Target Lulus
Kiat Sukses1 Oktober 2026

TOEFL Prediction Test: Apa Itu, Bedanya dengan ITP dan iBT

TOEFL prediction test adalah tes simulasi TOEFL yang diselenggarakan pusat bahasa kampus atau lembaga kursus, bukan produk resmi ETS. Sertifikatnya sering sah untuk syarat sidang dan wisuda di kampus penyelenggara, tetapi umumnya ditolak saat institusi meminta sertifikat yang diakui ETS. Artikel ini menjelaskan bedanya dengan TOEFL ITP dan TOEFL iBT, skala skor resmi, dan cara memakainya sebagai batu loncatan.

TOEFL Prediction Test: Apa Itu, Bedanya dengan ITP dan iBT
Ilustrasi konsep, bukan foto dokumentasi peristiwa atau lokasi. Kredit: Redaksi Target Lulus.

TOEFL prediction test adalah tes simulasi bergaya TOEFL yang diselenggarakan pusat bahasa kampus atau lembaga kursus, dengan sertifikat yang diterbitkan oleh penyelenggara itu sendiri, bukan oleh ETS selaku pemilik tes TOEFL. Format soalnya meniru TOEFL ITP versi kertas, rentang skornya dibuat menyerupai aslinya, dan biayanya jauh lebih ringan. Itulah kenapa tes ini populer di kampus Indonesia sebagai syarat sidang skripsi atau yudisium. Masalah baru muncul ketika sertifikat yang sama dipakai untuk keperluan yang menuntut laporan skor resmi, misalnya pendaftaran program studi yang mensyaratkan sertifikat "diakui oleh ets.org". Di situ sertifikat prediksi umumnya ditolak.

Artikel ini membedah apa yang sebenarnya kamu dapatkan ketika mendaftar TOEFL prediction test, apa bedanya dengan TOEFL ITP dan TOEFL iBT resmi, bagaimana membaca angkanya secara jujur, dan kapan kamu harus berhenti mengandalkan tes prediksi lalu pindah ke tes resmi. Semua angka teknis di bawah diambil dari laman resmi ETS dan laman resmi pusat bahasa perguruan tinggi negeri, bukan dari rangkuman pihak ketiga.

Inti singkat: TOEFL Prediction adalah simulasi internal, bukan produk ETS. Sertifikatnya sah untuk keperluan internal kampus yang memang mengakuinya (misalnya syarat sidang dan wisuda), tetapi tidak menggantikan laporan skor TOEFL ITP atau TOEFL iBT ketika sebuah institusi meminta sertifikat yang diakui ETS.

Apa Itu TOEFL Prediction Test Sebenarnya

Secara teknis, TOEFL prediction test adalah tes bahasa Inggris yang meniru struktur TOEFL ITP: ada bagian Listening Comprehension, Structure and Written Expression, lalu Reading Comprehension, semuanya pilihan ganda, dan hasil akhirnya disajikan dalam skala tiga digit. Yang membedakan bukan bentuk soalnya, melainkan siapa yang menerbitkan sertifikat dan seberapa luas sertifikat itu diakui pihak lain.

UPT Layanan Bahasa Universitas Negeri Padang, misalnya, menjelaskan bahwa English Proficiency Test (EPT) yang mereka selenggarakan "hampir sama dengan TOEFL ITP Prediction Test" dan berfungsi sebagai alat ukur kemampuan bahasa Inggris seluruh civitas akademika, sekaligus syarat mengikuti ujian akhir kelulusan atau wisuda bagi mahasiswa di lingkungan kampus tersebut. Penjelasan itu menegaskan dua hal sekaligus: tesnya sah dan terstruktur, tetapi ruang lingkup pemakaiannya melekat pada institusi penyelenggara.

