Target Lulus
Info CPNS8 Agustus 2026

TWK Adalah Tes Wawasan Kebangsaan: Materi, Bobot, dan Ambang Batasnya

TWK adalah Tes Wawasan Kebangsaan, salah satu dari tiga subtes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS bersama TIU dan TKP. Artikel ini membedah posisi TWK di SKD, lima materi yang diujikan, jumlah soal dan bobot nilainya, sistem penilaian yang berbeda dari TKP, nilai ambang batas beserta konsekuensinya, tipe soal yang sering muncul, kesalahan umum peserta, sampai strategi belajar dan sumber belajar yang sah.

TWK Adalah Tes Wawasan Kebangsaan: Materi, Bobot, dan Ambang Batasnya

TWK adalah singkatan dari Tes Wawasan Kebangsaan, salah satu dari tiga subtes yang diujikan pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam pengadaan Pegawai Negeri Sipil. Dua subtes lainnya adalah Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Ketiganya dikerjakan dalam satu sesi ujian berbasis komputer, dan hasilnya menentukan apakah kamu berhak melaju ke Seleksi Kompetensi Bidang.

Banyak pelamar menganggap TWK sekadar tes hafalan Pancasila dan UUD 1945. Anggapan itu membuat mereka menyiapkan TWK belakangan, padahal justru di subtes inilah cukup banyak peserta tersandung. Alasannya bukan karena soalnya paling sulit, melainkan karena cakupan materinya luas dan sistem penilaiannya tidak memberi kompensasi apa pun untuk jawaban yang salah. Artikel ini membedah TWK dari dasar hukumnya, materi yang diujikan, cara penilaiannya, sampai strategi mengerjakannya saat hari ujian.

Posisi TWK di Antara TIU dan TKP

Dasar hukum keberadaan TWK ada di PermenPANRB No. 6 Tahun 2024 tentang Pengadaan Pegawai Aparatur Sipil Negara. Pasal 30 ayat (3) menyebut bahwa SKD meliputi tiga hal: tes wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum, dan tes karakteristik pribadi. Pasal 30 ayat (1) menegaskan SKD dijalankan menggunakan CAT BKN, yaitu sistem ujian berbasis komputer milik Badan Kepegawaian Negara.

Masing-masing subtes punya tujuan berbeda. TWK mengukur pemahaman dan penghayatan kamu terhadap nilai-nilai kebangsaan Indonesia. TIU mengukur kemampuan berpikir verbal, numerik, dan figural. TKP mengukur kecenderungan perilaku kamu dalam situasi kerja. Karena tujuannya berbeda, cara mempersiapkannya juga tidak bisa disamakan. TIU butuh latihan pola dan kecepatan, TKP butuh pemahaman perilaku ideal seorang pelayan publik, sedangkan TWK butuh penguasaan materi yang benar-benar dipelajari, bukan sekadar diintuisikan.

Satu hal yang sering diabaikan: karena PermenPANRB 6/2024 Pasal 30 ayat (1) menjadikan CAT BKN sebagai metode pelaksanaannya, kamu tidak akan mengisi lembar jawaban kertas, dan skormu muncul segera setelah seluruh soal selesai dikerjakan. Kalau kamu belum terbiasa dengan antarmukanya, pelajari dulu cara kerja sistem CAT BKN sebelum masuk ruang ujian, supaya waktu berhargamu tidak habis untuk beradaptasi dengan tampilan layar.

Komposisi SKD: Jumlah Soal dan Bobot Nilai TWK

Angka pasti jumlah soal, bobot nilai, dan nilai ambang batas tidak diatur di dalam Peraturan Menteri. PermenPANRB 6/2024 Pasal 43 ayat (3) secara tegas mendelegasikan penetapan Nilai Ambang Batas kepada Keputusan Menteri, dan Pasal 43 ayat (2) menyatakan ketentuan kelulusan seleksi juga ditetapkan dengan Keputusan Menteri. Konsekuensinya, angka-angka ini bisa berubah dari satu tahun anggaran ke tahun anggaran berikutnya.

