Target Lulus
Info Beasiswa19 Agustus 2026

Beasiswa S2: Jenis, Syarat Umum, dan Cara Mendaftarnya

Beasiswa S2 punya banyak jalur: dari LPDP dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) yang dikelola pemerintah, Beasiswa Unggulan, sampai beasiswa kampus dan lembaga swasta. Artikel ini merangkum jenis beasiswa S2 dalam dan luar negeri, penuh dan parsial, syarat umum seperti IPK, usia, LoA, dan bahasa, komponen biaya yang biasa ditanggung, serta alur pendaftaran dan tips menyiapkan berkas.

Beasiswa S2: Jenis, Syarat Umum, dan Cara Mendaftarnya

Beasiswa S2 adalah bantuan pembiayaan pendidikan yang diberikan pemerintah, kampus, lembaga, atau perusahaan kepada seseorang yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister, baik di kampus dalam negeri maupun luar negeri. Cakupannya bervariasi, mulai dari biaya kuliah penuh plus biaya hidup, sampai bantuan sebagian seperti potongan uang kuliah saja. Buat kamu yang baru lulus S1 atau sudah beberapa tahun bekerja, beasiswa S2 sering jadi jalan paling realistis untuk lanjut kuliah tanpa harus menabung sendiri puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Di Indonesia, penyelenggara beasiswa S2 cukup beragam, dari lembaga pemerintah seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sampai program dari kampus tujuan sendiri dan lembaga swasta atau bank. Masing-masing punya syarat, jenjang sasaran, dan komponen biaya yang berbeda. Memahami peta besarnya dulu akan memudahkanmu memilih jalur yang paling sesuai dengan kondisi akademik dan kebutuhanmu.

Artikel ini membahas jenis-jenis beasiswa S2, penyelenggara utama yang bisa kamu incar, syarat umum yang biasanya diminta, komponen biaya yang lazim ditanggung, alur pendaftaran secara umum, sampai tips memilih program dan menyiapkan berkas supaya peluangmu lebih besar. Kalau kamu juga ingin gambaran lebih luas soal ragam beasiswa kuliah di luar jenjang S2, artikel itu bisa jadi bacaan pelengkap. Semua informasi di sini bersifat gambaran umum yang evergreen, jadi tetap cek laman resmi tiap penyelenggara untuk detail dan jadwal terbaru.

Jenis Beasiswa S2 Berdasarkan Lokasi Studi: Dalam Negeri vs Luar Negeri

Berdasarkan lokasi studi, beasiswa S2 umumnya terbagi dua: beasiswa dalam negeri dan beasiswa luar negeri. Beasiswa S2 dalam negeri membiayai studi di perguruan tinggi Indonesia yang terakreditasi, biasanya dengan syarat bahasa yang lebih longgar dan proses administrasi yang lebih familiar karena semuanya memakai sistem lokal. LPDP misalnya tetap mensyaratkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris meski tujuannya kampus dalam negeri, hanya saja skor minimalnya lebih rendah dibanding tujuan luar negeri.

Beasiswa S2 luar negeri membiayai studi di kampus mancanegara, dengan syarat yang umumnya lebih ketat: skor TOEFL atau IELTS lebih tinggi, kadang perlu Letter of Acceptance (LoA) dari kampus tujuan sebelum atau saat mendaftar, dan proses seleksi yang mempertimbangkan kesiapan adaptasi lintas budaya. Sebagai gambaran, LPDP mensyaratkan skor bahasa Inggris untuk tujuan magister luar negeri seperti TOEFL iBT minimal 80 atau IELTS minimal 6,5, lebih tinggi dibanding syarat tujuan dalam negeri yang cukup TOEFL ITP 500 atau IELTS 6,0.

Beberapa penyelenggara, seperti LPDP dan Beasiswa Unggulan, membuka opsi keduanya sekaligus dalam satu skema, jadi kamu bisa memilih kampus dalam negeri atau luar negeri selama masuk daftar perguruan tinggi yang diakui. Pilihan ini sebaiknya disesuaikan dengan rencana kariermu jangka panjang, bukan sekadar gengsi kampus, karena studi luar negeri juga berarti adaptasi hidup di negara baru selama satu sampai dua tahun.

