Target Lulus
Info CPNS29 Agustus 2026

CPNS Kejaksaan: Formasi, Syarat, dan Tahapan Seleksinya

CPNS Kejaksaan adalah jalur seleksi CPNS di lingkungan Kejaksaan RI, dengan formasi dari Jaksa Ahli Pertama sampai Penjaga Tahanan untuk lulusan SMA. Artikel ini merangkum formasi yang biasa dibuka, syarat umum dan khusus, tahapan SKD dan SKB, sampai status terbaru pembukaan formasinya berdasarkan pengumuman resmi Kejaksaan RI dan BKN.

CPNS Kejaksaan: Formasi, Syarat, dan Tahapan Seleksinya

CPNS Kejaksaan adalah jalur seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia, mencakup Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia. Formasi yang dibuka cukup luas, mulai dari Jaksa Ahli Pertama untuk lulusan S1 atau D4 Hukum, sampai Penjaga Tahanan dan Pengelola Penanganan Perkara yang bisa dilamar lulusan SMA/SMK sederajat.

Pendaftarannya tetap lewat portal resmi SSCASN BKN, sama seperti CPNS instansi pusat lain. Yang membedakan cuma materi seleksi kompetensi bidang dan syarat khusus per jabatan, karena Kejaksaan punya kebutuhan spesifik seperti tenaga hukum, tenaga administrasi perkara, sampai tenaga pengamanan tahanan.

CPNS Kejaksaan termasuk formasi yang diminati karena institusinya bergerak di bidang penegakan hukum dengan jenjang karier yang jelas, mulai dari status CPNS, diangkat jadi PNS, sampai peluang mengikuti pendidikan pembentukan jaksa bagi formasi hukum tertentu. Buat kamu yang sedang menimbang formasi ini, penting memahami dulu pola formasi, syarat, dan tahapan seleksinya sebelum menyiapkan berkas.

Artikel ini cocok buat kamu yang baru mulai riset soal CPNS Kejaksaan, baik lulusan SMA yang mengincar formasi Penjaga Tahanan atau Pengelola Penanganan Perkara, maupun lulusan sarjana hukum yang mengincar formasi Jaksa Ahli Pertama atau Analis Hukum. Semua data formasi dan syarat di sini bersumber dari pengumuman resmi periode seleksi 2024 dan 2025, karena itu data terakhir yang tersedia sampai artikel ini disusun.

Riwayat Formasi CPNS Kejaksaan dan Status Terbarunya

Seleksi CPNS Kejaksaan terakhir kali dibuka pada tahun 2024, lewat Pengumuman Nomor PENG-11/C/Cp.2/08/2024. Saat itu Kejaksaan RI menyediakan 9.694 formasi yang tersebar di 35 jenis jabatan, terbagi menjadi 24 jabatan tenaga teknis dan 11 jabatan tenaga kesehatan, untuk kebutuhan di 36 unit kerja Kejaksaan di seluruh Indonesia. Pendaftaran dibuka mulai 20 Agustus sampai 6 September 2024 lewat sscasn.bkn.go.id.

Tahun 2025, Kejaksaan RI tidak membuka formasi CPNS. Di kanal resmi rekrutmen.kejaksaan.go.id, pengumuman kategori CPNS terakhir masih untuk Tahun Anggaran 2024, sedangkan seluruh pengumuman sepanjang 2025 masuk kategori PPPK. Lewat Pengumuman Nomor PENG-4/C/Cp.2/07/2025, Kejaksaan membuka seleksi PPPK tenaga kesehatan sebanyak 1.609 formasi (1.448 formasi umum dan 161 formasi khusus) untuk penempatan di Rumah Sakit Adhyaksa Jakarta, Rumah Sakit Adhyaksa Banten, dan Rumah Sakit Adhyaksa Jawa Timur. Pendaftarannya dibuka lewat sscasn.bkn.go.id mulai 2 Juli 2025 sampai 24 Juli 2025.

