Beasiswa Perintis: Syarat, Cakupan, dan Cara Mendaftar
Beasiswa perintis adalah program bimbingan dan bantuan biaya kuliah dari Rumah Amal Salman bagi siswa kelas 12 SMA sederajat dari keluarga prasejahtera yang ingin masuk PTN unggulan seperti ITB, UI, UGM, IPB, dan Unpad. Panduan ini merangkum syarat pendaftaran, dokumen yang dibutuhkan, cakupan bantuan, tahapan seleksi, kampus mitra, dan cara daftar beasiswa perintis secara lengkap dan berdasar sumber resmi.

Beasiswa perintis adalah program beasiswa bimbingan persiapan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) unggulan yang diselenggarakan oleh Rumah Amal Salman, lembaga amil zakat yang berbasis di Bandung dan berafiliasi dengan Masjid Salman ITB. Program ini dirancang khusus untuk siswa kelas 12 SMA sederajat atau alumni gap year dari keluarga prasejahtera (dhuafa) yang berprestasi dan punya tekad kuat melanjutkan kuliah ke PTN favorit, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan puluhan kampus mitra lainnya.
Secara garis besar, beasiswa perintis menggabungkan dua hal: bimbingan belajar intensif untuk menghadapi Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) atau jalur mandiri, dan dukungan finansial berupa biaya kuliah plus uang saku bagi peserta yang berhasil lolos ke PTN pilihan. Laman resmi program menyebut visinya sebagai upaya membentuk "leading figure yang berbudi, unggul, dan berdaya saing global" dari kalangan siswa dhuafa berprestasi di seluruh Indonesia. Menurut catatan Rumah Amal Salman, program ini telah membantu lebih dari 1.500 siswa dari berbagai daerah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Kalau kamu sedang mencari cara meringankan beban biaya kuliah sambil tetap mendapat pendampingan serius menghadapi UTBK, artikel ini merangkum syarat pendaftaran, dokumen yang dibutuhkan, cakupan bantuan, kampus mitra, tahapan seleksi, dan cara mendaftar beasiswa perintis secara lengkap, berdasarkan laman resmi program dan sumber media yang sudah diverifikasi.
Apa Itu Beasiswa Perintis?
Beasiswa perintis adalah beasiswa bimbingan persiapan masuk PTN unggulan bagi siswa kelas 12 SMA sederajat, bukan sekadar bantuan dana kuliah biasa. Bedanya dengan program beasiswa pada umumnya, peserta yang lolos seleksi awal dulu masuk fase pembinaan dan latihan soal sebelum SNBT, baru kemudian mendapat dukungan biaya kuliah setelah benar-benar diterima di PTN mitra. Program ini termasuk salah satu inisiatif unggulan Rumah Amal Salman di bidang pendidikan, didanai dari zakat, infak, dan sedekah para donatur.
Salah satu penerima beasiswa perintis 2024, Selfi Nurfitriani, mahasiswa Rekayasa Pertanian ITB, menceritakan pengalamannya lewat rilis resmi yang dikutip Kompas.com. "Sebelumnya saya takut punya mimpi tinggi karena merasa kondisi saya tidak mendukung. Tapi lewat Beasiswa Perintis, saya belajar bahwa perjuangan itu indah, dan mimpi layak diperjuangkan," ujarnya. Ia menambahkan, selain dukungan finansial, program ini juga memberi dukungan moral dan lingkungan yang memotivasi pertumbuhan diri peserta.
Karena sifatnya program bimbingan sekaligus beasiswa lanjutan, penting kamu pahami sejak awal bahwa lolos tahap bimbingan belajar (Learning Camp) tidak otomatis berarti kamu pasti diterima di PTN incaran. Kelulusan tetap ditentukan lewat jalur SNBT atau seleksi mandiri PTN, bukan oleh panitia beasiswa. Peran beasiswa perintis di sini adalah membekali kamu dengan pendampingan belajar dan mentoring supaya persiapanmu menghadapi ujian masuk lebih terarah.