Jenis Beasiswa S2 Berdasarkan Cakupan Biaya: Beasiswa Penuh vs Parsial

Selain lokasi studi, beasiswa S2 juga dibedakan dari cakupan biaya yang ditanggung, yaitu beasiswa penuh (full scholarship) dan beasiswa parsial (partial scholarship). Beasiswa penuh biasanya mencakup biaya pendidikan (SPP atau uang kuliah tunggal, tunjangan buku) plus biaya pendukung seperti biaya hidup bulanan, tiket keberangkatan, asuransi kesehatan, dan dana penelitian tesis. LPDP dan sebagian skema Beasiswa Unggulan masuk kategori ini.

Beasiswa parsial hanya menanggung sebagian komponen, misalnya cuma potongan SPP tanpa biaya hidup, atau bantuan biaya penelitian saja tanpa uang kuliah. Beasiswa dari kampus (seperti keringanan UKT atau tuition waiver untuk asisten dosen/riset) dan sebagian beasiswa lembaga swasta sering berbentuk parsial seperti ini. Bukan berarti beasiswa parsial kurang berharga, karena untuk sebagian mahasiswa, potongan SPP saja sudah sangat membantu, apalagi kalau digabung dengan penghasilan kerja paruh waktu atau kerja tetap yang tetap berjalan selama kuliah.

Intinya: sebelum mendaftar, cek dulu rincian komponen yang ditanggung tiap beasiswa. Beasiswa "penuh" antar penyelenggara bisa beda cakupannya, jadi baca pedoman resminya sampai ke bagian komponen biaya, jangan cuma percaya label full scholarship di judul iklannya.

LPDP: Beasiswa S2 Pemerintah dengan Jangkauan Paling Luas

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah penyelenggara beasiswa S2 pemerintah dengan jangkauan program paling luas di Indonesia, mencakup jenjang magister dan doktor untuk warga negara Indonesia lewat berbagai skema seperti Beasiswa Reguler, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Targeted (kerja sama khusus), sampai program STEM Industri Strategis. Untuk jenjang magister, durasi pendanaan studi paling lama 24 bulan.

Berdasarkan pedoman Beasiswa Reguler LPDP, pola persyaratan khususnya meliputi batas usia maksimal 35 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran untuk pendaftar magister umum, naik menjadi 42 tahun untuk dosen tetap yang memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN). IPK minimal yang diminta adalah 3,00 dari skala 4,00. Soal bahasa, skor minimal bervariasi tergantung tujuan, yaitu TOEFL ITP 500 atau IELTS 6,0 untuk magister dalam negeri, naik menjadi TOEFL iBT 80 atau IELTS 6,5 untuk magister luar negeri. Angka-angka ini adalah pola dari pedoman resmi LPDP dan bisa sedikit berubah tiap tahun, jadi selalu cek buku panduan pendaftaran tahun berjalan di laman resmi LPDP sebelum menyiapkan dokumen.

Soal Letter of Acceptance (LoA), LPDP memberi dua opsi. Kalau kamu sudah punya LoA Unconditional, cukup pilih satu kampus tujuan yang sesuai. Kalau belum punya, kamu wajib memilih tiga kampus tujuan dari daftar perguruan tinggi LPDP dengan program studi yang sama atau serumpun.

Benchmark: per 31 Mei 2026, LPDP mengelola akumulasi Dana Abadi Bidang Pendidikan sebesar Rp180,81 triliun dan telah menghasilkan 58.749 penerima beasiswa sejak mulai beroperasi tahun 2013, terdiri dari program magister, doktor, dokter spesialis, dan non-gelar. Skala ini menunjukkan LPDP bukan program kecil, tapi juga berarti kompetisinya level nasional.

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI): untuk Dosen, Guru, dan Talenta Berprestasi

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) adalah program beasiswa pemerintah yang dikelola Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), awalnya merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan dengan LPDP. Berbeda dengan LPDP Reguler yang terbuka untuk umum, sebagian besar skema BPI menyasar kelompok tertentu, yaitu dosen tetap ber-NIDN, guru, tenaga kependidikan, pelaku budaya, dan peserta didik berprestasi.