Sampai artikel ini ditulis, belum ada pengumuman resmi soal jadwal, kuota, maupun syarat CPNS Kejaksaan untuk tahun 2026. BKN bahkan menegaskan lewat siaran persnya bahwa poster yang beredar soal pembukaan CPNS 2026 dipastikan hoaks, dan imbauannya, informasi resmi seleksi CASN termasuk CPNS cuma diumumkan lewat kanal resmi pemerintah dan portal SSCASN. Kalau kamu ingin memantau perkembangan formasi CPNS secara umum, kamu bisa cek status terbaru CPNS 2026 yang kami perbarui berkala.

CPNS Kejaksaan terakhir dibuka tahun 2024 dengan 9.694 formasi. Tahun 2025 Kejaksaan cuma membuka jalur PPPK tenaga kesehatan, bukan CPNS. Sampai pertengahan 2026, belum ada pengumuman resmi soal CPNS Kejaksaan tahun ini, jadi pastikan kamu cuma percaya informasi dari sscasn.bkn.go.id dan rekrutmen.kejaksaan.go.id.

Formasi yang Biasa Dibuka di CPNS Kejaksaan

Berdasarkan pola seleksi CPNS Kejaksaan 2024, formasi terbagi jadi dua kelompok besar, yaitu tenaga teknis dan tenaga kesehatan. Berikut gambaran formasi dengan kuota terbanyak, sebagai referensi pola, bukan jaminan formasi yang persis sama akan dibuka lagi di periode berikutnya.

FormasiKualifikasi PendidikanJumlah Formasi (CPNS Kejaksaan 2024)
Jaksa Ahli PertamaS1/D4 Hukum, perguruan tinggi terakreditasi minimal B2.000
Pengelola Penanganan PerkaraSMA/SMK sederajat1.489
Penjaga TahananSMA/SMK sederajat948
Formasi tenaga teknis lain (Analis Hukum, Arsiparis Ahli Pertama, Pranata Komputer Ahli Pertama, Perancang Peraturan Perundang-undangan, Pemeriksa Forensik Digital, dan sejenisnya, total 24 jabatan tenaga teknis)SMA sampai S1 tergantung jabatan9.305 (total seluruh tenaga teknis)
Formasi tenaga kesehatan (Dokter, Dokter Gigi, Apoteker, Perawat, Bidan, dan sejenisnya, total 11 jabatan)D3 sampai profesi sesuai bidang kesehatan389

Total keseluruhan formasi CPNS Kejaksaan 2024 adalah 9.694, sudah termasuk kebutuhan umum, disabilitas, putra-putri Papua dan Papua Barat, putra-putri Kalimantan, dan lulusan cumlaude. Selain tiga formasi dengan kuota terbesar di tabel, tenaga teknis lain yang pernah dibuka di antaranya Analis Hukum, Arsiparis Ahli Pertama, Pranata Komputer Ahli Pertama, Perancang Peraturan Perundang-undangan, sampai Pemeriksa Forensik Digital. Tenaga kesehatan mencakup Dokter, Dokter Gigi, Apoteker, Perawat, Bidan, dan sejumlah profesi kesehatan lain untuk mengisi kebutuhan rumah sakit dan klinik Kejaksaan.

Formasi Lulusan SMA: Penjaga Tahanan dan Pengelola Penanganan Perkara

Dua formasi ini paling relevan buat kamu lulusan SMA/SMK sederajat yang mau langsung kerja tanpa kuliah dulu. Penjaga Tahanan bertugas melakukan penjagaan, pembinaan, pengawalan, dan pengelolaan tahanan di rumah tahanan Kejaksaan. Formasi ini butuh kondisi fisik yang prima karena ada komponen tes kesamaptaan dan bela diri di tahap SKB.

Pengelola Penanganan Perkara bertugas menyiapkan bahan dan mengelola administrasi penanganan perkara di bidang pidana, intelijen penegakan hukum, perdata, tata usaha negara, sampai tindak pidana militer. Formasi ini lebih ke arah administratif dibanding Penjaga Tahanan, jadi syarat fisiknya relatif lebih longgar meski tetap ada syarat kesehatan umum.

Untuk kedua formasi ini di periode 2024, syarat usia pendaftar minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun saat mendaftar, dengan nilai rata-rata ijazah SMA minimal 7,00. Pelamar juga diminta melampirkan sertifikat komputer dasar (Microsoft Office), dan khusus Penjaga Tahanan, sertifikat bela diri atau bukti pengalaman kerja di bidang keamanan jadi nilai tambah.