Berikut komposisi SKD sebagaimana dipublikasikan Kementerian PANRB pada laman resminya, merujuk Keputusan Menteri PANRB No. 651 Tahun 2023 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan PNS Tahun Anggaran 2023. Untuk seleksi CPNS Tahun Anggaran 2024, BKN menyatakan ketentuan SKD diatur lewat Keputusan Menteri PANRB No. 321 Tahun 2024.

SubtesJumlah soalBobot nilaiSkor maksimalAmbang batas (kebutuhan umum)
TWK (Tes Wawasan Kebangsaan)30 soalBenar 5, salah atau tidak menjawab 015065
TIU (Tes Intelegensia Umum)35 soalBenar 5, salah atau tidak menjawab 017580
TKP (Tes Karakteristik Pribadi)45 soalTerendah 1, tertinggi 5, tidak menjawab 0225166
Total SKD110 soalDurasi 100 menit550Ketiganya wajib terpenuhi

Perhatikan proporsinya. TWK menyumbang 30 dari 110 soal, atau sekitar 27 persen jumlah soal, dan 150 dari 550 skor maksimal. Kelihatan bukan porsi terbesar. Namun ambang batas 65 dari skor maksimal 150 berarti kamu perlu mengamankan setidaknya 13 jawaban benar dari 30 soal. Tidak besar dalam persentase, tapi cukup untuk memulangkan pelamar yang menyiapkan TWK asal-asalan.

Poin kunci: TWK adalah satu dari tiga subtes SKD, bukan tes terpisah. Kamu tidak bisa menukar kelebihan skor TIU untuk menutupi kekurangan skor TWK, karena setiap subtes punya ambang batasnya sendiri yang harus dilewati.

Lima Materi yang Diujikan di TWK

Kementerian PANRB merinci materi TWK ke dalam lima kelompok. Kelompok inilah yang menjadi kisi-kisi resmi, dan semua soal TWK yang sah bersumber dari lima area ini. Kalau kamu menemukan bahan latihan yang mengujikan topik di luar kelima materi ini, bahan tersebut kemungkinan besar tidak mengikuti ketentuan resmi.

Materi TWKCakupanFokus belajar yang disarankan
NasionalismeKemampuan mewujudkan kepentingan nasional lewat cita-cita dan tujuan bersama sambil mempertahankan identitas nasionalSejarah pergerakan nasional, simbol negara, wawasan nusantara, sikap terhadap keberagaman
IntegritasKejujuran, ketangguhan, komitmen, dan konsistensi sikap untuk mencapai tujuan nasionalStudi kasus benturan kepentingan, gratifikasi, kode etik ASN, konsistensi ucapan dan tindakan
Bela negaraPeran aktif mempertahankan eksistensi bangsa dan negaraBentuk bela negara non-militer, ketahanan nasional, peran warga negara di masa damai
Pilar negaraPemahaman dan pengamalan nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal IkaIsi dan amandemen UUD 1945, lembaga negara dan kewenangannya, penerapan sila Pancasila
Bahasa negaraKemampuan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegaraEjaan baku, kalimat efektif, kata baku dan tidak baku, penggunaan tanda baca, ide pokok paragraf

Dari kelima materi ini, pilar negara hampir selalu jadi yang paling menguras waktu belajar. Cakupannya membentang dari hafalan pasal UUD 1945, kronologi amandemen, kewenangan MPR, DPR, DPD, MA, MK, dan BPK, sampai penerapan nilai Pancasila dalam kasus sehari-hari. Kalau kamu punya waktu belajar terbatas, alokasikan porsi terbesar ke sini.