Salah satu contoh program di bawah payung BPI yang mencakup jenjang S2 adalah Beasiswa Indonesia Maju (BIM), yang menyasar peserta didik atau lulusan berprestasi, baik dari ajang yang dikurasi Pusat Prestasi Nasional maupun capaian non-akademik lain, untuk jenjang S1 dalam dan luar negeri, serta S2 dalam dan luar negeri. Penerima BIM tercatat pernah menempuh studi magister di berbagai program studi, jadi program ini bukan cuma untuk S1.

Ada juga skema khusus untuk dosen, seperti Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Perlu dicatat, BPDDI ini murni untuk jenjang doktor, bukan magister, jadi kalau kamu dosen yang masih mengincar S2, jalur yang lebih relevan biasanya skema BPI untuk pendidik dan tenaga kependidikan atau LPDP jalur afirmasi dosen. Karena skema di bawah BPI cukup banyak dan berubah dari tahun ke tahun, cara paling aman untuk tahu program mana yang sedang dibuka adalah memantau laman resmi Puslapdik dan Kemdiktisaintek secara berkala.

Beasiswa Unggulan dan Ragam Beasiswa Kampus/Lembaga Lain

Beasiswa Unggulan adalah program beasiswa pemerintah lain yang juga dikelola Puslapdik, dengan cakupan jenjang Diploma IV/Sarjana, Magister, dan Doktor. Program ini terbagi jadi beberapa kategori, yaitu Masyarakat Berprestasi, Pegawai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Penyandang Disabilitas, dan Beasiswa Penghargaan. Untuk kategori Masyarakat Berprestasi jenjang S2, syarat khususnya antara lain usia maksimal 32 atau 33 tahun, IPK jenjang S1 dan S2 minimal 3,00, serta sertifikat kemampuan bahasa (UKBI untuk dalam negeri, bahasa Inggris untuk luar negeri).

Di luar dua program pemerintah besar itu, kamu juga bisa mengincar beasiswa dari kampus tujuan sendiri, misalnya keringanan uang kuliah, beasiswa asisten dosen atau asisten riset, sampai pembebasan SPP penuh untuk kandidat yang jadi prioritas program studi. Skema ini biasanya diumumkan lewat laman resmi fakultas atau program pascasarjana kampus terkait, jadi cek langsung ke kampus tujuanmu.

Selain itu ada juga beasiswa dari lembaga atau bank, biasanya berbentuk corporate social responsibility atau program pengembangan SDM internal, yang kadang membuka slot untuk jenjang magister meski porsi terbesarnya lebih sering untuk S1. Karena skema lembaga/bank ini sangat bervariasi dan berubah dari tahun ke tahun, jangan menjadikannya sumber tunggal rencana studimu. Posisikan sebagai pelengkap di samping opsi LPDP, BPI, atau Beasiswa Unggulan yang polanya lebih stabil.

PenyelenggaraSumber DanaCakupan JenjangCiri Khas untuk S2
LPDPDana Abadi Pendidikan (APBN)Magister & DoktorJangkauan program terluas, beasiswa penuh, terbuka umum
BPI (Puslapdik)APBN, kolaborasi lintas kementerianS1-S3 tergantung skemaSebagian besar menyasar dosen, guru, tendik, dan talenta berprestasi
Beasiswa UnggulanAPBN (Puslapdik Kemendikdasmen)D4/S1, Magister, DoktorKategori Masyarakat Berprestasi terbuka umum, ada jalur pegawai dan disabilitas
Beasiswa KampusAnggaran internal perguruan tinggiUmumnya S2-S3Sering berbentuk keringanan UKT atau tunjangan asisten dosen/riset
Beasiswa Lembaga/BankDana CSR atau pengembangan SDM internalBervariasi, sebagian ke S2Kuota terbatas, syarat dan jadwal berubah tiap tahun

Syarat Umum Beasiswa S2: IPK, Usia, LoA, dan Bahasa

Meski tiap penyelenggara punya aturan sendiri, ada pola syarat umum yang hampir selalu muncul di hampir semua beasiswa S2 di Indonesia. Pertama, IPK jenjang sebelumnya (S1 atau D4). Sebagai gambaran pola, LPDP Reguler meminta IPK minimal 3,00 dari skala 4,00, sementara Beasiswa Unggulan jenjang S2 meminta IPK S1 dan S2 minimal 3,00 juga. Beberapa kampus atau lembaga swasta bisa memasang angka lebih rendah, tapi jarang di bawah 2,75.