Syarat Umum Pendaftaran CPNS Kejaksaan

Seperti CPNS instansi lain, syarat umum CPNS Kejaksaan mengikuti aturan pengadaan PNS secara nasional. Beberapa poin yang biasanya berlaku:

  • Warga Negara Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  • Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun saat mendaftar, kecuali ada ketentuan usia khusus per formasi (misalnya Jaksa Ahli Pertama).
  • Tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap.
  • Tidak berstatus sebagai CPNS, PNS, prajurit TNI, anggota Polri, maupun pengurus atau anggota partai politik.
  • Sehat jasmani dan rohani sesuai kebutuhan jabatan, dan tidak terlibat penyalahgunaan narkotika.
  • Punya kualifikasi pendidikan sesuai formasi yang dilamar, dari program studi terakreditasi.
  • Bersedia ditempatkan di seluruh unit kerja Kejaksaan di Indonesia sesuai kebutuhan organisasi.

Dokumen pendukung seperti SKCK, surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas, serta surat pernyataan sesuai format BKN wajib disiapkan sejak awal, karena tahap administrasi sering jadi titik gugur banyak pelamar hanya karena dokumen tidak lengkap atau format unggahnya salah.

Selain syarat di atas, pelamar hanya boleh memilih satu jabatan pada satu instansi dalam satu periode pendaftaran. Kalau kamu mendaftar CPNS Kejaksaan, pastikan pilihan formasi dan lokasi penempatan sudah dipertimbangkan matang-matang, karena data yang sudah dikirim ke SSCASN umumnya tidak bisa diubah setelah masa pendaftaran ditutup.

Syarat Khusus per Kategori Formasi

Di luar syarat umum, Kejaksaan menetapkan syarat khusus yang berbeda-beda tergantung jenis formasi. Berikut beberapa contohnya berdasarkan pola seleksi 2024:

  • Formasi Jaksa Ahli Pertama mensyaratkan IPK minimal 3,00, lulusan S1 atau D4 Hukum dari perguruan tinggi terakreditasi minimal B, dan batas usia maksimal 27 tahun saat mendaftar.
  • Sebagian besar formasi Ahli Pertama lain mensyaratkan IPK minimal 2,75, dengan batas usia maksimal 35 tahun.
  • Formasi tenaga kesehatan tertentu seperti Dokter dan Perawat mensyaratkan IPK minimal 3,00 sesuai profesi masing-masing.
  • Syarat fisik umum meliputi tinggi badan minimal 160 sentimeter untuk laki-laki dan 155 sentimeter untuk perempuan, indeks massa tubuh dalam rentang sehat, tidak buta warna, serta tidak bertato atau bertindik khusus untuk pelamar laki-laki.
  • Beberapa formasi yang berhubungan dengan tugas internasional atau penerjemahan mensyaratkan sertifikat bahasa asing, misalnya skor TOEFL minimal 450, IELTS minimal 5, TOAFL untuk bahasa Arab, atau sertifikat HSK untuk bahasa Mandarin, tergantung kebutuhan jabatan.
  • Formasi tertentu untuk penyandang disabilitas mensyaratkan surat keterangan derajat disabilitas dari dokter, dengan kategori derajat 1 (mampu beraktivitas tanpa alat bantu) atau derajat 2 (mampu beraktivitas dengan alat bantu).

Syarat khusus ini bisa berubah cukup signifikan tiap periode seleksi, tergantung kebutuhan Kejaksaan di tahun berjalan. Jangan jadikan angka di atas sebagai patokan mutlak untuk periode mendatang. Selalu cek detail resmi di pengumuman formasi tahun berjalan sebelum menyiapkan berkas, terutama soal IPK minimal, batas usia, dan syarat fisik, karena tiap jabatan bisa punya ambang yang berbeda.

