima siswa selama satu bulan.

Nama siswaAndiBimaCitraDitaElok
Banyak buku75945

Tentukan setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.

1. Rata-rata banyak buku yang dibaca kelima siswa adalah 6 buku.
2. Modus data tersebut adalah 5.
3. Median data tersebut sama besar dengan rata-ratanya.
4. Lebih dari separuh siswa membaca buku lebih banyak daripada rata-rata.

Jawaban: 1 Benar, 2 Benar, 3 Salah, 4 Salah

Pembahasan pernyataan 1. Jumlahkan seluruh data: 7 tambah 5 tambah 9 tambah 4 tambah 5 sama dengan 30. Bagi dengan banyak siswa: 30 dibagi 5 sama dengan 6. Pernyataan ini Benar.

Pembahasan pernyataan 2. Modus adalah nilai yang paling sering muncul. Angka 5 muncul dua kali (Bima dan Elok), sedangkan angka lain masing-masing muncul sekali. Modusnya 5, jadi pernyataan ini Benar.

Pembahasan pernyataan 3. Urutkan datanya dari terkecil: 4, 5, 5, 7, 9. Karena datanya ada lima buah, mediannya adalah data ke-3, yaitu 5. Rata-ratanya 6, sedangkan mediannya 5, jadi keduanya tidak sama. Pernyataan ini Salah. Inilah sebabnya median dan rata-rata tidak boleh dianggap selalu sama.

Pembahasan pernyataan 4. Siswa yang membaca lebih dari 6 buku adalah Andi (7 buku) dan Citra (9 buku), jadi hanya 2 dari 5 siswa atau 40 persen. Angka 40 persen tidak lebih dari separuh, jadi pernyataan ini Salah.

Soal 9 (isian singkat, domain Geometri dan Pengukuran, level penerapan)

Sebuah kebun berbentuk persegi panjang berukuran panjang 18 meter dan lebar 12 meter. Di sekeliling kebun akan dipasang pagar kawat sebanyak tiga baris kawat yang mengelilingi kebun. Kawat dijual per gulung berisi 25 meter dan tidak dijual eceran. Berapa gulung kawat paling sedikit yang harus dibeli?

Jawaban: 8 gulung

Pembahasan langkah demi langkah. Langkah 1, hitung keliling kebun: 2 dikali jumlah panjang dan lebar, yaitu 2 dikali (18 tambah 12) sama dengan 2 dikali 30 sama dengan 60 meter. Langkah 2, karena kawatnya tiga baris, panjang kawat total adalah 3 dikali 60 meter sama dengan 180 meter. Langkah 3, bagi dengan isi satu gulung: 180 dibagi 25 sama dengan 7,2. Langkah 4, karena kawat tidak dijual eceran, hasil 7,2 harus dibulatkan ke atas menjadi 8 gulung. Uji ulang jawabanmu: 7 gulung hanya menghasilkan 175 meter dan itu kurang dari 180 meter, sedangkan 8 gulung menghasilkan 200 meter dan itu cukup. Soal semacam ini menguji apakah kamu ingat bahwa hasil pembagian tidak selalu dibulatkan ke angka terdekat.

Contoh Soal ANBK Numerasi Jenjang SMP

Dua soal berikut berada di level 4 dan memakai konteks yang biasa ditemui sehari-hari.

Soal 10 (isian singkat dua bagian, domain Bilangan, level penalaran)

Sebuah toko memberikan diskon 20 persen untuk semua sepatu. Setelah diskon, pembelian di atas Rp200.000 memperoleh potongan tambahan Rp25.000. Rafi membeli sepatu berharga label Rp450.000. Pertanyaan a: berapa rupiah yang harus Rafi bayar? Pertanyaan b: berapa persen total potongan yang Rafi peroleh dari harga label, dibulatkan satu angka di belakang koma?

Jawaban a: Rp335.000. Jawaban b: sekitar 25,6 persen

Pembahasan bagian a. Langkah 1, hitung besar diskon: 20 persen dari Rp450.000 sama dengan 0,2 dikali Rp450.000 sama dengan Rp90.000. Langkah 2, hitung harga setelah diskon: Rp450.000 dikurangi Rp90.000 sama dengan Rp360.000. Langkah 3, periksa syarat potongan tambahan. Syaratnya pembelian di atas Rp200.000 setelah diskon, dan Rp360.000 memang lebih besar daripada Rp200.000, jadi Rafi berhak. Langkah 4, kurangi potongan tambahan: Rp360.000 dikurangi Rp25.000 sama dengan Rp335.000.

