Perbedaan TOEFL dan IELTS: Format, Skor, dan Pilih Mana
Bingung pilih TOEFL atau IELTS? Perbedaan TOEFL dan IELTS bukan cuma soal nama penyelenggara. Keduanya berbeda dalam struktur soal, durasi ujian, cara bagian Speaking diuji, sampai sistem pelaporan skor yang sejak Januari 2026 berubah di sisi TOEFL. Artikel ini membedah format resmi kedua tes berdasarkan laman ETS dan IELTS, lengkap dengan tabel perbandingan dan panduan memilih sesuai tujuan kamu.

Perbedaan TOEFL dan IELTS terletak pada tiga hal pokok: siapa penyelenggaranya dan ke mana hasilnya biasa dipakai, bagaimana bentuk soal serta cara bagian Speaking diuji, dan bagaimana skor akhirnya dilaporkan. TOEFL dikelola ETS (Educational Testing Service) dari Amerika Serikat, sementara IELTS dikelola bersama oleh British Council, IDP: IELTS Australia, dan Cambridge. Keduanya sama-sama mengukur empat keterampilan (Reading, Listening, Writing, Speaking), sama-sama diterima ribuan institusi, dan sama-sama punya masa berlaku dua tahun. Tetapi pengalaman mengerjakannya jauh berbeda, dan perbedaan itulah yang sering menentukan skor kamu.
Kalau kamu sedang menyiapkan pendaftaran kuliah luar negeri, beasiswa, atau syarat kerja, memilih tes yang cocok dengan gaya belajar kamu bisa menghemat waktu persiapan berbulan-bulan. Artikel ini membedah perbedaannya satu per satu berdasarkan laman resmi ETS dan IELTS, bukan katanya-katanya.
Ringkasan Cepat: Apa Sebenarnya Bedanya
Kalau kamu hanya punya satu menit, ini intinya. TOEFL versi internet (iBT) dikerjakan sepenuhnya di komputer, termasuk bagian Speaking yang direkam lewat mikrofon. IELTS memberi kamu pilihan mengerjakan di kertas atau di komputer, tetapi bagian Speaking-nya berupa wawancara dengan penguji manusia. Satu tes memberi kamu kenyamanan berbicara ke layar tanpa ditatap orang, satu lagi memberi kamu lawan bicara yang bisa mengangguk dan menyusun ulang pertanyaannya.
Dari sisi durasi, TOEFL iBT jauh lebih ringkas. Laman resmi ETS menyebut peserta perlu menyediakan waktu sekitar dua jam untuk menyelesaikan tes. IELTS Academic butuh sekitar 2 jam 45 menit untuk tiga bagian tertulis, ditambah sesi Speaking yang berdurasi 11 sampai 14 menit dan bisa dijadwalkan di hari yang berbeda.
Dari sisi skor, di sinilah perubahan terbesar terjadi. IELTS tetap memakai band 1 sampai 9 dengan kelipatan setengah. TOEFL iBT, sejak 21 Januari 2026, melaporkan skor pada skala 1 sampai 6 dengan kelipatan 0,5, menggantikan sistem lama yang menjumlahkan empat bagian menjadi total 0 sampai 120.
Inti perbedaannya: TOEFL iBT itu ringkas, adaptif, sepenuhnya digital, dan Speaking-nya direkam. IELTS lebih panjang, punya opsi kertas, dan Speaking-nya berupa wawancara tatap muka. Sistem skornya pun berbeda: skala 1 sampai 6 untuk TOEFL iBT terbaru, band 1 sampai 9 untuk IELTS.
Penyelenggara dan Ke Mana Hasilnya Biasa Dipakai
TOEFL lahir dari tradisi akademik Amerika Utara. Karena itu materi bacaan dan simakan TOEFL banyak mengambil suasana kampus Amerika: pengumuman kampus, percakapan mahasiswa dengan dosen, kuliah singkat tentang biologi atau sejarah seni. Aksen yang muncul pun didominasi aksen Amerika Utara, meski ETS sudah lama memasukkan variasi aksen lain.
IELTS berakar di Britania Raya dan Australia. Materinya cenderung memuat aksen British, Australia, dan Selandia Baru, dengan konteks yang lebih beragam: brosur perpustakaan, iklan lowongan, artikel majalah sains populer, sampai percakapan menyewa apartemen. Buat telinga yang sudah terbiasa menonton film Amerika, aksen non-Amerika di IELTS memang butuh pembiasaan tersendiri.