Tahap Seleksi Administrasi dan Dokumen yang Perlu Disiapkan

Tahap pertama seleksi CPNS Kejaksaan adalah verifikasi berkas administrasi lewat akun SSCASN. Dokumen yang umum diminta antara lain surat lamaran bermeterai elektronik, scan KTP, pas foto dengan latar belakang sesuai ketentuan, ijazah dan transkrip nilai asli atau legalisir, surat keterangan akreditasi program studi, SKCK, serta surat keterangan sehat termasuk data tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh.

Untuk formasi tertentu, ada dokumen tambahan seperti Surat Tanda Registrasi (STR) bagi tenaga kesehatan, sertifikat bahasa asing, atau sertifikat keahlian sesuai bidang jabatan. Pelamar disabilitas perlu melampirkan surat keterangan derajat disabilitas dan video kegiatan sehari-hari, sementara pelamar dari formasi khusus Papua dan Papua Barat perlu melampirkan akta kelahiran dan surat keterangan dari kepala desa atau lurah setempat.

Simpan semua dokumen dalam format PDF berukuran kecil dan beri nama file yang jelas, misalnya KTP_NamaLengkap.pdf. Banyak pelamar gagal di tahap administrasi bukan karena tidak memenuhi syarat, tapi karena salah format saat mengunggah dokumen di SSCASN.

Tahap SKD: TWK, TIU, TKP, dan Passing Grade

Pelamar yang lolos administrasi lanjut ke Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), yang diselenggarakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN. SKD terdiri dari tiga materi, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK, 30 soal), Tes Intelegensia Umum (TIU, 35 soal), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP, 45 soal), total 110 soal dengan waktu pengerjaan 100 menit.

Nilai ambang batas atau passing grade SKD tahun 2024 diatur lewat Keputusan Menteri PANRB Nomor 321 Tahun 2024. Berikut rinciannya:

Kategori FormasiTWKTIUTKPNilai Kumulatif Minimal
Formasi umum dan KalimantanMinimal 65Minimal 80Minimal 166Tidak diatur terpisah
Cumlaude dan diasporaTidak diatur terpisahMinimal 85Tidak diatur terpisahMinimal 311
Disabilitas, Papua/Papua Barat, daerah tertinggalTidak diatur terpisahMinimal 60Tidak diatur terpisahMinimal 286

Kalau kamu ingin belajar lebih dalam soal materi dan strategi menembus passing grade, kamu bisa baca detail passing grade SKD dan kisi-kisi materi SKD di artikel kami yang lain. Perlu dicatat, angka ambang batas ini spesifik untuk tahun anggaran 2024, dan berpotensi disesuaikan lagi lewat keputusan menteri yang baru kalau CPNS kembali dibuka.

Sebagai patokan belajar, formasi umum SKD CPNS 2024 butuh TWK minimal 65, TIU minimal 80, dan TKP minimal 166, dari total nilai maksimal 550. Kalau kamu incar formasi Jaksa yang kompetitif, usahakan nilai jauh di atas ambang batas, bukan cuma pas lolos, karena passing grade cuma syarat minimal, bukan jaminan lolos ke tahap SKB.

Tahap SKB Kejaksaan: Substansi Jabatan, Praktik Kerja, dan Wawancara

Pelamar yang lolos SKD lanjut ke Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Komponen SKB Kejaksaan berbeda antara formasi lulusan SMA dan formasi non-SMA (D3 ke atas).

Untuk formasi non-SMA, pada pola seleksi 2024, SKB terdiri dari tes substansi jabatan dengan sistem CAT BKN berbobot 50 persen, tes keterampilan atau praktik kerja berbobot 40 persen, dan wawancara berbobot 10 persen. Materi substansi jabatan menyesuaikan bidang keahlian, misalnya materi hukum pidana dan perdata untuk formasi Analis Hukum atau Jaksa Ahli Pertama.

Untuk formasi lulusan SMA seperti Penjaga Tahanan dan Pengelola Penanganan Perkara, SKB lebih menekankan tes praktik kerja, ditambah tes kesamaptaan dan bela diri khusus untuk formasi yang berhubungan langsung dengan pengamanan tahanan. Bobot masing-masing komponen bisa berbeda tiap formasi dan tiap periode, jadi pastikan kamu membaca detail pengumuman resmi begitu formasi dibuka lagi.