Pembahasan bagian b. Langkah 1, hitung total potongan dalam rupiah: Rp450.000 dikurangi Rp335.000 sama dengan Rp115.000. Langkah 2, bagi dengan harga label lalu kalikan 100 persen: Rp115.000 dibagi Rp450.000 sama dengan 0,25555 dan seterusnya. Langkah 3, ubah ke persen dan bulatkan: 25,5555 persen dibulatkan satu angka di belakang koma menjadi 25,6 persen. Perhatikan bahwa jawabannya bukan 20 persen ditambah sesuatu yang bulat, karena potongan Rp25.000 dihitung terhadap harga label yang lebih besar. Kesalahan umum di sini adalah menjumlahkan persentase secara langsung.

Soal 11 (isian singkat, domain Geometri dan Pengukuran, level penalaran)

Sebuah tandon air berbentuk balok dengan panjang 1,2 meter, lebar 0,8 meter, dan tinggi 1 meter. Tandon diisi air sampai ketinggian 75 sentimeter. Air dipakai dengan laju tetap 40 liter per jam. Berapa jam air dalam tandon akan habis?

Jawaban: 18 jam

Pembahasan langkah demi langkah. Langkah 1, samakan satuannya lebih dulu. Tinggi air 75 sentimeter sama dengan 0,75 meter, sedangkan tinggi tandon 1 meter. Jadi tandon tidak terisi penuh dan tinggi tandon tidak dipakai dalam perhitungan. Langkah 2, hitung volume air: panjang dikali lebar dikali tinggi air, yaitu 1,2 dikali 0,8 dikali 0,75. Kerjakan bertahap: 1,2 dikali 0,8 sama dengan 0,96, lalu 0,96 dikali 0,75 sama dengan 0,72 meter kubik. Langkah 3, ubah ke liter. Satu meter kubik sama dengan 1.000 liter, jadi 0,72 meter kubik sama dengan 720 liter. Langkah 4, bagi dengan laju pemakaian: 720 liter dibagi 40 liter per jam sama dengan 18 jam. Kesalahan paling sering di soal ini adalah memakai tinggi tandon 1 meter sehingga hasilnya 960 liter dan 24 jam. Bacalah kembali, yang ditanyakan adalah air yang ada, bukan kapasitas tandon.

Contoh Soal ANBK Numerasi Jenjang SMA

Dua soal berikut berada di level 6 dan memakai domain Aljabar serta Data dan Ketidakpastian.

Pembahasan soal titik impas katering: 30.000n sama dengan 600.000 ditambah 18.000n sehingga n sama dengan 50 porsi, uji biaya dan pendapatan Rp1.500.000, serta untung Rp360.000 pada 80 porsi dengan dua cara
Soal 12: margin Rp12.000 per porsi menutup biaya tetap Rp600.000 pada 50 porsi, dan 30 porsi sesudahnya menghasilkan untung Rp360.000.Diagram: Redaksi Target Lulus, berdasarkan pembahasan soal di artikel ini.

Soal 12 (isian singkat dua bagian, domain Aljabar, konteks personal, level penalaran)

Sebuah usaha katering rumahan menghitung biaya produksi harian dengan model biaya tetap Rp600.000 per hari ditambah Rp18.000 untuk setiap porsi yang dibuat. Setiap porsi dijual Rp30.000. Pertanyaan a: berapa porsi paling sedikit yang harus terjual dalam sehari agar usaha ini tidak rugi? Pertanyaan b: jika dalam sehari terjual 80 porsi, berapa keuntungannya?