Pola yang sama terlihat di UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala. Mereka menjadwalkan tes TOEFL Prediction setiap hari Senin sampai Jumat pada pukul 08.30 dan 14.00 WIB, dengan nilai yang bisa dilihat di akun peserta paling lama dua hari kerja setelah tes. Di halaman layanan yang sama, mereka juga membuka layanan tes TOEFL ITP secara terpisah. Artinya kampus sendiri memperlakukan keduanya sebagai dua produk berbeda, bukan sinonim.

Jadi kalau kamu bertanya "ini tes asli atau bukan", jawabannya bukan hitam putih. Tesnya nyata, soalnya dikerjakan sungguhan, dan hasilnya punya makna diagnostik. Yang tidak boleh kamu asumsikan adalah bahwa selembar sertifikatnya punya bobot administratif yang sama dengan laporan skor dari ETS.

Kenapa TOEFL Prediction Berbeda dari TOEFL Resmi

TOEFL adalah merek milik ETS (Educational Testing Service). Yang beredar sebagai produk resmi di bawah payung itu antara lain TOEFL iBT untuk keperluan admisi internasional dan TOEFL ITP untuk keperluan institusional. ETS menyebut lebih dari 2.500 institusi di lebih dari 50 negara menyelenggarakan tes seri TOEFL ITP setiap tahun, dan laporan skornya disediakan lewat kantor jaringan resmi ETS di masing-masing negara. Tidak ada lini produk bernama "TOEFL Prediction" di daftar itu.

Konsekuensinya sederhana tapi sering diabaikan. Soal pada tes prediksi tidak berasal dari bank soal terkalibrasi milik ETS, penyetaraan skornya tidak melewati proses ekuating resmi, dan nomor seri sertifikatnya tidak bisa diverifikasi lewat sistem ETS. Dua peserta dengan angka 500 dari dua penyelenggara prediksi yang berbeda belum tentu punya kemampuan setara, karena tingkat kesulitan paket soal mereka bisa berbeda tanpa ada mekanisme penyesuaian.

Bandingkan dengan tes resmi. Untuk TOEFL iBT, ETS menyatakan bahwa penilaian dilakukan tim pemeriksa terpusat, tidak pernah di lokasi tes, sehingga standarnya konsisten. Untuk TOEFL ITP, laporan skor disalurkan lewat kantor jaringan resmi ETS setempat dan berlaku dua tahun. Rantai kontrol semacam ini yang membuat penerima sertifikat berani memakai angkanya sebagai dasar keputusan.

Perbandingan TOEFL Prediction, TOEFL ITP, dan TOEFL iBT

Tabel berikut merangkum perbedaan yang paling menentukan saat kamu memilih tes. Kolom TOEFL ITP dan TOEFL iBT mengikuti keterangan resmi ETS, sedangkan kolom TOEFL Prediction menggambarkan praktik umum penyelenggara di kampus, sehingga detailnya bisa berbeda antar lembaga.

AspekTOEFL PredictionTOEFL ITPTOEFL iBT
Penerbit sertifikatPusat bahasa kampus atau lembaga kursusETS lewat jaringan resmi di tiap negaraETS
Keterampilan yang diujiUmumnya listening, structure, readingListening, structure and written expression, reading (Speaking terpisah pada versi digital)Reading, listening, writing, speaking
Skala skorMeniru skala ITP, ditetapkan penyelenggaraLevel 1: 310 sampai 677; Level 2: 200 sampai 500Skala 1 sampai 6 sejak 21 Januari 2026
Masa berlakuUmumnya 1 tahun menurut kebijakan penyelenggara2 tahun2 tahun
Verifikasi pihak ketigaBergantung sistem penyelenggaraBisa diverifikasi lewat jalur resmi ETSBisa dikirim langsung ke institusi tujuan
Pemakaian lazimSyarat internal kampus, pemetaan kemampuan, latihanPenempatan kelas, evaluasi program, admisi tertentuAdmisi universitas dalam dan luar negeri

Perhatikan baris terakhir. Ketiganya punya wilayah pakai masing-masing, dan tes prediksi bukan versi "gagal" dari dua lainnya. Dia hanya bukan alat untuk urusan yang menuntut jaminan pihak ketiga.