Kedua, batas usia. LPDP membatasi usia pendaftar magister umum maksimal 35 tahun, dengan kelonggaran sampai 42 tahun untuk dosen ber-NIDN. Beasiswa Unggulan jenjang S2 membatasi usia sekitar 32 sampai 33 tahun. Kalau usiamu mendekati batas ini, sebaiknya segera bergerak karena kebanyakan program tidak memberi toleransi.

Ketiga, Letter of Acceptance (LoA), yaitu surat resmi dari kampus tujuan yang menyatakan kamu diterima sebagai mahasiswa. Sebagian program mewajibkan LoA sejak pendaftaran, sebagian lain (seperti LPDP) memberi opsi mendaftar tanpa LoA asal kamu memilih beberapa kampus tujuan dari daftar yang disediakan.

Keempat, kemampuan bahasa. Untuk tujuan dalam negeri biasanya cukup sertifikat UKBI atau TOEFL dengan skor menengah, sementara tujuan luar negeri meminta skor TOEFL iBT atau IELTS yang jauh lebih tinggi. Karena tes bahasa butuh waktu untuk jadwal dan penerbitan sertifikat, urus dokumen ini dari jauh-jauh hari, bukan setelah pendaftaran dibuka.

Komponen Biaya yang Biasa Ditanggung Beasiswa S2

Komponen biaya yang ditanggung beasiswa S2 bervariasi tergantung apakah programnya penuh atau parsial, dan apakah tujuan studinya dalam atau luar negeri. Secara umum, ada dua kelompok besar, yaitu dana pendidikan (langsung terkait perkuliahan) dan dana pendukung (biaya hidup dan operasional selama studi).

Berdasarkan pedoman LPDP Reguler, dana pendidikan mencakup dana pendaftaran, dana SPP/uang kuliah tunggal, tunjangan buku, dana penelitian tesis, dana seminar internasional, dan dana publikasi jurnal internasional. Dana pendukungnya mencakup dana transportasi, aplikasi visa, asuransi kesehatan, dana kedatangan, dana hidup bulanan, dana lomba internasional, tunjangan keluarga khusus jenjang doktor, dan dana keadaan darurat kalau diperlukan.

Beasiswa Unggulan punya pola serupa tapi lebih ringkas. Kategori Masyarakat Berprestasi dalam negeri menanggung biaya pendidikan, biaya hidup, dan tunjangan buku, sementara kategori luar negeri menanggung biaya pendidikan dan biaya hidup saja tanpa tunjangan buku tambahan. Beasiswa parsial dari kampus atau lembaga biasanya hanya menanggung satu atau dua komponen saja, paling umum SPP atau uang kuliah tunggal tanpa biaya hidup.

Komponen BiayaBeasiswa Penuh (contoh LPDP)Beasiswa Parsial (contoh umum)
SPP/Uang Kuliah TunggalDitanggung penuhSering ditanggung, kadang sebagian
Tunjangan bukuDitanggungJarang ditanggung
Biaya hidup bulananDitanggungUmumnya tidak ditanggung
Tiket & visa (luar negeri)DitanggungUmumnya tidak ditanggung
Asuransi kesehatanDitanggung (khusus luar negeri)Umumnya tidak ditanggung
Dana penelitian tesisDitanggungJarang ditanggung

Alur Pendaftaran Beasiswa S2 secara Umum

Meski detail tiap program berbeda, alur pendaftaran beasiswa S2 di Indonesia umumnya mengikuti pola yang mirip. Berikut gambaran tahapannya.