Soal penerimaan, jangan berasumsi. Banyak universitas menerima keduanya, tetapi ada program yang hanya menyebut satu nama di persyaratannya, dan ada instansi imigrasi yang hanya mengakui versi tertentu (misalnya IELTS untuk keperluan visa tertentu di Inggris). Aturan main yang paling aman: buka laman penerimaan program tujuan kamu, catat nama tesnya persis, catat skor minimalnya, lalu baru tentukan mau ikut yang mana. Ini juga berlaku kalau kamu menyiapkan berkas untuk program seperti beasiswa LPDP 2026 atau beasiswa unggulan, karena tiap skema punya daftar tes yang diakui sendiri.
Format TOEFL iBT: Struktur Terbaru yang Perlu Kamu Tahu
Kalau kamu terakhir kali membaca soal TOEFL beberapa tahun lalu, gambaran di kepala kamu kemungkinan besar sudah kedaluwarsa. Laman resmi ETS kini memerinci empat bagian dengan jenis tugas yang jauh lebih bervariasi dibanding format lama yang hanya berisi bacaan panjang dan kuliah panjang.
Bagian Reading mencakup tugas Complete the Words, Read in Daily Life, dan Read an Academic Passage, dengan jumlah butir 50 dan waktu dasar 30 menit. Bagian Listening mencakup Listen and Choose a Response, Listen to a Conversation, Listen to an Announcement, dan Listen to an Academic Talk, dengan 47 butir dan waktu dasar 29 menit. Bagian Writing berisi Build a Sentence, Write an Email, dan Write for an Academic Discussion, dengan 12 butir dan waktu dasar 23 menit. Bagian Speaking berisi Listen and Repeat serta Take an Interview, dengan 11 butir dan waktu dasar 8 menit.
Dua catatan penting dari ETS. Pertama, waktu yang tercantum tidak termasuk waktu membaca instruksi. Kedua, tes bersifat adaptif, sehingga ETS menuliskan bahwa seiring tes menyesuaikan diri, waktu tes dan butir soal bisa bervariasi. Artinya angka di atas adalah waktu dasar, bukan stopwatch kaku. Secara keseluruhan ETS meminta peserta menyediakan sekitar dua jam.
Sifat adaptif ini punya konsekuensi praktis yang sering diremehkan: kamu tidak bisa melompat-lompat sesuka hati seperti mengerjakan soal pilihan ganda di kertas. Ritme kamu harus stabil sejak butir pertama, karena butir awal ikut menentukan tingkat kesulitan berikutnya. Kalau kamu terbiasa dengan pola tes berbasis komputer seperti CAT BKN, mentalitas ini sudah tidak asing.
Format IELTS: Academic dan General Training
IELTS punya dua jalur. IELTS Academic ditujukan untuk kamu yang mau kuliah di negara berbahasa Inggris dan menilai kesiapan untuk studi tingkat universitas. IELTS General Training, mengutip laman resminya, dipilih kalau kamu ingin bermigrasi ke negara berbahasa Inggris (misalnya Australia, Kanada, Selandia Baru, Inggris) atau ingin mengikuti pelatihan atau studi di bawah jenjang sarjana.
Yang sering disalahpahami: kedua jalur ini tidak sepenuhnya berbeda. Laman IELTS menyatakan bahwa pada tes General Training maupun Academic, bagian Speaking dan Listening sama persis. Yang berbeda hanya bagian Reading dan Writing. Jadi separuh persiapan kamu tetap berlaku apa pun jalur yang dipilih.
Durasi IELTS Academic menurut laman resminya adalah 2 jam 45 menit secara keseluruhan, dengan rincian: Listening sekitar 30 menit, Reading 60 menit termasuk waktu memindahkan jawaban, Writing 60 menit, dan Speaking 11 sampai 14 menit. Bagian Listening dan Reading masing-masing berisi 40 pertanyaan, dan tiap jawaban benar bernilai 1 poin.
Bagian Writing IELTS terdiri dari dua tugas. Pada jalur Academic, Task 1 umumnya meminta kamu menjelaskan grafik, tabel, diagram, atau proses, sedangkan pada jalur General Training Task 1 berupa surat. Task 2 pada kedua jalur berupa esai argumentatif, dan bobot penilaiannya lebih besar daripada Task 1.