Struktur Soal yang Ditiru: TOEFL ITP Level 1

Karena mayoritas tes prediksi mencontoh TOEFL ITP Level 1, kamu perlu tahu bentuk aslinya. Berikut struktur resmi menurut ETS. Angka pada kolom skala adalah rentang skor tiap seksi, bukan jumlah soal benar.

SeksiJumlah soalWaktuSkala skor
Listening Comprehension5035 menit31 sampai 68
Structure and Written Expression4025 menit31 sampai 68
Reading Comprehension5055 menit31 sampai 67
Total140115 menit310 sampai 677

ETS juga menyediakan TOEFL ITP Level 2 untuk peserta dengan kemampuan lebih awal, berisi 95 soal dalam 70 menit dengan total skor 200 sampai 500. Ada pula tes Speaking terpisah berisi empat tugas dalam waktu sekitar 15 menit dengan rentang 31 sampai 68, dan tes itu hanya tersedia bersama TOEFL ITP versi digital. Kalau penyelenggara prediksi mengklaim mengukur speaking dan writing dalam paket standar mereka, itu sudah menyimpang dari struktur ITP yang ditiru, jadi pastikan kamu paham apa yang sebenarnya dinilai.

Skala Skor TOEFL dan Perubahan Besar pada 2026

Bagian ini yang paling sering membuat pembaca salah paham, karena informasi lama masih beredar luas. Untuk TOEFL ITP, skala totalnya tetap 310 sampai 677 pada Level 1. Untuk TOEFL iBT, ETS mengubah pelaporan skornya per 21 Januari 2026 menjadi skala 1 sampai 6 dengan kelipatan setengah poin, agar lebih selaras dengan level CEFR. Skor keseluruhan adalah rata-rata empat seksi yang dibulatkan ke setengah band terdekat.

ETS menyatakan bahwa selama masa transisi dua tahun setelah Januari 2026, peserta tetap menerima skor pembanding pada skala lama 0 sampai 120 yang mewakili titik tengah rentang total yang bersesuaian. Sebelum tanggal tersebut, TOEFL iBT memakai skala 0 sampai 120 dengan empat seksi masing-masing 0 sampai 30. Tabel berikut menyajikan struktur TOEFL iBT terkini menurut ETS.

Seksi TOEFL iBTJumlah butirPerkiraan waktu dasar
Reading5030 menit
Listening4729 menit
Writing1223 menit
Speaking118 menit

ETS menambahkan bahwa waktu tersebut belum termasuk instruksi, dan peserta sebaiknya menyediakan sekitar dua jam untuk menyelesaikan tes. Tesnya bersifat adaptif, sehingga waktu dan jumlah butir bisa bervariasi. TOEFL iBT dijalankan di pusat tes resmi atau lewat TOEFL iBT Home Edition yang diawasi pengawas manusia secara langsung.

Patokan angka yang wajib kamu ingat: TOEFL ITP Level 1 memakai skala 310 sampai 677 dan berlaku 2 tahun. TOEFL iBT memakai skala 1 sampai 6 sejak 21 Januari 2026, dengan skor pembanding 0 sampai 120 selama masa transisi dua tahun, dan juga berlaku 2 tahun. ETS menegaskan tidak ada skor lulus atau tidak lulus yang ditetapkan program TOEFL; setiap institusi menentukan syarat skornya sendiri.

Membaca Skor Lewat Level CEFR

Angka mentah sulit dimaknai kalau tidak dikaitkan dengan level kemampuan. ETS melakukan studi pemetaan TOEFL ITP ke CEFR dan menerbitkan skor minimum untuk empat level. Tabel di bawah memakai skor total pada TOEFL ITP Level 1, dan bisa kamu jadikan alat baca kasar untuk hasil tes prediksi yang meniru skala itu.