Siapa Penyelenggara dan Sasaran Beasiswa Perintis?
Beasiswa perintis dikelola oleh Rumah Amal Salman, lembaga amil zakat (LAZ) yang beralamat di Jalan Gelap Nyawang Nomor 4, Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat. Lembaga ini menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah dari donatur untuk berbagai program sosial, dan beasiswa perintis menjadi salah satu program pendidikan andalannya.
Sasaran utama program ini, menurut laman resmi, adalah "siswa/i yang berprestasi dari kaum dhuafa" yang diseleksi dan dibina supaya siap mengikuti seleksi masuk PTN. Dua hal jadi penilaian utama panitia: kondisi ekonomi keluarga yang memang membutuhkan bantuan, dan prestasi akademik maupun non-akademik yang menunjukkan potensi peserta untuk bersaing di jalur SNBT atau jalur mandiri PTN.
Karena sumber dananya dari zakat, beasiswa perintis tidak memungut biaya apa pun dari peserta, baik saat pendaftaran, mengikuti bimbingan belajar, maupun setelah diterima kuliah. Kalau kamu menemukan pihak yang mengaku panitia beasiswa perintis dan meminta sejumlah uang dengan dalih apa pun, sebaiknya kamu waspada dan konfirmasi langsung ke kanal resmi Rumah Amal Salman lewat WhatsApp atau media sosial terverifikasi.
Yang perlu kamu ingat, beasiswa perintis bukan cuma soal uang kuliah. Program ini dimulai dari bimbingan belajar intensif untuk semua peserta terpilih, baru dilanjutkan dengan bantuan UKT dan uang saku setelah kamu benar-benar diterima di PTN mitra lewat SNBT atau jalur mandiri. Pendaftaran dan seluruh rangkaian program juga tidak dipungut biaya karena sumber dananya berasal dari zakat, infak, dan sedekah donatur.
Syarat Pendaftaran Beasiswa Perintis
Berdasarkan syarat yang berlaku untuk gelombang pendaftaran angkatan 2026 (dirilis Rumah Amal Salman lewat Kompas.com dan dirangkum ulang beberapa laman edukasi), berikut kriteria umum calon peserta beasiswa perintis:
- Siswa/siswi SMA sederajat kelas 12, atau alumni gap year yang masih punya kesempatan mengikuti SNBT pada tahun ajaran berjalan.
- Tidak sedang menempuh pendidikan tinggi di universitas, institut, akademi, ma'had, atau perguruan tinggi lain mana pun.
- Berdomisili di Indonesia dan berkewarganegaraan Indonesia (WNI).
- Memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan/desa, atau Kartu Indonesia Pintar (KIP), sebagai bukti kondisi ekonomi keluarga prasejahtera.
- Memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan ke PTN unggulan di seluruh Indonesia, yang biasanya digali lewat esai motivasi atau sesi wawancara pada tahapan seleksi.
- Bersedia mengikuti syarat administratif kepesertaan, seperti follow akun Instagram, TikTok, dan YouTube resmi @beasiswaperintis, memasang twibbon di akun pribadi, dan menyebarkan informasi program ke komunitas sekitar.
Karena rincian syarat bisa sedikit berubah tiap angkatan, misalnya rentang tahun gap year yang diperbolehkan atau jumlah grup yang wajib kamu ajak share informasi, kamu tetap perlu mengecek pengumuman resmi terbaru di beasiswaperintis.rumahamal.org sebelum mendaftar. Ini penting supaya kamu tidak salah paham soal kelayakan dan tidak gagal di tahap administrasi hanya karena melewatkan satu syarat kecil.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Selain syarat administratif di atas, kamu juga perlu menyiapkan berkas pendukung untuk diunggah saat mendaftar secara online. Berkas yang umum diminta pada formulir pendaftaran beasiswa perintis meliputi:
- Kartu identitas diri, berupa KTP atau kartu pelajar yang masih berlaku.
- Rapor sekolah dari semester-semester terakhir, sebagai bukti rekam jejak akademik.
- Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan/desa, atau salinan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
- Sertifikat prestasi akademik maupun non-akademik kalau ada, misalnya juara lomba, sertifikat organisasi, atau pengalaman kepanitiaan.
- Pas foto terbaru sesuai format yang diminta formulir pendaftaran.
Siapkan semua dokumen ini dalam bentuk file digital, hasil pindaian atau foto yang jelas dan tidak buram, sebelum mulai mengisi formulir. Cara ini bikin proses pendaftaran online tidak terhambat gara-gara berkas belum siap saat mepet tenggat. Pastikan juga ukuran file sesuai batas maksimal yang ditentukan sistem pendaftaran, dan nama file mudah dikenali supaya tidak keliru saat mengunggah.
Khusus untuk SKTM, kamu perlu mengurusnya ke kantor kelurahan atau desa sesuai domisili, dan proses ini kadang butuh waktu beberapa hari kerja. Jangan menunggu sampai mendekati batas akhir pendaftaran untuk mengurus dokumen ini, karena keterlambatan berkas administrasi jadi salah satu alasan paling umum pendaftar gagal di tahap awal seleksi.
Cakupan Bantuan Beasiswa Perintis
Bantuan beasiswa perintis dirancang bertahap, mengikuti perjalanan peserta dari masa bimbingan sebelum SNBT sampai masa kuliah di PTN. Secara garis besar, ada tiga jenis dukungan yang bakal kamu terima kalau lolos seleksi dan konsisten mengikuti program, sebagaimana dijelaskan pada laman resmi dan dirangkum ulang oleh Dealls.
| Tahap Bantuan | Untuk Siapa | Bentuk Bantuan |
|---|---|---|
| Beasiswa Bimbingan Belajar (Learning Camp) | Semua peserta yang lolos seleksi awal, kelas 12 atau gap year | Pendampingan mentor, latihan soal UTBK, try out berkala, konsultasi psikolog untuk menggali minat dan bakat |
| Beasiswa Uang Saku dan Kuliah | Peserta Learning Camp yang diterima di PTN mitra | Pembiayaan UKT (penuh atau sebagian) dan uang saku bulanan selama masa studi |
| Pembinaan dan Pengembangan Diri (Perintis Leadership Program) | Mahasiswa penerima beasiswa yang aktif kuliah | Pelatihan kepemimpinan, manajemen waktu, keterampilan komunikasi, dan jejaring nasional |
Poin penting yang perlu digarisbawahi, uang saku bulanan dan pembiayaan UKT baru diberikan setelah peserta Learning Camp dinyatakan diterima di salah satu PTN mitra lewat jalur SNBT atau jalur mandiri. Jadi bimbingan belajar adalah tahap awal untuk semua peserta terpilih, sementara dukungan finansial kuliah adalah bantuan lanjutan khusus bagi yang berhasil tembus PTN. Sejumlah laman rujukan menyebut durasi pembiayaan berlangsung selama 4 tahun masa studi atau sampai peserta lulus, sesuai ketentuan yang berlaku pada angkatan masing-masing.
Soal nominal pasti uang saku bulanan, beberapa sumber menyebut angka yang berbeda-beda tiap tahunnya karena memang bisa berubah menyesuaikan anggaran donatur. Supaya kamu tidak keliru berharap pada angka yang sudah usang, sebaiknya konfirmasi nominal terbaru langsung ke panitia lewat kanal resmi saat kamu dinyatakan lolos, alih-alih mengandalkan angka yang beredar di internet.