  • Riset dan pilih program yang sesuai. Bandingkan syarat, jenjang, cakupan biaya, dan daftar kampus tujuan dari beberapa penyelenggara sebelum memutuskan mendaftar ke satu program.
  • Siapkan dokumen dasar. Ijazah dan transkrip nilai S1, KTP, sertifikat kemampuan bahasa, dan (kalau program mensyaratkan) Letter of Acceptance dari kampus tujuan.
  • Susun esai atau rencana studi. Sebagian besar program meminta esai komitmen, rencana studi, atau rencana kontribusi setelah lulus. Bagian ini sering jadi pembeda utama antar pendaftar dengan nilai akademik yang mirip.
  • Daftar online lewat portal resmi. Isi formulir dan unggah semua dokumen sesuai format yang diminta, jangan lewat perantara atau tautan pihak ketiga.
  • Seleksi administrasi. Tahap ini menyaring kelengkapan dan validitas dokumen. Banyak pendaftar gugur di sini karena hal teknis seperti dokumen tidak sesuai format, bukan karena nilai kurang.
  • Tes potensi akademik atau bakat skolastik. LPDP misalnya punya tahap seleksi bakat skolastik yang menguji kemampuan penalaran verbal, kuantitatif, dan logis.
  • Wawancara atau seleksi substansi. Tahap ini menilai kesiapan rencana studi, motivasi, dan komitmenmu secara langsung.
  • Pengumuman dan penandatanganan kontrak beasiswa. Kalau lolos, kamu akan menandatangani surat perjanjian sebelum dana dicairkan dan proses keberangkatan atau pendaftaran ulang di kampus tujuan dimulai.

Jadwal pasti tiap tahapan berbeda-beda antar program dan antar tahun, jadi pantau terus pengumuman resmi di akun pendaftaran dan laman penyelenggara, bukan cuma grup chat atau media sosial pihak ketiga.

Tips Memilih Beasiswa S2 yang Paling Cocok untuk Kamu

Dengan banyaknya pilihan, memilih beasiswa S2 yang tepat kadang lebih membingungkan daripada menyiapkan dokumennya. Berikut beberapa pertimbangan yang bisa membantu.

Pertama, cocokkan dengan rencana kariermu. Kalau kamu calon dosen, skema BPI atau LPDP jalur afirmasi dosen biasanya lebih relevan dibanding beasiswa umum. Kalau kamu fresh graduate yang ingin kerja di sektor swasta setelah lulus, LPDP Reguler atau Beasiswa Unggulan Masyarakat Berprestasi lebih terbuka.

Kedua, perhatikan cakupan biaya, bukan cuma nominalnya. Beasiswa dengan nominal terlihat besar tapi tidak menanggung biaya hidup bisa lebih berat buat kamu yang tidak punya penghasilan lain, dibanding beasiswa dengan nominal lebih kecil tapi mencakup biaya hidup penuh.

Ketiga, cek jendela waktu pendaftaran dan durasi seleksi. Sebagian program hanya buka sekali setahun dengan proses seleksi berbulan-bulan, jadi kamu perlu menyesuaikan timeline studimu dengan jadwal itu, bukan sebaliknya.

Keempat, jangan menaruh semua harapan di satu program saja. Karena tingkat persaingan beasiswa S2 pemerintah cukup tinggi, wajar kalau kamu menyiapkan lebih dari satu opsi sebagai cadangan, termasuk beasiswa kampus atau lembaga yang persaingannya biasanya lebih kecil.

Tip: buat daftar dua sampai tiga program beasiswa S2 dengan jadwal pendaftaran yang tidak bentrok, supaya kalau satu program gagal di tahap awal, kamu masih punya opsi lain yang jendelanya belum tutup.

Tips Menyiapkan Berkas Pendaftaran agar Peluang Lolos Lebih Besar

Kesalahan paling umum pendaftar beasiswa S2 bukan karena nilai akademik kurang, tapi karena berkas disiapkan mepet waktu. Berikut beberapa langkah yang bisa membantu kamu lebih siap.

Urus dokumen yang butuh waktu lama lebih dulu. Sertifikat bahasa seperti TOEFL atau IELTS butuh jadwal tes dan waktu penerbitan sertifikat, begitu juga legalisir ijazah dan transkrip. Kalau kamu baru mengurusnya setelah pendaftaran dibuka, dengan jendela pendaftaran yang sering cuma berlangsung beberapa minggu, risiko keteteran jadi tinggi.