Level CEFRSkor total minimum (ITP Level 1)Gambaran kemampuan
C1620Mampu mengikuti materi akademik kompleks dengan lancar
B2543Sanggup berfungsi di lingkungan akademik berbahasa Inggris
B1433Memahami inti percakapan dan teks yang familiar
A2343Menangkap informasi dasar dan kalimat sederhana

Kalau hasil tes prediksimu berada di sekitar 430, jangan buru-buru mendaftar tes resmi untuk keperluan yang mensyaratkan angka tinggi. Selisih dari B1 ke B2 itu jauh, dan menutupnya butuh latihan terstruktur, bukan sekadar mengulang tes. Sebaliknya, hasil di kisaran 540 ke atas menandakan kamu sudah punya fondasi yang layak diuji secara resmi. Pembahasan lebih rinci soal makna angka bisa kamu baca di panduan skor TOEFL.

Untuk Keperluan Apa TOEFL Prediction Masih Berguna

Ada empat pemakaian yang masuk akal dan tidak menyesatkan. Pertama, memenuhi syarat internal kampus. Universitas Syiah Kuala menyatakan secara terbuka bahwa TOEFL Prediction dari UPT Bahasa mereka bisa dipakai sebagai syarat sidang atau yudisium di lingkungan kampus tersebut. Universitas Negeri Padang menempatkan tes serupa sebagai syarat mengikuti ujian akhir kelulusan atau wisuda. Kalau aturan kampusmu memang menunjuk tes internal, sertifikat itu sudah cukup.

Kedua, memetakan kemampuan sebelum membayar tes resmi. Biaya TOEFL iBT jauh lebih besar daripada tes prediksi, dan mengulang tes resmi karena skor meleset itu mahal. Tes prediksi berfungsi sebagai pengukur awal yang murah untuk memutuskan apakah kamu siap.

Ketiga, membiasakan diri pada tekanan waktu. Bagian Reading TOEFL ITP menuntut 50 soal dalam 55 menit. Ritme itu tidak bisa dilatih hanya dengan membaca teori. Duduk dua jam mengerjakan simulasi penuh memberi pengalaman yang tidak tergantikan.

Keempat, mengukur kemajuan berkala. Karena biayanya ringan, kamu bisa mengambilnya beberapa kali dalam satu semester untuk melihat tren, lalu menyimpan anggaran besar untuk satu kali tes resmi ketika kurvanya sudah stabil di target.

Menariknya, ETS sendiri mencantumkan "skill building and preparation" untuk TOEFL iBT sebagai salah satu kegunaan sah TOEFL ITP. Jadi memakai tes berskala institusional sebagai jembatan menuju tes internasional adalah pola yang diakui, bukan jalan pintas yang dibuat-buat.

Kapan TOEFL Prediction Tidak Bisa Dipakai

Batasnya jelas: begitu pihak penerima meminta sertifikat yang diakui ETS atau meminta laporan skor asli, sertifikat prediksi berhenti berguna. Contoh konkret ada di laman persyaratan salah satu program magister di Institut Teknologi Bandung, yang meminta "sertifikat kemampuan bahasa Inggris asli" dalam bentuk TOEFL iBT yang diakui oleh ets.org dengan skor minimum tertentu, TOEFL ITP yang diakui oleh ets.org, TOEIC, IELTS, atau tes bahasa milik kampus itu sendiri, dengan dokumen berusia maksimum dua tahun. Frasa "diakui oleh ets.org" itu yang mematikan opsi sertifikat prediksi.

Pola serupa berlaku pada pendaftaran kampus luar negeri, keperluan imigrasi, dan sebagian besar program beasiswa berskala nasional maupun internasional. Penerima berkas butuh angka yang bisa mereka verifikasi ke sumber aslinya, dan itu hanya bisa dipenuhi laporan skor resmi. Sebelum membeli tes apa pun untuk keperluan beasiswa LPDP atau program serupa, baca dulu daftar sertifikat yang diterima di pedoman resmi tahun berjalan, karena aturannya diperbarui tiap gelombang.