Jawaban a: 50 porsi. Jawaban b: Rp360.000

Pembahasan bagian a. Langkah 1, susun modelnya. Misalkan n adalah banyak porsi. Total biaya sama dengan 600.000 ditambah 18.000n. Total pendapatan sama dengan 30.000n. Langkah 2, tulis syarat tidak rugi, yaitu pendapatan minimal sama dengan biaya: 30.000n sama dengan 600.000 ditambah 18.000n. Langkah 3, pindahkan suku yang memuat n ke satu ruas: 30.000n dikurangi 18.000n sama dengan 600.000, sehingga 12.000n sama dengan 600.000. Langkah 4, bagi kedua ruas dengan 12.000: n sama dengan 50. Langkah 5, uji jawabannya. Pada 50 porsi, biayanya 600.000 ditambah 900.000 sama dengan Rp1.500.000, dan pendapatannya 50 dikali Rp30.000 sama dengan Rp1.500.000. Keduanya sama, jadi 50 porsi adalah titik impas.

Pembahasan bagian b. Cara pertama, hitung langsung. Pendapatan 80 dikali Rp30.000 sama dengan Rp2.400.000. Biaya 600.000 ditambah 80 dikali 18.000 sama dengan 600.000 ditambah 1.440.000 sama dengan Rp2.040.000. Keuntungan Rp2.400.000 dikurangi Rp2.040.000 sama dengan Rp360.000. Cara kedua, lebih cepat, pakai selisih dari titik impas. Setiap porsi di atas titik impas menyumbang Rp30.000 dikurangi Rp18.000 sama dengan Rp12.000. Karena terjual 80 porsi dan titik impasnya 50 porsi, kelebihannya 30 porsi, sehingga keuntungannya 30 dikali Rp12.000 sama dengan Rp360.000. Kedua cara memberi hasil sama, dan itulah cara memeriksa pekerjaanmu sendiri.

Soal 13 (isian singkat dua bagian, domain Data dan Ketidakpastian, level penalaran)

Panitia lomba menyiapkan 30 kupon undian: 12 kupon bergambar bintang, 10 kupon bergambar bulan, dan 8 kupon bergambar matahari. Kupon diambil satu per satu secara acak dan tidak dikembalikan. Pertanyaan a: jika kupon pertama yang terambil bergambar bintang, berapa peluang kupon kedua juga bergambar bintang? Pertanyaan b: berapa peluang kedua kupon yang terambil sama-sama bergambar bintang?

Jawaban a: 11 per 29. Jawaban b: 22 per 145 atau sekitar 15,2 persen

Pembahasan bagian a. Langkah 1, pastikan totalnya benar: 12 tambah 10 tambah 8 sama dengan 30 kupon. Langkah 2, perhatikan kata "tidak dikembalikan". Setelah satu kupon bintang terambil, jumlah kupon bintang tersisa 12 dikurangi 1 sama dengan 11, dan jumlah seluruh kupon tersisa 30 dikurangi 1 sama dengan 29. Langkah 3, tulis peluangnya: 11 dibagi 29, atau sekitar 0,379. Kesalahan umum di sini adalah tetap memakai 12 per 30 karena lupa mengurangi kedua bilangan.

Pembahasan bagian b. Langkah 1, peluang kupon pertama bergambar bintang adalah 12 per 30, yang dapat disederhanakan menjadi 2 per 5. Langkah 2, peluang kupon kedua bergambar bintang dengan syarat kupon pertama bintang adalah 11 per 29, seperti pada bagian a. Langkah 3, kalikan keduanya karena kejadiannya berurutan: 12 per 30 dikali 11 per 29 sama dengan 132 per 870. Langkah 4, sederhanakan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan 6: 132 dibagi 6 sama dengan 22, dan 870 dibagi 6 sama dengan 145, sehingga hasilnya 22 per 145. Langkah 5, ubah ke desimal untuk memeriksa: 22 dibagi 145 sama dengan sekitar 0,152 atau 15,2 persen. Perhatikan bahwa peluang bagian b lebih kecil daripada bagian a, dan itu masuk akal karena bagian b mensyaratkan dua kejadian sekaligus.

Contoh Pernyataan Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar

Dua instrumen ini bukan soal, jadi tidak ada jawaban benar atau salah dan tidak perlu kamu hafalkan. Survei Karakter ditujukan untuk mengukur perkembangan karakter peserta didik sebagai salah satu capaian pembelajaran, dan mengacu pada profil pelajar Pancasila dengan enam karakter: beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; gotong royong; kreativitas; nalar kritis; kebinekaan global; dan kemandirian.