Kampus Mitra Beasiswa Perintis
Beasiswa perintis tidak membatasi peserta hanya boleh mendaftar ke ITB, meskipun program ini dikelola lembaga yang berafiliasi dengan Masjid Salman ITB. Menurut rilis resmi Rumah Amal Salman yang dikutip Kompas.com, kampus mitra program ini mencakup Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), serta sekitar 20 kampus mitra lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Peserta bebas memilih PTN dan program studi sesuai minat, tanpa dibatasi bidang ilmu tertentu, selama kampus dan jalur masuk yang dipilih termasuk dalam cakupan kerja sama program. Fleksibilitas ini penting kamu pahami, karena artinya kamu tidak wajib bercita-cita kuliah di ITB saja supaya bisa ikut beasiswa perintis. Kamu bisa menargetkan PTN lain yang jadi kampus mitra sesuai jurusan impianmu, mulai dari sains, teknik, kedokteran, sampai ilmu sosial dan humaniora.
Karena daftar kampus mitra berpotensi berubah atau bertambah tiap angkatan, sebaiknya kamu cek kembali daftar resmi di laman pendaftaran sebelum menentukan PTN incaran. Ini supaya strategi belajar dan pilihan program studimu tetap relevan dengan cakupan beasiswa, dan kamu tidak salah menyusun rencana kalau ternyata kampus incaranmu belum termasuk kampus mitra pada angkatan yang kamu ikuti.
Tahapan Seleksi Beasiswa Perintis
Proses seleksi beasiswa perintis berjalan bertahap dan cukup ketat, mengingat jumlah pendaftar jauh melebihi kuota penerima tiap tahunnya. Sebagai gambaran pola tahapan yang lazim dipakai, berikut jadwal seleksi angkatan 2026 (untuk peserta SNBT 2026) yang dirilis resmi lewat Kompas.com pada 6 Agustus 2025.
| Tahapan Seleksi | Periode (Angkatan 2026, sebagai gambaran pola) |
|---|---|
| Pendaftaran online | Sampai dengan 26 September 2025 |
| Pengumpulan berkas | 27 September - 5 Oktober 2025 |
| Seleksi berkas | Sepanjang Oktober 2025 |
| Ujian tulis tahap 1 sampai 3 | 25 Oktober - 8 November 2025 |
| Wawancara | 18 - 28 November 2025 |
| Pembinaan Learning Camp bagi yang lolos | Pascawawancara, berlanjut menjelang SNBT |
Sebagai gambaran tingkat persaingan, pada pembukaan pendaftaran beasiswa perintis 2026, jumlah akun yang mendaftar sudah melampaui 2.500 orang hanya dalam satu pekan, dari target sekitar 45.000 pendaftar secara nasional. Jawa Barat tercatat jadi provinsi penyumbang pendaftar terbanyak, sekitar 700 orang dalam periode yang sama, menurut rilis Kepala Program Learning Camp Beasiswa Perintis 2026, Sekar Septiani. Angka ini menunjukkan kompetisi yang cukup tinggi, jadi persiapan berkas dan belajar sejak dini penting kamu lakukan.
Perlu digarisbawahi, jadwal di atas adalah jadwal untuk angkatan 2026 yang prosesnya sudah selesai. Sampai artikel ini ditulis, laman resmi Rumah Amal Salman sudah menampilkan pengumuman pendaftaran untuk Learning Camp angkatan berikutnya, tetapi rincian syarat dan jadwal lengkapnya belum dipublikasikan secara terbuka di halaman publik saat verifikasi dilakukan. Kalau kamu berencana daftar, pantau langsung beasiswaperintis.rumahamal.org atau akun Instagram resmi @beasiswaperintis untuk info tanggal buka dan tutup pendaftaran yang berlaku saat kamu membaca artikel ini, supaya kamu tidak terlambat atau salah mengacu jadwal tahun lalu.
Learning Camp dan Perintis Leadership Program
Dua istilah yang sering muncul di seputar beasiswa perintis adalah Learning Camp (LC) dan Perintis Leadership Program (PLP). Keduanya adalah dua fase berbeda dalam perjalanan peserta, dan penting kamu bedakan supaya tidak bingung saat membaca pengumuman resmi.