Materi bahasa negara pantas mendapat perhatian khusus karena banyak pelamar tidak menyangka ia bagian dari TWK. Aturan lama yang kini sudah dicabut hanya menyebut empat materi tanpa bahasa negara, sehingga bank soal lawas kerap melewatkannya. Jangan kaget kalau kamu menemukan soal tentang kalimat efektif atau kata baku di tengah blok TWK. Itu sah dan memang bagian dari kisi-kisi. Rincian lengkap tiap butir materinya bisa kamu telusuri di pembahasan kisi-kisi SKD resmi.

Sistem Penilaian TWK dan Bedanya dengan TKP

Inilah bagian yang paling sering disalahpahami, dan salah paham di sini bisa merugikan skormu secara langsung. Kementerian PANRB menyatakan bahwa untuk materi soal TIU dan TWK, bobot jawaban benar bernilai 5, sedangkan jika salah atau tidak menjawab akan bernilai nol. Sementara untuk materi TKP, jawaban benar berbobot paling rendah 1 dan paling tinggi 5, dan jika peserta tidak menjawab soal TKP nilainya adalah nol.

Perbedaannya terletak pada apa yang terjadi ketika kamu menjawab salah. Di TWK, jawaban salah dan jawaban kosong sama-sama bernilai nol. Tidak ada pengurangan nilai, tidak ada sistem minus. Di TKP, tidak ada jawaban yang benar-benar salah, karena setiap opsi punya nilai antara 1 sampai 5. Yang bernilai nol di TKP hanyalah soal yang tidak kamu jawab sama sekali.

Implikasi praktisnya jelas dan wajib kamu ingat: di TWK, membiarkan soal kosong tidak pernah menguntungkan. Menebak jawaban memberi kamu peluang mendapat 5 poin dengan risiko nol. Membiarkannya kosong memberi kamu nol poin dengan kepastian penuh. Secara matematis, menebak selalu pilihan yang lebih baik. Peserta yang terbiasa dengan sistem ujian bersistem minus sering ragu menebak di TWK, dan keraguan itu menghabiskan poin yang seharusnya bisa mereka amankan.

Kiat pengerjaan: sisakan sekitar dua menit terakhir khusus untuk menyapu semua soal TWK dan TIU yang masih kosong, lalu isi semuanya. Karena jawaban salah dan kosong sama-sama bernilai nol, mengisi asal masih lebih baik daripada meninggalkannya. Jangan pernah menyudahi sesi TWK dengan nomor yang belum terisi.

Nilai Ambang Batas TWK dan Konsekuensinya

Istilah resmi untuk passing grade dalam regulasi adalah Nilai Ambang Batas. Menurut publikasi Kementerian PANRB, pelamar kebutuhan umum menghadapi ambang batas TWK 65, TIU 80, dan TKP 166, dengan nilai kumulatif tertinggi 550. Angka ini berlaku untuk periode yang diatur Keputusan Menteri yang bersangkutan, dan ditetapkan ulang setiap tahun anggaran seleksi.

Konsekuensi terpenting dari sistem ini sering luput dipahami pelamar. Kamu harus melewati ketiga ambang batas sekaligus, bukan sekadar mengumpulkan total skor tinggi. Peserta dengan TWK 60, TIU 130, dan TKP 190 mengumpulkan total 380, jauh di atas jumlah ketiga ambang batas yang hanya 311. Namun karena skor TWK-nya 60 dan tidak menyentuh 65, peserta itu dinyatakan tidak memenuhi syarat. Total tinggi tidak menyelamatkan satu subtes yang jebol.

Lolos ambang batas pun belum otomatis berarti melaju ke tahap berikutnya. PermenPANRB 6/2024 Pasal 31 ayat (5) menetapkan bahwa pengumuman hasil SKD ditentukan paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan jabatan, berdasarkan peringkat tertinggi dari peserta yang memenuhi Nilai Ambang Batas. Jadi kamu bersaing dua lapis: pertama melewati ambang batas, kedua masuk peringkat tiga kali formasi. Di formasi yang diperebutkan banyak orang, skor yang pas-pasan di ambang batas jarang cukup.