Jangan mendaftar IELTS sebelum memastikan jalurnya. Salah pilih antara Academic dan General Training berarti kamu mengerjakan Reading dan Writing yang tidak diakui tujuan kamu, dan biaya pendaftaran tidak bisa dialihkan begitu saja. Cek kata persis di syarat pendaftaran: "IELTS Academic" atau "IELTS General Training".
Tabel Perbandingan Format dan Durasi
Berikut ringkasan format kedua tes berdasarkan laman resmi ETS dan IELTS. Perhatikan bahwa angka TOEFL adalah waktu dasar pada tes adaptif, sedangkan angka IELTS adalah alokasi tetap.
| Aspek | TOEFL iBT | IELTS Academic |
|---|---|---|
| Penyelenggara | ETS | British Council, IDP, Cambridge |
| Total waktu | Sekitar 2 jam (perkiraan resmi ETS) | 2 jam 45 menit |
| Reading | 50 butir, waktu dasar 30 menit | 40 pertanyaan, 60 menit termasuk waktu transfer jawaban |
| Listening | 47 butir, waktu dasar 29 menit | 40 pertanyaan, sekitar 30 menit |
| Writing | 12 butir, waktu dasar 23 menit | 2 tugas, 60 menit |
| Speaking | 11 butir, waktu dasar 8 menit, direkam komputer | 11 sampai 14 menit, wawancara dengan penguji |
| Media pengerjaan | Komputer | Kertas atau komputer |
| Sifat soal | Adaptif, waktu dan butir bisa bervariasi | Tetap, semua peserta mengerjakan set yang sama |
Perhatikan satu hal dari tabel di atas: jumlah butir TOEFL terlihat jauh lebih banyak, tetapi durasinya lebih pendek. Itu bukan salah ketik. Format TOEFL terbaru memecah soal menjadi banyak butir kecil dan cepat, misalnya Complete the Words atau Listen and Repeat, sehingga satu butir bisa selesai dalam hitungan detik. IELTS memakai butir yang lebih panjang dan bacaan yang lebih tebal, jadi jumlahnya lebih sedikit tetapi tiap butir memakan waktu lebih lama.
Perbedaan Sistem Skor: Skala 1 sampai 6 versus Band 1 sampai 9
Ini bagian yang paling sering membuat calon peserta salah paham, apalagi karena TOEFL baru saja berubah. Sejak Januari 2026, ETS memperkenalkan skala skor baru dari 1 sampai 6 dengan kelipatan 0,5. Peluncuran resminya 21 Januari 2026.
Cara menghitungnya juga ikut berubah. Pada sistem lama, empat skor bagian (masing-masing 0 sampai 30) dijumlahkan menjadi total 0 sampai 120. Pada sistem baru, ETS menyatakan skor keseluruhan adalah rata-rata dari empat skor bagian, dibulatkan ke setengah band terdekat. Metode ini persis seperti cara IELTS menghitung overall band selama ini.
IELTS sendiri memakai skala 9 band. Skor bagian Listening dan Reading dihitung dari 40 jawaban, lalu dikonversi ke skala 9 band. Laman resmi IELTS juga mencatat bahwa jumlah poin yang dibutuhkan untuk mencapai band tertentu bisa sedikit berbeda antarversi tes, karena tiap set soal punya tingkat kesulitan yang tidak identik. Overall band adalah rata-rata empat skor bagian yang dibulatkan ke setengah band terdekat, dengan aturan pembulatan: rata-rata berakhiran 0,25 dibulatkan naik ke setengah band berikutnya, dan 0,75 dibulatkan naik ke band bulat berikutnya.
| Aspek penilaian | TOEFL iBT (sejak 21 Januari 2026) | IELTS |
|---|---|---|
| Skala skor | 1 sampai 6, kelipatan 0,5 | 1 sampai 9 (band 0 berarti tidak dikerjakan), kelipatan 0,5 |
| Cara skor akhir dihitung | Rata-rata empat skor bagian, dibulatkan ke setengah band terdekat | Rata-rata empat skor bagian, dibulatkan ke setengah band terdekat |
| Laporan tambahan | Level CEFR dan perkiraan skor sepadan pada skala 0 sampai 120 selama masa transisi dua tahun | Skor tiap bagian dan overall band pada Test Report Form |
| Masa berlaku | 2 tahun | Direkomendasikan maksimal 2 tahun |
| Hasil keluar | Tersedia di akun ETS 3 hari setelah tanggal tes | 1 sampai 5 hari (berbasis komputer), sampai 13 hari (berbasis kertas) |
Kabar baik buat kamu yang lagi mendaftar: ETS tidak membiarkan institusi kebingungan. Selama masa transisi dua tahun sampai Januari 2028, laporan skor TOEFL memuat tiga informasi sekaligus, yaitu level CEFR, skor 1 sampai 6 untuk keseluruhan dan tiap bagian, serta skor sepadan pada skala 0 sampai 120. Jadi kalau kampus tujuan kamu masih menulis syarat "TOEFL iBT 80", laporan kamu tetap bisa dibaca tanpa perlu konversi manual.