Perlu dicatat juga bahwa ETS membatasi sebagian pemakaian TOEFL ITP itu sendiri, misalnya untuk "admisi ke program gelar melalui tes yang diselenggarakan sebuah institusi untuk dipakai hanya di institusi tersebut". Jadi bahkan produk resmi pun punya ruang lingkup. Kesimpulannya, jangan pernah menebak; tanyakan langsung ke pihak yang akan menerima sertifikatmu.

Biaya, Masa Berlaku, dan Cara Memverifikasi Sertifikat

Biaya tes prediksi ditetapkan masing-masing penyelenggara dan bisa berbeda jauh antar kampus dan antar kota, jadi angka yang beredar di forum sebaiknya tidak kamu jadikan patokan. Cek langsung laman pusat bahasa yang kamu tuju, karena banyak di antaranya menerbitkan panduan pembayaran resmi. Yang bisa dipastikan secara umum, biayanya berada jauh di bawah TOEFL iBT yang tarifnya ditetapkan ETS per negara.

Soal masa berlaku, UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala menyebut sertifikat TOEFL Prediction umumnya berlaku satu tahun, dengan catatan bahwa ketentuan itu bisa diabaikan untuk mahasiswa kampus tersebut yang memakainya sebagai syarat sidang atau wisuda. Bandingkan dengan laporan skor TOEFL ITP dan TOEFL iBT yang sama-sama berlaku dua tahun menurut ETS, dan ETS menegaskan skor yang lebih tua dari dua tahun tidak akan dilaporkan atau diverifikasi lagi.

Untuk verifikasi, sebagian pusat bahasa PTN menyediakan laman pengecekan sertifikat daring sehingga pihak ketiga bisa memastikan keasliannya. Kalau penyelenggara tidak punya mekanisme verifikasi apa pun, itu tanda bahaya. Pastikan juga nama tes yang tercetak di sertifikat sesuai kenyataan. Sertifikat yang ditulis seolah-olah "TOEFL ITP" padahal hasil tes prediksi berpotensi menimbulkan masalah serius saat diperiksa. Panduan memilih dan menyimpan bukti hasil tes bisa kamu baca di artikel sertifikat TOEFL.

Tips praktis: Sebelum mendaftar, kirim satu pertanyaan tertulis ke pihak yang akan menerima sertifikatmu (bagian akademik, panitia beasiswa, atau admisi kampus tujuan): "Apakah sertifikat TOEFL Prediction dari pusat bahasa kampus diterima, atau harus TOEFL ITP/iBT dari ETS?" Simpan jawabannya. Satu pesan itu bisa menyelamatkan biaya dan waktu berbulan-bulan.

Strategi Memakai Tes Prediksi sebagai Batu Loncatan

Urutan yang paling hemat kira-kira begini. Mulai dengan satu kali tes prediksi tanpa persiapan khusus untuk mendapat garis dasar yang jujur. Catat skor per seksi, bukan hanya totalnya, karena di situ letak informasi yang berguna. Peserta Indonesia sering timpang: Reading lumayan, Listening tertinggal jauh.

Setelah itu, tentukan target berdasarkan syarat nyata, bukan angka bulat yang terdengar enak. Kalau syaratnya 500, targetkan 530 supaya ada penyangga terhadap variasi tingkat kesulitan. Susun latihan enam sampai delapan minggu yang porsinya condong ke seksi terlemah, lalu ukur ulang dengan tes prediksi kedua.

Di fase latihan ini, mengerjakan soal secara berkala jauh lebih efektif daripada membaca ringkasan tata bahasa berulang kali. Kamu bisa memanfaatkan bank soal dan tryout di Target Lulus untuk menjaga ritme mingguan, terutama untuk melatih structure dan reading yang porsinya besar. Kunci pemakaiannya adalah mengerjakan dengan timer dan meninjau setiap kesalahan, bukan mengejar jumlah soal.