Ada pula aturan tie-breaker yang menarik. Pasal 31 ayat (6) mengatur bahwa jika beberapa pelamar memperoleh nilai SKD sama dan berada tepat di batas tiga kali jumlah kebutuhan jabatan, penentuan kelulusan dilakukan berurutan mulai dari nilai TKP, lalu TIU, sampai TWK. Artinya dalam skenario seri, TWK justru menjadi penentu terakhir. Kalau kamu ingin memahami mekanika perhitungan skornya lebih dalam, telusuri pembahasan passing grade SKD beserta simulasi hitungannya.

Ambang Batas Bisa Berubah Tiap Periode

Karena angka Nilai Ambang Batas ditetapkan lewat Keputusan Menteri per tahun anggaran, kamu tidak boleh menganggapnya konstanta abadi. Setiap kali pemerintah membuka seleksi baru, terbit pula Keputusan Menteri baru yang menetapkan ambang batasnya. Angka bisa saja dipertahankan, bisa juga disesuaikan.

Per penulisan artikel ini, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal maupun Nilai Ambang Batas untuk seleksi CPNS nasional periode 2026. Yang tercantum di portal SSCASN adalah timeline seleksi CASN Sekolah Rakyat 2026, yang merupakan seleksi terpisah dengan skema tersendiri. Karena itu, seluruh angka di artikel ini disajikan sebagai gambaran dari ketentuan periode terakhir yang bisa diverifikasi, bukan sebagai kepastian untuk periode berikutnya.

Sikap paling aman: pakai angka periode terakhir sebagai target latihan, lalu pantau pengumuman resmi di sscasn.bkn.go.id, bkn.go.id, dan menpan.go.id ketika seleksi baru diumumkan. Hindari mempercayai kabar jadwal atau ambang batas yang beredar di media sosial tanpa tautan ke dokumen resmi. Untuk memantau perkembangannya, ikuti terus pembaruan seputar seleksi CPNS 2026 dari sumber resmi.

Patokan latihan yang realistis: jangan puas menyentuh 65 di TWK. Karena penentuan kelulusan SKD dibatasi tiga kali jumlah kebutuhan jabatan berdasarkan peringkat tertinggi, jadikan 100 ke atas dari skor maksimal 150 sebagai target latihan TWK kamu. Skor yang hanya menempel di ambang batas jarang aman di formasi yang banyak peminatnya.

Tipe Soal TWK yang Sering Muncul

Meski materinya lima, bentuk pertanyaannya berulang dalam pola yang bisa dikenali. Mengenali polanya membuat kamu lebih cepat memutuskan strategi menjawab.

Tipe hafalan langsung. Pertanyaan menanyakan fakta tunggal yang jawabannya pasti. Contohnya: bunyi pasal tertentu dalam UUD 1945, tanggal peristiwa sejarah, nama lembaga yang berwenang mengadili sengketa hasil pemilu, atau jumlah bab dan pasal setelah amandemen. Tipe ini bisa dijawab dalam hitungan detik kalau kamu hafal, dan mustahil dijawab kalau tidak. Tidak ada gunanya berlama-lama merenung, jadi tebak lalu lanjut.

Tipe penerapan nilai. Pertanyaan menyajikan situasi singkat, lalu meminta kamu memilih tindakan yang paling mencerminkan nilai nasionalisme, integritas, atau bela negara. Contohnya: kamu menemukan rekan kerja menerima hadiah dari pihak yang sedang mengurus izin di instansimu, apa tindakan yang paling tepat. Kunci menjawab tipe ini adalah memilih opsi yang paling sesuai dengan kode etik ASN, bukan yang paling nyaman secara sosial.