Bisakah Skor TOEFL dan IELTS Dibandingkan Langsung
Secara resmi, ETS menerbitkan tabel perbandingan yang menyandingkan skor IELTS dengan skor TOEFL pada skala baru untuk tes yang diselenggarakan setelah 21 Januari 2026. Skala baru TOEFL juga dipetakan langsung ke level CEFR, dari level 1 yang setara A1 sampai level 6 yang setara C2. Jadi ya, ada jembatan resminya.
Meski begitu, jangan memperlakukan tabel konversi sebagai janji. Konversi adalah perkiraan statistik antara dua tes yang mengukur hal serupa dengan cara berbeda, bukan rumus tukar mata uang. Kalau kampus tujuan kamu menetapkan syarat dalam band IELTS, cara paling aman tetap mengikuti tes IELTS, bukan mengikuti TOEFL lalu mengirim hasil konversi dan berharap diterima. Sebaliknya juga berlaku.
Yang lebih berguna daripada menghafal tabel konversi adalah memahami satu hal ini: karena kedua tes kini sama-sama merata-ratakan empat bagian, satu bagian yang jeblok akan menyeret skor keseluruhan kamu. Kalau Listening kamu bagus tetapi Writing tertinggal jauh, rata-ratanya tetap turun. Persiapan yang seimbang lebih menguntungkan daripada mengasah satu keterampilan sampai sempurna sambil membiarkan yang lain.
Perbedaan Bagian Speaking: Rekaman versus Wawancara
Buat banyak peserta Indonesia, inilah faktor penentu sebenarnya. Di TOEFL iBT, kamu berbicara ke mikrofon. Tidak ada lawan bicara, tidak ada tatapan mata, tidak ada anggukan yang menandakan kamu di jalur yang benar. Ada instruksi, ada waktu persiapan singkat, lalu kamu bicara sampai waktu habis. Format terbarunya bahkan memasukkan tugas Listen and Repeat dan Take an Interview, yang menuntut respons cepat dan alami.
Di IELTS, Speaking berupa percakapan dengan penguji manusia selama 11 sampai 14 menit. Kamu akan diminta memperkenalkan diri, membahas topik yang sudah ditentukan, lalu berdiskusi lebih dalam. Penguji bisa menyusun ulang pertanyaan kalau kamu tampak bingung, dan kamu boleh meminta klarifikasi.
Mana yang lebih mudah? Jawabannya sepenuhnya tergantung kepribadian kamu, dan ini bukan basa-basi. Sebagian orang justru lebih tenang bicara ke layar karena tidak ada penilaian sosial yang terasa. Sebagian lain justru kaku total begitu tahu suaranya direkam, dan baru lancar kalau ada manusia di depannya. Kalau kamu belum tahu masuk kelompok mana, coba tes sederhana: rekam diri kamu bicara bahasa Inggris selama dua menit tentang topik acak, lalu minta teman mengajak kamu ngobrol topik yang sama selama dua menit. Bandingkan mana yang hasilnya lebih lancar. Itu petunjuk yang jauh lebih berguna daripada membaca sepuluh artikel perbandingan.
Yang jelas, kedua format sama-sama menilai empat hal serupa. Laman IELTS menyebut Speaking dinilai dari fluency and coherence, lexical resource, grammatical range and accuracy, serta pronunciation, dengan bobot yang sama untuk tiap kriteria.
Perbedaan Bagian Writing dan Apa yang Sebenarnya Dinilai
Writing IELTS memakai empat kriteria penilaian: task achievement (untuk Task 1) dan task response (untuk Task 2), coherence and cohesion, lexical resource, serta grammatical range and accuracy. Task 2 berbobot lebih besar daripada Task 1. Artinya kalau waktu kamu mepet, mengorbankan Task 2 adalah keputusan yang mahal.