Learning Camp adalah program pendampingan materi dan latihan soal bersama mentor yang berlangsung ketika peserta masih duduk di kelas 12. Selama LC, peserta mendapat bimbingan intensif menghadapi UTBK, latihan soal terstandar, simulasi try out berkala, dan kesempatan konsultasi dengan psikolog untuk menggali minat dan potensi diri sebelum menentukan pilihan program studi. Tahap ini terbuka untuk semua peserta yang lolos seleksi berkas, wawancara, dan ujian tulis, terlepas dari jurusan atau PTN yang nanti dipilih.
Perintis Leadership Program adalah program lanjutan yang diperuntukkan bagi peserta terpilih yang sudah dinyatakan lolos masuk PTN mitra. Di tahap ini, dukungan finansial berupa UKT dan uang saku mulai berjalan, dibarengi dengan pembinaan bulanan yang mencakup pelatihan kepemimpinan, manajemen waktu, keterampilan komunikasi, hingga kesempatan membangun jejaring dengan sesama penerima beasiswa dari seluruh Indonesia.
Kabar baiknya, peserta yang sudah mengikuti Learning Camp dan diterima di PTN mitra tidak perlu mendaftar ulang atau mengikuti seleksi dari awal untuk masuk ke Perintis Leadership Program. Proses ini berlanjut otomatis sebagai satu rangkaian pembinaan sampai mahasiswa penerima menyelesaikan studinya, sehingga kamu tidak perlu khawatir kehilangan hak bantuan hanya karena lupa mendaftar ulang di tahap kedua.
Cara Mendaftar Beasiswa Perintis
Pendaftaran beasiswa perintis dilakukan sepenuhnya secara online lewat situs resmi Rumah Amal Salman. Berikut langkah umum yang perlu kamu ikuti berdasarkan alur pada laman resmi dan panduan pendaftaran yang beredar.
- Kunjungi laman resmi beasiswaperintis.rumahamal.org dan cari menu pendaftaran atau tombol daftar yang tertera di halaman utama.
- Buat akun baru dengan mengisi nama lengkap, email aktif, dan nomor WhatsApp, atau login memakai akun lama kalau kamu sudah pernah mendaftar sebelumnya.
- Lengkapi formulir data diri secara detail dan benar, termasuk asal sekolah dan pilihan program atau PTN yang diminati.
- Unggah seluruh dokumen yang diminta, seperti kartu pelajar, rapor, SKTM atau KIP, dan sertifikat prestasi kalau ada.
- Ikuti syarat administratif tambahan, misalnya follow akun media sosial resmi dan memasang twibbon, sesuai instruksi yang berlaku pada gelombang pendaftaran tersebut.
- Kirim formulir sebelum batas waktu yang ditentukan, lalu pantau email dan akun pendaftaranmu untuk info tahapan seleksi berikutnya.
Sebelum mengisi formulir pendaftaran, siapkan dulu semua dokumen dalam format digital, hasil pindaian atau foto yang jelas, dan simpan di satu folder khusus di HP atau laptopmu. Cara ini bikin proses unggah berkas di sistem pendaftaran online jauh lebih cepat, apalagi kalau jaringan internet di daerahmu kurang stabil menjelang tenggat waktu.
Selain lewat website resmi, kamu juga bisa memantau pengumuman lewat Instagram @beasiswaperintis, TikTok @beasiswa.perintis, dan kanal YouTube resmi program, atau menghubungi panitia lewat WhatsApp untuk pertanyaan seputar teknis pendaftaran. Jangan ragu bertanya langsung ke kanal resmi kalau ada instruksi formulir yang kurang jelas, daripada menebak-nebak sendiri dan berisiko salah unggah dokumen.
Tips Mempersiapkan Diri untuk Beasiswa Perintis
Karena jumlah pendaftar beasiswa perintis jauh melebihi kuota penerima, persiapan matang jadi kunci supaya berkas dan performamu di tahap seleksi maksimal. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan dari sekarang, tanpa jaminan pasti lolos karena keputusan akhir tetap ada di tangan panitia seleksi dan bergantung pada banyak faktor.