Tipe kebahasaan. Pertanyaan menguji ejaan, kata baku, kalimat efektif, atau ide pokok paragraf. Contohnya: menentukan penulisan yang benar antara "di antara" dan "diantara", atau memilih kalimat yang paling efektif dari empat opsi yang maknanya mirip. Tipe ini paling mudah dinaikkan skornya dalam waktu singkat, karena aturannya terbatas dan konsisten.

Tipe pemahaman konseptual. Pertanyaan menguji apakah kamu memahami makna sebuah konsep, bukan sekadar hafal definisinya. Contohnya: manakah yang merupakan wujud bela negara dalam konteks non-militer bagi seorang pegawai negeri. Tipe ini menuntut kamu berpikir sejenak, tapi biasanya ada satu opsi yang jelas paling logis begitu kamu memahami konsep dasarnya.

Kesalahan Umum Peserta di TWK

Dari pola kesalahan yang berulang di kalangan pelamar, beberapa hal berikut paling sering merugikan.

Menyiapkan TWK paling belakangan. Karena dianggap materi umum yang sudah dipelajari sejak sekolah, TWK sering ditunda sampai menjelang ujian. Padahal cakupan pilar negara saja bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk dikuasai dengan layak.

Membiarkan soal kosong. Sudah dibahas di atas, tapi layak diulang karena kerugiannya paling konkret. Setiap nomor TWK yang kamu tinggalkan kosong adalah 5 poin potensial yang kamu buang tanpa alasan.

Belajar dari bank soal lawas tanpa penyaringan. Banyak kumpulan soal yang beredar masih mengacu pada aturan yang sudah dicabut, sehingga melewatkan materi bahasa negara atau memuat pembahasan yang tidak lagi relevan. Selalu cocokkan bahan latihanmu dengan lima materi resmi.

Menghafal tanpa memahami. Hafalan menolong di tipe soal fakta, tapi tidak menolong sama sekali di tipe penerapan nilai. Peserta yang hafal seluruh sila Pancasila tetap bisa salah memilih tindakan paling tepat dalam sebuah kasus, kalau ia tidak pernah melatih penerapannya.

Mengejar total skor, mengabaikan sebaran. Fokus berlebihan pada TIU karena merasa lebih mudah dinaikkan, lalu membiarkan TWK apa adanya. Strategi ini berisiko, karena satu ambang batas yang jebol menggugurkan seluruh usaha.

Strategi Belajar TWK yang Terarah

Rencana belajar yang baik memperhitungkan bobot materi dan waktu yang tersedia. Berikut kerangka yang bisa kamu sesuaikan.

Mulai dari diagnosis, bukan dari materi. Kerjakan satu paket latihan TWK utuh sebelum membaca apa pun, lalu lihat materi mana yang paling banyak salah. Belajar dari titik lemah jauh lebih efisien daripada membaca semua materi dari awal dengan porsi merata.

Bagi porsi menurut keluasan materi. Pilar negara layak mendapat porsi terbesar karena cakupannya paling lebar. Nasionalisme dan bela negara bisa digabung karena banyak beririsan. Bahasa negara efisien dipelajari dalam sesi pendek namun sering, karena aturannya terbatas dan cepat melekat lewat pengulangan.

Pakai pengulangan berjarak untuk materi hafalan. Pasal UUD 1945 dan urutan amandemen paling awet diingat kalau diulang dalam interval yang semakin panjang, misalnya hari ke-1, ke-3, ke-7, lalu ke-14, bukan dihafal sekaligus dalam satu malam.

Latih tipe penerapan nilai dengan membaca pembahasannya. Untuk soal kasus, jawaban benar saja tidak cukup. Baca alasan di balik opsi yang benar, karena logika yang sama akan muncul lagi dalam kasus berbeda. Di sinilah fitur pembahasan per soal dan AI tutor di Target Lulus bisa membantu kamu memahami kenapa sebuah jawaban dinilai paling tepat, bukan sekadar tahu kuncinya.