Writing TOEFL terbaru punya struktur yang berbeda. Alih-alih dua esai panjang, bagiannya terdiri dari Build a Sentence, Write an Email, dan Write for an Academic Discussion. Tugas menulis email itu menarik karena menguji register bahasa: kamu harus tahu kapan menulis formal dan kapan boleh santai, sesuatu yang jarang diajarkan di kelas bahasa Inggris sekolah.
Kesalahan paling umum di kedua tes sebetulnya sama, dan tidak ada hubungannya dengan kosakata sulit. Peserta menulis panjang tanpa menjawab pertanyaan, atau menumpuk kalimat kompleks yang justru berantakan tata bahasanya. Penilai tidak mencari kalimat paling rumit, mereka mencari jawaban yang jelas, terstruktur, dan konsisten. Kalimat sederhana yang benar selalu lebih bernilai daripada kalimat rumit yang salah.
Patokan praktis: karena skor akhir kedua tes kini sama-sama rata-rata empat bagian, naikkan bagian terlemah kamu satu tingkat dulu sebelum mengejar kesempurnaan di bagian terkuat. Menaikkan bagian terlemah dari 5,0 ke 6,0 pada IELTS menambah 0,25 pada rata-rata, sedangkan menaikkan bagian terkuat dari 8,0 ke 8,5 hanya menambah 0,125.
Masa Berlaku, Waktu Hasil Keluar, dan Biaya
Masa berlaku keduanya praktis sama. ETS menyatakan skor TOEFL iBT berlaku 2 tahun. IELTS menyatakan pihaknya merekomendasikan hasil IELTS menunjukkan kemampuan bahasa Inggris peserta untuk maksimal dua tahun, dengan alasan fenomena kemunduran kemampuan bahasa kedua yang dikenal sebagai attrition. IELTS juga menyarankan institusi hanya menerima hasil yang lebih tua dari dua tahun bila disertai bukti bahwa peserta aktif memelihara atau meningkatkan kemampuannya.
Waktu hasil keluar sedikit berbeda. ETS menyatakan skor tersedia di akun ETS kamu 3 hari setelah tanggal tes. IELTS mencantumkan 1 sampai 5 hari untuk tes berbasis komputer dan sampai 13 hari untuk tes berbasis kertas. Kalau tenggat pendaftaran kamu ketat, selisih ini bukan detail sepele, dan tes berbasis kertas sebaiknya dihindari.
Soal biaya, sengaja tidak dicantumkan angkanya di sini. Biaya TOEFL dan IELTS berbeda per negara, bahkan bisa berbeda antarpusat tes di kota yang sama, dan berubah tanpa pengumuman besar. Menyebut satu angka rupiah di artikel yang dibaca sepanjang tahun justru berisiko menyesatkan kamu. Cek langsung halaman pendaftaran ETS untuk TOEFL dan laman British Council atau IDP untuk IELTS, lalu bandingkan biaya di kota kamu pada tanggal kamu berencana mendaftar. Perhitungkan juga biaya tersembunyi seperti pengiriman skor tambahan, penjadwalan ulang, dan transportasi ke lokasi tes.
Jangan Tertukar: TOEFL iBT, TOEFL ITP, dan Prediction Test
Ini jebakan klasik yang memakan korban setiap tahun di Indonesia. Nama "TOEFL" dipakai untuk beberapa produk yang sangat berbeda, dan tidak semuanya diterima untuk keperluan yang sama.
TOEFL iBT adalah tes internasional berbasis internet yang dibahas di artikel ini, mencakup empat keterampilan termasuk Speaking dan Writing. Inilah yang biasanya dimaksud kalau syarat pendaftaran menulis "TOEFL" untuk kuliah luar negeri. Penjelasan lengkapnya bisa kamu baca di artikel TOEFL iBT adalah.
TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah tes institusional yang formatnya berbeda dan umumnya dipakai untuk keperluan internal kampus atau instansi di dalam negeri, misalnya syarat wisuda atau seleksi internal. Banyak beasiswa dalam negeri menerimanya, tetapi banyak universitas luar negeri tidak. Bedanya dijelaskan lebih rinci di TOEFL ITP, dan gambaran umum keluarga tes TOEFL ada di TOEFL adalah.