Kalau tes prediksi kedua sudah melewati target dengan selisih aman, barulah daftar tes resmi. Pada titik itu kamu membayar sekali untuk hasil yang bisa dipakai, bukan membayar berkali-kali untuk mencoba peruntungan. Untuk memahami konsep dasar tesnya lebih dulu, baca apa itu TOEFL supaya kamu tidak tersesat di istilah teknis.

Kesalahan yang Sering Membuat Peserta Rugi

Kesalahan pertama adalah menganggap semua sertifikat bertuliskan TOEFL punya bobot sama. Perbedaan penerbit adalah inti persoalan, dan itu tidak bisa ditawar dengan alasan skornya tinggi.

Kesalahan kedua, memakai skor prediksi sebagai dasar memperkirakan hasil tes resmi secara presisi. Tes prediksi bisa memberi gambaran arah, tetapi tidak melalui proses penyetaraan formal, jadi selisih puluhan poin adalah hal biasa. Perlakukan hasilnya sebagai rentang, bukan angka pasti.

Kesalahan ketiga, mengambil tes prediksi berkali-kali tanpa mengubah cara belajar. Tanpa evaluasi kesalahan dan latihan terarah, angkanya akan bergerak di tempat dan kamu hanya membakar biaya.

Kesalahan keempat, melewatkan tenggat administrasi karena baru sadar sertifikatnya tidak diterima. Proses tes resmi butuh pendaftaran, jadwal, dan waktu penerbitan laporan skor. ETS menyebut skor TOEFL iBT tersedia di akun peserta tiga hari setelah tanggal tes, sementara pengiriman ke institusi memakan waktu tambahan beberapa hari kerja. Hitung mundur dari tenggat pendaftaranmu, jangan dari tanggal tes.

Kesalahan kelima, membandingkan diri dengan skor orang lain tanpa tahu tes apa yang mereka ambil. Angka 550 dari tes prediksi dan 550 dari TOEFL ITP resmi bukan hal yang sama. Kalau kamu masih bingung memilih jalur tes, panduan perbandingan di artikel TOEFL ITP bisa membantu memetakan pilihan.

Checklist Sebelum Mendaftar Tes Prediksi

Sebelum membayar, pastikan lima hal berikut sudah jelas. Satu, tujuan pemakaian sertifikat sudah kamu ketahui persis, lengkap dengan konfirmasi tertulis dari pihak penerima. Dua, nama tes yang akan tercetak di sertifikat sudah kamu tanyakan, apakah tertulis "TOEFL Prediction", "EPT", atau nama internal lain.

Tiga, masa berlaku sertifikat menurut kebijakan penyelenggara sudah kamu catat, dan kamu memastikan masa itu masih menutupi tenggat pendaftaranmu. Empat, kamu tahu berapa lama nilai keluar. Di Universitas Syiah Kuala, misalnya, nilai bisa dilihat paling lama dua hari kerja setelah tes, tetapi tidak semua penyelenggara secepat itu.

Lima, kamu sudah punya rencana lanjutan seandainya skornya di bawah target. Menyiapkan jadwal belajar sebelum tes lebih baik daripada menyusunnya dalam kondisi kecewa. Dengan lima poin itu terpenuhi, TOEFL prediction test berubah dari sekadar formalitas menjadi alat ukur yang benar-benar membantu langkah berikutnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah TOEFL Prediction Test sama dengan TOEFL resmi?

Tidak sama. TOEFL Prediction adalah simulasi yang diselenggarakan pusat bahasa kampus atau lembaga kursus, dan sertifikatnya diterbitkan oleh penyelenggara itu sendiri. Produk resmi di bawah merek TOEFL milik ETS antara lain TOEFL ITP untuk keperluan institusional dan TOEFL iBT untuk admisi internasional. Bentuk soalnya bisa mirip, tetapi status dan jangkauan pengakuannya berbeda.