Simulasikan kondisi ujian, bukan hanya mengerjakan soal. Latihan tanpa batas waktu memberi rasa percaya diri yang menyesatkan. Kerjakan paket lengkap 110 soal dalam 100 menit sesekali, supaya kamu merasakan tekanan waktu yang sebenarnya.

Alokasi Waktu Pengerjaan TWK Saat Ujian

SKD dilaksanakan dalam durasi 100 menit untuk 110 soal. Artinya rata-rata waktu per soal hanya sekitar 54 detik. Angka ini penting untuk kamu resapi, karena manajemen waktu bukan pelengkap strategi di SKD, melainkan bagian inti dari strateginya.

Pembagian yang masuk akal adalah memberi TWK porsi waktu yang sedikit lebih ringan daripada TIU, karena soal TWK umumnya lebih cepat diputuskan. Soal TWK biasanya berupa satu pertanyaan pendek dengan beberapa opsi, sementara soal TIU sering menuntut perhitungan atau penalaran bertahap. Kalau kamu tahu jawabannya, satu soal TWK bisa selesai dalam 20 sampai 30 detik. Kalau tidak tahu, jangan habiskan lebih dari 30 detik untuk memikirkannya.

Prinsip pengerjaannya sederhana: kerjakan yang kamu yakin lebih dulu, tandai yang ragu, jangan pernah berhenti lama di satu soal. Waktu yang kamu hemat dari TWK bisa dialihkan ke TIU yang memang membutuhkan waktu berpikir lebih panjang. Di akhir sesi, kembali ke soal yang ditandai, lalu pastikan tidak ada satu pun nomor yang kosong.

Perlu diingat juga bahwa struktur dan ambang batas SKD tidak selalu identik di semua jalur seleksi. Seleksi masuk sekolah kedinasan memakai skema SKD dengan ketentuan ambang batasnya sendiri, sementara jalur PPPK punya struktur seleksi kompetensi yang berbeda dari SKD CPNS. Pastikan kamu berlatih sesuai jalur yang kamu lamar.

Sumber Belajar TWK yang Sah

Materi TWK bersinggungan langsung dengan regulasi dan dokumen kenegaraan, jadi kualitas sumber ikut menentukan hasil. Beberapa rujukan berikut layak jadi fondasi belajarmu.

Naskah UUD 1945 beserta amandemennya. Baca naskah aslinya, bukan ringkasan pihak ketiga. Banyak kesalahan hafalan berasal dari ringkasan yang menyederhanakan bunyi pasal secara tidak akurat.

Laman resmi Kementerian PANRB dan BKN. Dua institusi inilah yang menerbitkan ketentuan resmi soal jumlah soal, bobot nilai, durasi, dan ambang batas. Kalau ada informasi yang bertentangan antara media umum dan laman resmi, ikuti laman resminya.

Portal SSCASN. Semua pengumuman jadwal, formasi, dan tahapan seleksi keluar dari sini. Menjadikannya rujukan utama menghindarkan kamu dari kabar keliru yang beredar di grup pesan.

Simulasi CAT resmi BKN. BKN menyediakan simulasi untuk membiasakan peserta dengan antarmuka ujian. Manfaatkan sebelum hari H supaya kamu tidak kaget dengan tampilannya.

Bank soal dan tryout terstruktur. Untuk melatih kecepatan dan mengukur progres, kamu butuh soal dalam jumlah banyak yang tertata per materi. Target Lulus menyediakan bank soal TWK per materi beserta pembahasannya dan simulasi tryout berbasis CAT, sehingga kamu bisa melihat materi mana yang skornya masih tertinggal.