Lalu ada "TOEFL Prediction" atau "TOEFL-like" yang diselenggarakan lembaga kursus. Ini simulasi, bukan tes resmi, dan sertifikatnya biasanya tidak diakui untuk pendaftaran resmi. Berguna untuk mengukur posisi kamu sebelum mendaftar tes asli, tetapi jangan sampai kamu membayar tes prediksi lalu baru sadar yang diminta adalah tes resmi.
Sebelum membayar apa pun, salin persis kalimat syarat bahasa Inggris dari laman program tujuan kamu ke catatan. Kalau tertulis "TOEFL iBT", tes ITP tidak akan diterima. Kalau tertulis "IELTS Academic", hasil General Training tidak akan diterima. Satu menit membaca ulang bisa menyelamatkan biaya pendaftaran satu tes penuh.
Pilih Mana: Panduan Berdasarkan Situasi Kamu
Setelah semua rincian di atas, keputusannya sebenarnya bisa disederhanakan menjadi beberapa pertanyaan.
Pertama, apa yang diminta tujuan kamu? Kalau program tujuan hanya menyebut satu tes, pertanyaan ini sudah selesai dan sisanya tidak relevan. Ikuti yang diminta.
Kedua, kamu lebih nyaman bicara ke manusia atau ke mikrofon? Kalau kamu tipe yang butuh umpan balik wajah lawan bicara untuk merasa lancar, IELTS memberi kamu keuntungan psikologis nyata. Kalau kamu justru gugup dinilai orang secara langsung, format rekaman TOEFL bisa lebih ramah.
Ketiga, telinga kamu lebih terbiasa aksen apa? Kalau referensi bahasa Inggris kamu selama ini serial dan YouTube Amerika, materi TOEFL akan terasa lebih familiar. Kalau kamu banyak mengonsumsi konten British atau Australia, IELTS terasa lebih alami.
Keempat, seberapa kuat stamina kamu? TOEFL selesai sekitar dua jam dalam satu duduk, tetapi padat dan adaptif. IELTS lebih panjang tetapi ritmenya lebih longgar, dan Speaking-nya bisa dijadwalkan terpisah.
Kelima, kapan tenggat kamu? Kalau berkas harus dikirim dalam dua minggu, TOEFL dengan hasil 3 hari atau IELTS berbasis komputer dengan hasil 1 sampai 5 hari adalah pilihan yang masuk akal. IELTS berbasis kertas dengan tunggu sampai 13 hari terlalu berisiko.
Cara Menyiapkan Diri Tanpa Membuang Waktu
Apa pun pilihan kamu, pola persiapan yang berhasil biasanya mirip. Mulai dengan satu simulasi utuh dalam kondisi sungguhan: timer menyala, ponsel jauh, tidak ada jeda tambahan. Hasilnya bukan untuk dibanggakan atau disesali, melainkan untuk tahu bagian mana yang paling lemah.
Setelah itu, alokasikan waktu belajar secara tidak merata. Berikan porsi terbesar ke bagian terlemah, karena di situlah kenaikan skor paling murah didapat. Bagian yang sudah kuat cukup dipelihara dengan latihan ringan agar tidak berkarat.
Latih Speaking dengan cara yang sesuai formatnya. Untuk TOEFL, biasakan merekam diri sendiri dan mendengarkan ulang, sekaku apa pun rasanya di awal. Untuk IELTS, cari teman latihan atau tutor agar terbiasa merespons pertanyaan susulan yang tidak bisa kamu tebak.
Untuk Reading dan Listening, kuncinya bukan menghafal kosakata sebanyak-banyaknya, melainkan membiasakan diri menangkap gagasan utama dengan cepat. Baca artikel berbahasa Inggris setiap hari, sekitar 20 menit saja, dan biasakan meringkas isinya dalam dua kalimat tanpa membuka kembali teksnya. Kebiasaan kecil ini bekerja lebih baik daripada belajar mati-matian seminggu sebelum ujian.
Terakhir, siapkan juga sisi non-teknisnya. Tidur cukup malam sebelumnya, datang lebih awal ke lokasi tes, dan pastikan dokumen identitas sesuai ketentuan penyelenggara. Kalau kamu terbiasa menenangkan diri dengan cara tertentu sebelum ujian, termasuk membaca doa sebelum ujian, jadikan itu bagian dari rutinitas agar hari-H terasa seperti latihan biasa. Buat kamu yang berlatih memakai bank soal dan tryout di Target Lulus, biasakan mengerjakannya dengan timer menyala sejak awal supaya tekanan waktu tidak jadi kejutan.