Nilai akhir SKB biasanya digabung dengan nilai SKD memakai bobot tertentu untuk menentukan peringkat akhir kelulusan, umumnya SKD berbobot 40 persen dan SKB berbobot 60 persen dari nilai kumulatif, sesuai pola integrasi nilai yang lazim dipakai instansi pusat. Karena bobot ini bisa disesuaikan tiap tahun lewat aturan Menteri PANRB yang baru, jangan hitung peringkat kelulusanmu semata dari nilai SKD saja.

Tes Kesehatan dan Psikotes yang Bersifat Menggugurkan

Selain SKD dan SKB, pelamar CPNS Kejaksaan juga harus melewati tes kesehatan yang sifatnya menggugurkan, mencakup psikotes, pemeriksaan kesehatan kejiwaan, dan pemeriksaan kesehatan fisik. Tes ini biasanya dilakukan setelah pelamar dinyatakan lolos SKB, sebagai tahap terakhir sebelum pengumuman kelulusan akhir.

Tes kesehatan fisik mengecek kondisi umum tubuh, termasuk indeks massa tubuh, penglihatan warna, dan riwayat penyakit yang berpotensi mengganggu pelaksanaan tugas. Psikotes dan pemeriksaan kejiwaan menilai kestabilan emosi dan kesiapan mental menghadapi tekanan kerja, terutama untuk formasi yang berhubungan langsung dengan penanganan tahanan atau penegakan hukum. Karena sifatnya menggugurkan, hasil tes kesehatan pada umumnya tidak melalui mekanisme sanggah seperti hasil SKD.

Bedanya CPNS Kejaksaan dengan PPPK Kejaksaan

CPNS dan PPPK sama-sama masuk kategori Aparatur Sipil Negara, tapi status kepegawaiannya beda. CPNS yang lolos jadi PNS punya status pegawai tetap dengan jenjang karier struktural maupun fungsional, plus hak pensiun. PPPK berstatus pegawai dengan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu sesuai kebutuhan instansi, dan sampai saat ini belum mendapat hak pensiun seperti PNS.

Contoh nyatanya bisa dilihat dari pola rekrutmen Kejaksaan sendiri. Tahun 2024, Kejaksaan membuka jalur CPNS untuk formasi teknis dan kesehatan. Tahun 2025, Kejaksaan hanya membuka jalur PPPK, dan itu pun khusus formasi tenaga kesehatan untuk kebutuhan Rumah Sakit Adhyaksa. Jadi kalau kamu menemukan info lowongan Kejaksaan, pastikan dulu itu jalur CPNS atau PPPK, karena syarat, tahapan seleksi, dan hak kepegawaiannya cukup berbeda.

Cara Menyiapkan Diri Sebelum Formasi CPNS Kejaksaan Dibuka Lagi

Karena jadwal pembukaan formasi CPNS Kejaksaan periode berikutnya belum diumumkan, waktu sekarang bisa kamu manfaatkan untuk persiapan yang lebih matang. Beberapa langkah yang bisa kamu mulai dari sekarang:

  • Pantau langsung kanal resmi sscasn.bkn.go.id dan rekrutmen.kejaksaan.go.id, jangan percaya poster atau link pendaftaran yang beredar di media sosial sebelum dikonfirmasi lewat kanal resmi.
  • Siapkan dokumen dasar dari sekarang, seperti KTP, ijazah dan transkrip nilai, SKCK, dan pas foto sesuai ketentuan umum.
  • Cek ulang syarat akreditasi kampus dan program studi kamu, terutama kalau berminat ke formasi yang mensyaratkan akreditasi minimal B.
  • Latihan soal SKD secara rutin supaya terbiasa dengan pola soal TWK, TIU, dan TKP, sekaligus melatih manajemen waktu 100 menit.
  • Kalau incar formasi yang butuh syarat fisik seperti Penjaga Tahanan, jaga kondisi fisik dan latihan bela diri dasar dari jauh-jauh hari.

Latihan soal berbasis CAT lewat bank soal dan try out bisa membantu kamu terbiasa dengan format ujian sebelum hari-H, termasuk fitur bank soal dan try out CPNS yang tersedia di Target Lulus untuk kamu pakai berlatih mandiri.