Bentuk pernyataannya mirip kuesioner dengan skala, misalnya sangat tidak sesuai, tidak sesuai, sesuai, dan sangat sesuai. Contoh pernyataan yang bentuknya serupa dengan yang biasa muncul: "Saya bersedia membantu teman yang kesulitan mengerjakan tugas kelompok meskipun tugas saya sendiri belum selesai", atau "Saya mencari informasi tambahan sebelum meyakini kabar yang saya baca di media sosial". Tidak ada kunci jawaban di sini. Yang diminta adalah kejujuran menggambarkan dirimu sendiri.

Survei Lingkungan Belajar adalah alat ukur untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan. Isinya menggali faktor input dan proses pembelajaran yang berpotensi memengaruhi hasil belajar murid. Contoh pernyataan yang bentuknya serupa: "Guru memberi kesempatan kepada murid untuk bertanya saat pelajaran berlangsung", atau "Saya merasa aman dari perundungan selama berada di lingkungan sekolah". Survei ini juga diisi guru dan kepala satuan pendidikan pada jadwal terpisah dari pelaksanaan AKM murid, dan hasilnya menjadi bahan Rapor Pendidikan sekolah.

Cara Berlatih Soal ANBK Supaya Tidak Sia-sia

Kesalahan paling umum adalah memperlakukan latihan ANBK seperti menghafal rumus. AKM justru mengukur kompetensi mendasar yang dibangun lintas mata pelajaran, jadi menghafal daftar rumus tidak banyak menolong kalau kamu tidak terbiasa membaca soal panjang sampai selesai. Mulailah dengan membiasakan diri membaca teks 200 sampai 400 kata setiap hari, lalu paksa dirimu meringkasnya dalam satu kalimat. Kebiasaan ini langsung terasa manfaatnya di soal level menafsirkan dan mengintegrasikan.

Untuk numerasi, biasakan menulis langkah pengerjaan, bukan hanya hasil akhir. Dari 7 soal numerasi di atas, hampir semuanya punya satu titik yang mudah meleset: satuan yang belum disamakan pada soal tandon air, pembulatan ke atas pada soal pagar kawat, dan pengurangan dua bilangan sekaligus pada soal peluang. Titik-titik itu hanya terlihat kalau kamu menuliskan prosesnya. Setelah menemukan jawaban, kerjakan ulang dengan cara berbeda seperti pada Soal 12, karena dua cara yang memberi hasil sama adalah tanda pekerjaanmu benar.

Latih juga bentuk soal selain pilihan ganda. Untuk pilihan ganda kompleks, nilailah setiap pernyataan satu per satu dan tuliskan alasannya, jangan menebak keseluruhan. Untuk isian singkat, perhatikan format yang diminta, misalnya "tulis angkanya saja" berarti kamu tidak perlu menulis satuan. Untuk uraian, pakai pola kesimpulan lalu bukti. Kalau kamu ingin latihan yang lebih terstruktur, bank soal dan simulasi berbasis komputer di Target Lulus bisa membantumu terbiasa dengan tampilan layar dan pengaturan waktu, dan kumpulan contoh soal di situs ini menyediakan variasi bentuk soal yang serupa.

Terakhir, jaga hal-hal teknis di hari pelaksanaan. Datang lebih awal, pastikan kamu tahu sesi keberapa yang menjadi jatahmu, dan dengarkan instruksi proktor tentang cara berpindah soal. Waktu latihan 10 sampai 15 menit di awal sesi bukan formalitas, gunakan untuk mengecek mouse, keyboard, dan cara menandai soal yang ingin kamu tinjau ulang. Kalau kamu tipe yang mudah gugup, membaca doa sebelum ujian dan mengatur napas beberapa menit sebelum sesi dimulai bisa membantu menurunkan ketegangan. Ingat lagi bahwa ANBK tidak menentukan kelulusanmu, jadi kerjakan dengan tenang dan jujur.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu ANBK dan siapa saja pesertanya?

ANBK adalah Asesmen Nasional Berbasis Komputer, yaitu program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Pesertanya adalah sebagian peserta didik kelas V, VIII, dan XI yang dipilih secara acak oleh Pemerintah di tiap satuan pendidikan. Selain murid, guru dan kepala sekolah juga ikut mengisi instrumen Survei Lingkungan Belajar. Untuk program kesetaraan, pesertanya adalah seluruh warga belajar yang berada pada tahap akhir program belajarnya.