Perbedaan TOEFL dan IELTS pada akhirnya bukan soal mana yang lebih gampang, karena keduanya menguji hal yang sama dengan cara berbeda. Yang membedakan hasil kamu adalah seberapa cocok format tesnya dengan kebiasaan belajar kamu, dan seberapa konsisten kamu berlatih di keempat keterampilan. Pilih satu, tekuni formatnya, lalu berhenti membanding-bandingkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mana yang lebih mudah, TOEFL atau IELTS?
Tidak ada yang secara objektif lebih mudah karena keduanya mengukur empat keterampilan yang sama dengan standar internasional. Yang membedakan adalah kecocokan format dengan kebiasaan kamu. Peserta yang gugup diwawancara biasanya lebih nyaman dengan Speaking TOEFL yang direkam komputer, sedangkan peserta yang butuh lawan bicara biasanya lebih lancar di Speaking IELTS yang berupa wawancara.
Berapa lama waktu pengerjaan TOEFL iBT dan IELTS?
Laman resmi ETS meminta peserta menyediakan waktu sekitar dua jam untuk menyelesaikan TOEFL iBT, dengan catatan bahwa tes bersifat adaptif sehingga waktu dan jumlah butir bisa bervariasi. IELTS Academic berdurasi 2 jam 45 menit, terdiri dari Listening sekitar 30 menit, Reading 60 menit, Writing 60 menit, dan Speaking 11 sampai 14 menit.
Apakah skor TOEFL masih 0 sampai 120?
Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT melaporkan skor pada skala 1 sampai 6 dengan kelipatan 0,5, dan skor keseluruhan dihitung sebagai rata-rata empat skor bagian yang dibulatkan ke setengah band terdekat. Selama masa transisi dua tahun, laporan skor tetap memuat level CEFR dan skor sepadan pada skala 0 sampai 120, sehingga institusi yang masih memakai patokan lama tetap bisa membacanya.
Berapa lama skor TOEFL dan IELTS berlaku?
ETS menyatakan skor TOEFL iBT berlaku 2 tahun. IELTS merekomendasikan hasilnya menunjukkan kemampuan bahasa Inggris peserta untuk maksimal dua tahun, dengan alasan kemunduran kemampuan bahasa kedua atau attrition. Karena itu sebaiknya kamu mengikuti tes ketika jadwal pendaftaran sudah jelas, bukan jauh-jauh hari sebelum ada rencana konkret.
Apa bedanya IELTS Academic dan IELTS General Training?
IELTS Academic ditujukan untuk kamu yang akan kuliah di negara berbahasa Inggris, sedangkan General Training ditujukan untuk migrasi atau pelatihan dan studi di bawah jenjang sarjana. Laman resmi IELTS menyatakan bagian Speaking dan Listening kedua jalur sama persis, dan yang berbeda hanya bagian Reading serta Writing. Pastikan kamu mendaftar jalur yang diminta institusi tujuan.
Apakah TOEFL ITP bisa dipakai untuk daftar kuliah luar negeri?
Umumnya tidak. TOEFL ITP adalah tes institusional yang formatnya berbeda dari TOEFL iBT dan biasanya dipakai untuk keperluan internal kampus atau instansi di dalam negeri. Kalau syarat pendaftaran menyebut TOEFL iBT, sertifikat ITP tidak akan memenuhi syarat. Selalu baca ulang kata persis yang tertulis di laman resmi program tujuan kamu.
Berapa lama hasil TOEFL dan IELTS keluar?
ETS menyatakan skor TOEFL iBT tersedia di akun ETS kamu 3 hari setelah tanggal tes. Untuk IELTS, laman resminya mencantumkan 1 sampai 5 hari untuk tes berbasis komputer dan sampai 13 hari untuk tes berbasis kertas. Kalau tenggat pendaftaran kamu ketat, hindari memilih IELTS berbasis kertas.
Berapa biaya tes TOEFL dan IELTS?
Biaya kedua tes berbeda antarnegara dan bisa berbeda antarpusat tes, serta berubah dari waktu ke waktu, sehingga tidak tepat dipatok dengan satu angka. Cek langsung halaman pendaftaran resmi ETS untuk TOEFL dan laman British Council atau IDP untuk IELTS sesuai kota kamu. Perhitungkan juga biaya tambahan seperti pengiriman skor ekstra dan penjadwalan ulang.
Ditulis oleh
Tim Redaksi Target Lulus
Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.
Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.