Latih kemampuan penalaran secara rutin kalau target programmu ada tes potensi akademik atau bakat skolastik. Soal-soal seperti ini menguji logika, verbal, dan kuantitatif, jadi latihan rutin lewat bank soal atau simulasi tryout bisa membantu kamu terbiasa dengan format dan tempo pengerjaannya.

Tulis esai dan rencana studi dengan rencana kontribusi yang spesifik, bukan kalimat umum seperti ingin memajukan bangsa. Reviewer beasiswa membaca ratusan esai serupa, jadi kekhasan rencana studimu, termasuk masalah nyata yang ingin kamu selesaikan lewat studi S2, biasanya lebih menonjol dibanding esai yang terlalu normatif.

Terakhir, minta orang lain membaca ulang berkasmu sebelum dikirim, terutama esai dan rencana studi. Kesalahan kecil seperti salah ketik atau kalimat ambigu kadang lolos dari mata kamu sendiri karena sudah terlalu sering dibaca berulang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu beasiswa S2?

Beasiswa S2 adalah bantuan pembiayaan pendidikan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister, baik dari pemerintah, kampus, lembaga, atau perusahaan. Cakupannya bisa penuh (biaya kuliah dan biaya hidup) atau parsial (misalnya cuma potongan uang kuliah), tergantung penyelenggaranya.

Apa beda beasiswa S2 penuh dan parsial?

Beasiswa penuh biasanya menanggung biaya pendidikan sekaligus biaya hidup, tiket, dan asuransi kesehatan untuk tujuan luar negeri. Beasiswa parsial hanya menanggung sebagian komponen, misalnya potongan SPP saja tanpa biaya hidup bulanan.

Berapa IPK minimal untuk daftar beasiswa S2?

Polanya bervariasi, tapi umumnya di kisaran 3,00 dari skala 4,00. LPDP Reguler misalnya mensyaratkan IPK minimal 3,00, dan Beasiswa Unggulan jenjang S2 mensyaratkan IPK S1 dan S2 minimal 3,00 juga. Selalu cek syarat spesifik program yang kamu tuju karena angka ini bisa berbeda tiap tahun.

Apakah wajib punya LoA untuk mendaftar beasiswa S2?

Tidak selalu. LPDP misalnya memberi opsi mendaftar tanpa LoA Unconditional asal kamu memilih tiga kampus tujuan dari daftar resmi. Tapi kalau kamu sudah punya LoA, prosesnya biasanya lebih sederhana karena cukup memilih satu kampus tujuan.

Apa itu Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)?

BPI adalah program beasiswa pemerintah yang dikelola Puslapdik, dengan sebagian besar skemanya menyasar kelompok tertentu seperti dosen, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik berprestasi. Salah satu contohnya Beasiswa Indonesia Maju yang mencakup jenjang S1 dan S2.

Bisakah dosen atau guru mendaftar beasiswa S2?

Bisa. LPDP memberi batas usia lebih longgar untuk dosen ber-NIDN, dan BPI punya skema khusus untuk pendidik dan tenaga kependidikan yang mencakup jenjang magister. Beasiswa Unggulan juga punya kategori Pegawai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Berapa lama proses seleksi beasiswa S2?

Bervariasi antar program, tapi umumnya melewati beberapa tahap: seleksi administrasi, tes potensi akademik atau bakat skolastik, wawancara atau seleksi substansi, lalu pengumuman. Prosesnya bisa memakan waktu dua sampai empat bulan sejak pendaftaran ditutup.

Apakah beasiswa S2 luar negeri lebih sulit didapat dibanding dalam negeri?

Secara syarat bahasa, iya, karena skor TOEFL atau IELTS yang diminta biasanya lebih tinggi untuk tujuan luar negeri. Tapi soal kompetisi pendaftar, ini tergantung program dan jurusan yang kamu pilih, bukan cuma soal lokasi studi.

Ditulis oleh

Tim Redaksi Target Lulus

Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.

Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.