Pertama, lengkapi dokumen administratif jauh-jauh hari, terutama SKTM dari kelurahan yang biasanya butuh waktu proses beberapa hari kerja. Kedua, jaga konsistensi nilai rapor dan aktif di kegiatan ekstrakurikuler atau organisasi, karena rekam jejak ini jadi salah satu bahan penilaian panitia saat menyeleksi berkas. Ketiga, mulai latihan soal UTBK sejak dini, bukan hanya menunggu masuk Learning Camp, supaya kamu sudah punya gambaran materi dan pola soal yang diujikan saat bimbingan resmi dimulai.
Keempat, siapkan diri untuk tahap wawancara dengan berlatih menjelaskan motivasi dan rencana studimu secara jujur dan runtut. Panitia biasanya menilai kesungguhan dan konsistensi cerita, bukan hanya jawaban yang terdengar sempurna atau dihafalkan. Kelima, ikuti akun media sosial resmi program supaya kamu tidak ketinggalan informasi penting, termasuk perubahan jadwal atau syarat tambahan yang kadang diumumkan mendadak menjelang penutupan pendaftaran.
Terakhir, kalau kamu belum yakin lolos beasiswa perintis atau ingin punya opsi cadangan, tidak ada salahnya mempersiapkan diri lewat jalur beasiswa lain secara paralel, misalnya KIP Kuliah atau beasiswa dari kampus tujuan, supaya peluang melanjutkan kuliah tetap terbuka apa pun hasil seleksi beasiswa perintis nantinya.
Beasiswa Perintis vs Beasiswa Kuliah Lain: Mana yang Cocok untuk Kamu?
Beasiswa perintis bukan satu-satunya opsi bantuan biaya kuliah untuk siswa dari keluarga prasejahtera. Supaya kamu punya gambaran lebih luas dan bisa menyusun strategi pendaftaran yang lebih matang, berikut beberapa perbandingan singkat dengan program lain yang bisa jadi alternatif atau pelengkap.
KIP Kuliah adalah bantuan biaya pendidikan pemerintah yang juga menyasar siswa dari keluarga kurang mampu, dengan cakupan pembebasan biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup selama kuliah di PTN maupun PTS tertentu. Bedanya, KIP Kuliah tidak menyertakan program bimbingan belajar intensif sebelum SNBT seperti Learning Camp di beasiswa perintis, jadi kamu tetap perlu belajar mandiri atau ikut bimbingan lain untuk persiapan ujiannya. Karena sumber dananya berbeda, kamu berpotensi mendaftar keduanya sekaligus selama syarat dan jadwalnya tidak bentrok.
Beasiswa Unggulan dari Kemendikbudristek lebih fokus pada siswa dan mahasiswa berprestasi tanpa syarat ekonomi seketat beasiswa perintis, sehingga bisa jadi pilihan kalau kondisi keluargamu tidak memenuhi kriteria SKTM atau KIP tapi kamu tetap punya prestasi akademik maupun non-akademik yang menonjol.
Beasiswa Indonesia Maju menyasar siswa berbakat di bidang tertentu seperti akademik, seni, olahraga, atau vokasi, dengan pembinaan talenta khusus. Fokusnya sedikit berbeda dibanding beasiswa perintis yang lebih menitikberatkan pada kombinasi faktor ekonomi keluarga dan kesiapan menghadapi UTBK.
Kalau kamu belum yakin mau kuliah di PTN reguler dan tertarik pada opsi pendidikan kedinasan yang juga membebaskan biaya kuliah, kamu bisa cek juga pilihan sekolah kedinasan gratis sebagai jalur alternatif dengan skema seleksi dan ikatan dinas yang berbeda. Untuk gambaran lebih lengkap soal ragam beasiswa kuliah lain yang bisa kamu coba, targetlulus.com juga merangkum beberapa program populer supaya kamu tidak hanya bergantung pada satu jalur pendaftaran saja.
Intinya, tidak ada salahnya mendaftar ke lebih dari satu program beasiswa sekaligus, selama syarat dan jadwalnya tidak saling bentrok waktu, supaya peluangmu mendapat dukungan biaya kuliah tetap terbuka lebar meski satu jalur ternyata tidak berhasil.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Beasiswa Perintis?