Apakah sertifikat TOEFL Prediction bisa dipakai untuk mendaftar beasiswa?

Umumnya tidak, terutama untuk program yang meminta sertifikat asli yang diakui ETS. Laman persyaratan salah satu program magister di Institut Teknologi Bandung, misalnya, meminta sertifikat kemampuan bahasa Inggris asli berupa TOEFL iBT atau TOEFL ITP yang diakui oleh ets.org, atau tes bahasa milik kampus tersebut. Selalu baca pedoman resmi program yang kamu tuju sebelum membayar tes apa pun.

Berapa lama sertifikat TOEFL Prediction berlaku?

Masa berlakunya ditetapkan penyelenggara. UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala menyebut sertifikat TOEFL Prediction mereka umumnya berlaku satu tahun, dengan catatan ketentuan itu dapat diabaikan bagi mahasiswa kampus tersebut yang memakainya sebagai syarat sidang atau wisuda. Sebagai pembanding, laporan skor TOEFL ITP dan TOEFL iBT dari ETS berlaku dua tahun.

Berapa rentang skor pada TOEFL Prediction?

Karena meniru TOEFL ITP Level 1, tes prediksi biasanya memakai skala yang menyerupai 310 sampai 677. Menurut ETS, TOEFL ITP Level 1 terdiri atas 140 soal dalam 115 menit dengan total skor 310 sampai 677, sedangkan Level 2 berisi 95 soal dalam 70 menit dengan total 200 sampai 500. Skala yang dipakai penyelenggara prediksi tetap perlu kamu tanyakan karena bukan hasil penyetaraan resmi ETS.

Apakah skala skor TOEFL iBT masih 0 sampai 120?

Tidak lagi sebagai skala utama. ETS menyatakan bahwa sejak 21 Januari 2026 laporan skor TOEFL iBT memakai skala 1 sampai 6 dengan kelipatan setengah poin yang lebih selaras dengan CEFR. Selama masa transisi dua tahun setelah Januari 2026, peserta tetap menerima skor pembanding pada skala 0 sampai 120. Tes yang diambil sebelum tanggal itu memakai skala lama 0 sampai 120 dengan empat seksi masing-masing 0 sampai 30.

Berapa skor TOEFL Prediction yang dianggap bagus?

ETS menegaskan tidak ada skor lulus atau tidak lulus yang ditetapkan program TOEFL, karena setiap institusi menentukan syaratnya sendiri. Sebagai alat baca kasar, studi pemetaan ETS menempatkan skor total TOEFL ITP Level 1 sebesar 433 pada level B1 CEFR, 543 pada B2, dan 620 pada C1. Patokan yang benar tetap angka minimum yang diminta kampus atau program tujuanmu.

Kapan sebaiknya saya pindah dari tes prediksi ke tes resmi?

Saat hasil tes prediksimu sudah melewati target dengan selisih aman, misalnya sekitar 30 poin di atas syarat minimum, dan angka itu stabil pada dua kali pengukuran. Selisih puluhan poin antara tes prediksi dan tes resmi adalah hal biasa karena tes prediksi tidak melalui penyetaraan formal. Menyediakan penyangga membuat kamu cukup sekali membayar tes resmi.

Apakah TOEFL Prediction tetap berguna kalau tujuannya tes resmi?

Berguna, selama posisinya jelas sebagai alat latihan dan pemetaan. ETS bahkan mencantumkan pembentukan keterampilan dan persiapan menuju TOEFL iBT sebagai salah satu kegunaan sah TOEFL ITP. Tes prediksi membantu kamu mengenali seksi terlemah dan membiasakan diri pada tekanan waktu sebelum membayar tes yang jauh lebih mahal.

Ditulis oleh

Tim Redaksi Target Lulus

Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.

Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.

Diawasi oleh Ahmad Thariq Syauqi, penanggung jawab redaksi Target Lulus. Profil dan kredensial lengkap ada di halaman Tentang.