Satu catatan penutup. TWK adalah subtes yang cukup bisa kamu kendalikan hasilnya, karena materinya terbatas, sumbernya jelas, dan sistem penilaiannya tidak menghukum tebakan. Berbeda dengan TIU yang sebagian bergantung pada kecepatan berpikir, skor TWK sebagian besar berbanding lurus dengan seberapa serius kamu mempelajarinya. Itu kabar baik, asalkan kamu tidak menundanya sampai menit terakhir.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

TWK adalah singkatan dari apa?

TWK adalah singkatan dari Tes Wawasan Kebangsaan. TWK merupakan salah satu dari tiga subtes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam pengadaan PNS, bersama Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Ketiga subtes ini disebut dalam PermenPANRB No. 6 Tahun 2024 Pasal 30 ayat (3).

Berapa jumlah soal TWK di SKD CPNS?

Menurut publikasi Kementerian PANRB, TWK terdiri dari 30 soal dari total 110 soal SKD. TIU terdiri dari 35 soal dan TKP 45 soal. Seluruh 110 soal dikerjakan dalam durasi 100 menit. Jumlah soal ini ditetapkan lewat Keputusan Menteri PANRB per tahun anggaran, sehingga sebaiknya kamu cek ulang ketentuan terbaru saat seleksi dibuka.

Berapa nilai ambang batas TWK?

Kementerian PANRB menetapkan nilai ambang batas TWK sebesar 65 untuk pelamar kebutuhan umum, dengan TIU 80 dan TKP 166, serta nilai kumulatif tertinggi 550. Angka ini berlaku untuk periode yang diatur Keputusan Menteri terkait. Karena ditetapkan ulang tiap tahun anggaran, pantau pengumuman resmi di menpan.go.id dan bkn.go.id saat seleksi baru dibuka.

Apakah jawaban salah di TWK mengurangi nilai?

Tidak. Kementerian PANRB menyatakan bahwa untuk materi TIU dan TWK, jawaban benar bernilai 5, sedangkan jawaban salah atau tidak menjawab bernilai nol. Tidak ada sistem pengurangan nilai atau nilai minus. Karena itu, menebak jawaban selalu lebih menguntungkan daripada membiarkan soal kosong.

Apa bedanya sistem penilaian TWK dan TKP?

Di TWK, jawaban benar bernilai 5 sedangkan salah atau kosong bernilai nol, jadi hanya jawaban benar yang menghasilkan poin. Di TKP, setiap opsi jawaban punya nilai antara 1 sampai 5, sehingga tidak ada jawaban yang benar-benar salah, dan hanya soal yang tidak dijawab yang bernilai nol. Perbedaan ini membuat strategi menebak di kedua subtes tidak bisa disamakan.

Apa saja materi yang diujikan di TWK?

Materi TWK mencakup lima kelompok: nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, dan bahasa negara. Pilar negara meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dan biasanya menjadi materi dengan cakupan paling luas. Bahasa negara menguji kemampuan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Apakah lolos ambang batas TWK otomatis lanjut ke SKB?

Tidak otomatis. Kamu harus melewati ketiga ambang batas TWK, TIU, dan TKP sekaligus, bukan sekadar total skor tinggi. Selain itu, PermenPANRB No. 6 Tahun 2024 Pasal 31 ayat (5) menetapkan bahwa pengumuman hasil SKD ditentukan paling banyak tiga kali jumlah kebutuhan jabatan berdasarkan peringkat tertinggi dari peserta yang memenuhi Nilai Ambang Batas.

Apakah ambang batas TWK berlaku sama untuk sekolah kedinasan?

Tidak selalu sama. Seleksi masuk sekolah kedinasan memakai skema SKD dengan Keputusan Menteri tersendiri. Sebagai gambaran, Kementerian PANRB pernah menetapkan ambang batas SKD sekolah kedinasan sebesar TWK 65, TIU 80, dan TKP 156 lewat Keputusan Menteri PANRB No. 93 Tahun 2022. Pastikan kamu merujuk ketentuan sesuai jalur yang kamu lamar.

Ditulis oleh

Tim Redaksi Target Lulus

Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.

Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.