Apakah nilai ANBK menentukan kelulusan siswa?

Tidak. Laman resmi Asesmen Nasional menyatakan bahwa Asesmen Nasional tidak menentukan kelulusan dan tidak digunakan untuk menilai peserta didik yang menjadi peserta asesmen. Hasilnya juga tidak memuat skor atau nilai peserta didik secara individual karena yang dipotret adalah mutu satuan pendidikan. Penilaian untuk kelulusan tetap menjadi kewenangan pendidik dan satuan pendidikan.

Apa bedanya ANBK dengan UTBK?

ANBK diselenggarakan Kemendikdasmen untuk mengevaluasi mutu sistem pendidikan dan diikuti sebagian murid kelas V, VIII, serta XI yang dipilih acak. UTBK diselenggarakan panitia SNPMB sebagai bagian dari seleksi masuk perguruan tinggi negeri dan diikuti calon mahasiswa yang mendaftar sendiri. ANBK tidak menghasilkan nilai individu, sedangkan skor UTBK dipakai langsung untuk menentukan diterima atau tidaknya seorang peserta.

Berapa jumlah soal ANBK yang dikerjakan setiap peserta?

Menurut laman resmi AKM Pusat Asesmen Pendidikan, murid kelas V mengerjakan 30 soal untuk masing-masing literasi membaca dan literasi matematika atau numerasi. Murid kelas VIII dan kelas XI mengerjakan 36 soal untuk masing-masing komponen. Kedua komponen dikerjakan pada hari yang berbeda, yaitu literasi membaca di hari pertama dan numerasi di hari kedua.

Apa saja bentuk soal yang muncul di ANBK?

Ada lima bentuk soal, yaitu pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, dan uraian. Pilihan ganda kompleks menuntut kamu menilai beberapa pernyataan sekaligus, misalnya benar atau salah untuk setiap butir. Soal menjodohkan biasanya menyediakan pilihan lebih banyak daripada pasangan yang dibutuhkan, dan soal uraian menuntut jawaban beserta alasannya.

Materi apa yang diujikan dalam AKM literasi dan numerasi?

Konten literasi membaca terdiri dari teks fiksi dan teks informasi, dengan level kognitif menemukan informasi, menafsirkan dan mengintegrasikan, serta mengevaluasi dan merefleksi. Konten numerasi terdiri dari domain Bilangan, Geometri dan Pengukuran, Data dan Ketidakpastian, serta Aljabar, dengan level kognitif pemahaman, penerapan, dan penalaran. Konteks yang dipakai keduanya adalah personal, sosial budaya, dan saintifik.

Bagaimana cara berlatih contoh soal ANBK yang efektif?

Latih kebiasaan membaca teks panjang sampai selesai lalu meringkasnya dalam satu kalimat, karena banyak soal literasi menuntut penafsiran, bukan pencarian kalimat yang sama persis. Untuk numerasi, tuliskan langkah pengerjaan agar titik rawan seperti satuan yang belum disamakan atau pembulatan ke atas terlihat jelas. Berlatihlah juga dengan bentuk selain pilihan ganda, terutama pilihan ganda kompleks dan isian singkat, dan biasakan mengerjakan di layar komputer supaya terbiasa dengan tampilan aslinya.

Kapan ANBK dilaksanakan dan berapa lama durasinya?

Tanggal pelaksanaan ditetapkan lewat surat resmi Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan setiap tahun, dan biasanya jenjang SMA serta SMK lebih dulu, disusul SMP, lalu SD dalam beberapa tahap. Pada surat jadwal yang diterbitkan Pusmendik, peserta SD memperoleh 75 menit untuk literasi membaca dan 75 menit untuk numerasi, sedangkan peserta SMP dan SMA memperoleh 90 menit untuk masing-masing komponen. Selalu pastikan tanggal pastinya ke laman anbk.kemendikdasmen.go.id atau pengumuman sekolah.

Ditulis oleh

Tim Redaksi Target Lulus

Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.

Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.

Diawasi oleh Ahmad Thariq Syauqi, penanggung jawab redaksi Target Lulus. Profil dan kredensial lengkap ada di halaman Tentang.