Beasiswa Perintis adalah program beasiswa bimbingan persiapan masuk PTN unggulan yang diselenggarakan oleh Rumah Amal Salman, lembaga amil zakat yang berbasis di Bandung. Program ini menyasar siswa kelas 12 SMA sederajat dari keluarga prasejahtera yang berprestasi, dengan cakupan bimbingan UTBK sekaligus bantuan biaya kuliah bagi yang lolos masuk PTN mitra.
Siapa yang boleh mendaftar Beasiswa Perintis?
Pendaftar yang memenuhi syarat adalah siswa/siswi SMA sederajat kelas 12, atau alumni gap year yang masih punya kesempatan mengikuti SNBT tahun berjalan. Calon peserta juga harus memiliki SKTM atau KIP sebagai bukti kondisi ekonomi keluarga, berdomisili di Indonesia, berkewarganegaraan Indonesia, dan tidak sedang menempuh pendidikan tinggi di kampus mana pun.
Dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk mendaftar Beasiswa Perintis?
Dokumen yang umum diminta meliputi kartu identitas atau kartu pelajar, rapor sekolah, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP), serta sertifikat prestasi kalau ada. Siapkan semua berkas ini dalam format digital sebelum mengisi formulir pendaftaran online agar prosesnya tidak terhambat.
Berapa lama Beasiswa Perintis menanggung biaya kuliah?
Peserta yang lolos seleksi dan diterima di PTN mitra berhak mendapat dukungan biaya kuliah (UKT) dan uang saku bulanan selama masa studi, sejumlah sumber menyebutkan sampai 4 tahun atau hingga lulus, sesuai ketentuan yang berlaku pada angkatan masing-masing. Detail nominal dan durasi pasti sebaiknya dikonfirmasi langsung ke panitia karena bisa berbeda tiap tahun.
Apakah Beasiswa Perintis hanya untuk masuk ITB?
Tidak. Meski diselenggarakan oleh lembaga yang berafiliasi dengan Masjid Salman ITB, kampus mitra Beasiswa Perintis mencakup ITB, UI, UGM, IPB, Unpad, dan sekitar 20 kampus mitra lainnya di berbagai wilayah Indonesia. Peserta bebas memilih PTN dan program studi sesuai minat, selama kampus tersebut termasuk kampus mitra program.
Kapan pendaftaran Beasiswa Perintis dibuka?
Pada angkatan sebelumnya, untuk peserta SNBT 2026, pendaftaran dibuka sekitar akhir Juli hingga 26 September 2025. Jadwal pendaftaran angkatan berikutnya belum diumumkan lengkap sampai artikel ini ditulis, jadi pantau langsung laman resmi beasiswaperintis.rumahamal.org atau akun Instagram @beasiswaperintis untuk info terbaru.
Apa bedanya Beasiswa Perintis dengan KIP Kuliah?
Keduanya sama-sama menyasar siswa dari keluarga kurang mampu, tapi Beasiswa Perintis menyertakan program bimbingan belajar intensif (Learning Camp) sebelum SNBT, sementara KIP Kuliah adalah bantuan biaya kuliah dari pemerintah tanpa program bimbingan belajar tersendiri. Kamu bisa saja mendaftar keduanya sekaligus, selama syarat dan jadwalnya tidak bentrok.
Bagaimana cara mendaftar Beasiswa Perintis?
Pendaftaran dilakukan online lewat situs resmi beasiswaperintis.rumahamal.org, mulai dari membuat akun, mengisi formulir data diri, mengunggah dokumen yang diminta, sampai mengikuti syarat administratif seperti follow akun media sosial resmi. Setelah pendaftaran ditutup, peserta yang lolos seleksi berkas akan lanjut ke tahap ujian tulis dan wawancara.
Ditulis oleh
Tim Redaksi Target Lulus
Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.
Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.