Selain persiapan materi tes, ada baiknya kamu juga menyiapkan rencana cadangan. Formasi CPNS Kejaksaan sifatnya kompetitif dan jumlah pelamarnya biasanya jauh lebih banyak dibanding kuota yang tersedia, terutama untuk formasi favorit seperti Jaksa Ahli Pertama. Kalau kamu memenuhi syarat untuk beberapa jalur seleksi ASN lain, tidak ada salahnya menyiapkan opsi formasi atau instansi cadangan sambil tetap fokus belajar untuk formasi utama yang kamu incar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu CPNS Kejaksaan?

CPNS Kejaksaan adalah jalur seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia, mulai dari Kejaksaan Agung sampai Kejaksaan Negeri. Formasinya beragam, dari Jaksa Ahli Pertama untuk lulusan S1 Hukum sampai Penjaga Tahanan untuk lulusan SMA. Pendaftarannya lewat portal SSCASN BKN seperti CPNS instansi lain.

Formasi apa saja yang biasa dibuka di CPNS Kejaksaan?

Berdasarkan pola seleksi 2024, formasi terbagi jadi tenaga teknis (24 jabatan, di antaranya Jaksa Ahli Pertama, Analis Hukum, Penjaga Tahanan, Pengelola Penanganan Perkara, Arsiparis, dan Pranata Komputer) dan tenaga kesehatan (11 jabatan seperti Dokter, Perawat, dan Bidan). Jenis dan jumlah formasi bisa berubah tiap periode seleksi.

Apakah lulusan SMA bisa daftar CPNS Kejaksaan?

Bisa. Pada seleksi 2024, Kejaksaan membuka formasi Penjaga Tahanan dan Pengelola Penanganan Perkara khusus untuk lulusan SMA/SMK sederajat, dengan syarat usia 18 sampai 35 tahun dan nilai rata-rata ijazah minimal 7,00. Tetap cek syarat resmi karena ketentuan bisa berubah tiap periode.

Berapa passing grade SKD untuk CPNS Kejaksaan?

CPNS Kejaksaan mengikuti passing grade SKD nasional. Untuk tahun anggaran 2024, formasi umum butuh TWK minimal 65, TIU minimal 80, dan TKP minimal 166, sesuai Keputusan Menteri PANRB Nomor 321 Tahun 2024. Formasi afirmasi seperti cumlaude dan disabilitas punya ambang batas kumulatif yang berbeda.

Apa bedanya CPNS Kejaksaan dan PPPK Kejaksaan?

CPNS yang lolos jadi PNS berstatus pegawai tetap dengan hak pensiun, sedangkan PPPK berstatus pegawai dengan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu. Contohnya, tahun 2025 Kejaksaan hanya membuka jalur PPPK tenaga kesehatan lewat Pengumuman Nomor PENG-4/C/Cp.2/07/2025, bukan CPNS.

Kapan CPNS Kejaksaan 2026 dibuka?

Sampai artikel ini ditulis, belum ada pengumuman resmi soal jadwal, formasi, maupun syarat CPNS Kejaksaan 2026. BKN bahkan menegaskan poster yang mengklaim CPNS 2026 sudah dibuka adalah hoaks. Pantau terus sscasn.bkn.go.id dan rekrutmen.kejaksaan.go.id untuk info resminya.

Apa saja tahapan seleksi CPNS Kejaksaan?

Tahapannya meliputi seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan materi TWK, TIU, dan TKP, lalu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang mencakup tes substansi jabatan, praktik kerja, dan wawancara. Tahap terakhir adalah tes kesehatan yang bersifat menggugurkan sebelum pengumuman kelulusan akhir.

Apakah ada tes fisik atau kesamaptaan di CPNS Kejaksaan?

Ada, terutama untuk formasi yang berhubungan dengan pengamanan seperti Penjaga Tahanan. Tes ini mencakup praktik kerja, kesamaptaan, dan bela diri di tahap SKB, ditambah pemeriksaan kesehatan fisik dan kejiwaan yang bersifat menggugurkan pada tahap akhir seleksi.

Ditulis oleh

Tim Redaksi Target Lulus

Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.

Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.