Skor TOEFL: Rentang Nilai, Cara Baca, dan Cara Menaikkan
Skor TOEFL punya rentang dan cara baca berbeda tergantung jenis tesnya. TOEFL ITP memakai skala 310 sampai 677, sedangkan TOEFL iBT kini memakai skala baru 1 sampai 6 sejak Januari 2026, setelah sebelumnya memakai skala 0 sampai 120. Artikel ini menjelaskan rentang tiap jenis, cara membaca laporan skor, syarat umum beasiswa dan kuliah S2, serta cara menaikkan skor per seksi.

Skor TOEFL adalah angka yang menunjukkan level kemampuan bahasa Inggris kamu menurut standar ETS (Educational Testing Service), dan rentang angkanya berbeda tergantung jenis tes yang kamu ambil, mulai dari TOEFL ITP yang biasa dipakai kampus dan lembaga dalam negeri sampai TOEFL iBT yang jadi syarat umum untuk kuliah dan kerja di luar negeri. Sejak 21 Januari 2026, ETS bahkan mengganti skala utama TOEFL iBT dari rentang 0 sampai 120 menjadi skala baru 1 sampai 6 yang lebih selaras dengan CEFR (Common European Framework of Reference for Languages), meski angka lama itu masih ditampilkan di laporan skor untuk sementara waktu. Kalau kamu baru mau ikut tes atau baru terima hasil dan bingung membaca angkanya, artikel ini merangkum rentang skor tiap jenis TOEFL, cara membacanya, dan langkah yang realistis untuk menaikkannya.
Skor TOEFL: Pengertian dan Kenapa Rentangnya Berbeda-Beda
Secara sederhana, skor TOEFL adalah hasil pengukuran kemampuan bahasa Inggris kamu di beberapa area, membaca, mendengar, berbicara, dan menulis, meski tidak semua jenis TOEFL mengukur keempatnya sekaligus. Kalau kamu belum familiar dengan tesnya secara umum, ada penjelasan lebih lengkap soal apa itu TOEFL yang bisa kamu baca lebih dulu.
Rentang skor TOEFL berbeda-beda karena ETS sebenarnya mengelola beberapa produk tes yang terpisah, bukan satu tes tunggal dengan satu skala. TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dan TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah dua jenis yang paling sering kamu temui sekarang, masing-masing punya cara hitung dan skala sendiri. Format lama seperti TOEFL PBT (paper-based test) dan TOEFL CBT (computer-based test) sudah lama dihentikan, jadi kalau kamu menemukan skor dengan skala itu di sertifikat lama, kemungkinan besar sudah tidak berlaku lagi untuk keperluan sekarang.
TOEFL ITP dan TOEFL iBT: Dua Jenis yang Paling Sering Kamu Temui
TOEFL ITP adalah tes yang diselenggarakan lewat lembaga resmi (universitas, pusat bahasa, atau penyelenggara yang bekerja sama dengan ETS), biasanya dipakai untuk syarat administratif dalam negeri seperti pendaftaran S2, seleksi beasiswa domestik, atau syarat kelulusan kampus. Tesnya hanya mengukur kemampuan reseptif, yaitu mendengar, tata bahasa, dan membaca, tanpa sesi berbicara atau menulis.
Sementara itu, TOEFL iBT adalah tes resmi ETS yang diakui secara internasional dan diikuti lewat internet, baik di test center maupun dari rumah lewat TOEFL iBT Home Edition. iBT mengukur keempat kemampuan sekaligus, membaca, mendengar, berbicara, dan menulis, sehingga hasilnya lebih sering diminta untuk pendaftaran kuliah luar negeri, visa pelajar, atau posisi kerja internasional. Kalau kamu mempertimbangkan format online, ada juga bahasan lebih detail soal tes TOEFL online yang bisa kamu cek.
Skor TOEFL ITP: Rentang 310 sampai 677 dan Tiga Seksinya
Menurut buku panduan resmi ETS untuk TOEFL ITP, skor total dilaporkan dalam skala 310 sampai 677, sedangkan skor tiap seksi dilaporkan dalam skala 31 sampai 68 (khusus seksi Reading Comprehension, skor maksimalnya 67). Skor ini didapat dari jumlah jawaban benar yang dikonversi ke skala tersebut, bukan dari persentase jawaban benar secara langsung.
Ada tiga seksi dalam TOEFL ITP Level 1, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Skor total dihitung dari rata-rata ketiga skor seksi itu dikalikan 10. Untuk peserta dengan kemampuan yang masih dasar, ETS juga menyediakan TOEFL ITP Level 2 yang mengukur rentang lebih rendah, skor per seksi 20 sampai 50 dan skor total 200 sampai 500.
| Seksi TOEFL ITP Level 1 | Rentang Skor Seksi |
|---|---|
| Listening Comprehension | 31 sampai 68 |
| Structure and Written Expression | 31 sampai 68 |
| Reading Comprehension | 31 sampai 67 |
| Skor Total (rata-rata tiga seksi dikali 10) | 310 sampai 677 |
Sertifikat TOEFL ITP resmi berlaku selama 2 tahun sejak tanggal tes. Sebagai gambaran level, ETS memetakan sebagian skor ITP Level 1 ke kerangka CEFR, skor total sekitar 620 setara C1, sekitar 543 setara B2, sekitar 433 setara B1, dan sekitar 343 setara A2. Angka ini adalah pemetaan resmi ETS, bukan patokan mutlak, karena tetap ada margin dan konteks penggunaan yang berbeda-beda di tiap lembaga.
Skor TOEFL iBT Skala Baru: 1 sampai 6 Sejak Januari 2026
Ini bagian yang penting kamu tahu kalau baru mau daftar tes atau baru terima hasil TOEFL iBT belakangan ini. Mulai 21 Januari 2026, ETS mengganti skala utama laporan skor TOEFL iBT dari rentang 0 sampai 120 menjadi skala baru 1 sampai 6 dengan kenaikan setengah poin (1, 1,5, 2, 2,5, dan seterusnya sampai 6). Perubahan ini dilakukan supaya skor TOEFL lebih mudah dibandingkan langsung dengan kerangka CEFR yang banyak dipakai institusi pendidikan di luar Amerika Serikat.
Poin pentingnya, sejak Januari 2026, skor utama TOEFL iBT kamu adalah angka 1 sampai 6, bukan lagi 0 sampai 120. Tiap seksi (Reading, Listening, Speaking, Writing) dinilai dengan skala 1 sampai 6 yang sama, dan skor keseluruhan adalah rata-rata keempat seksi itu, dibulatkan ke setengah poin terdekat.
Skala baru ini selaras dengan level CEFR sebagai berikut, skor 6 setara C2, skor 5 sampai 5,5 setara C1, skor 4 sampai 4,5 setara B2, skor 3 sampai 3,5 setara B1, skor 2 sampai 2,5 setara A2, dan skor 1 sampai 1,5 setara A1. Jadi kalau kamu dapat skor keseluruhan 4,5, itu setara level B2 menurut pemetaan resmi ETS.
Skor TOEFL iBT Skala Lama: 0 sampai 120 dan Masa Transisinya
Sebelum perubahan Januari 2026, skor TOEFL iBT dihitung dengan menjumlahkan empat skor seksi, Reading, Listening, Speaking, dan Writing, yang masing-masing punya rentang 0 sampai 30, sehingga totalnya berada di rentang 0 sampai 120. Skala ini sudah dipakai sejak 2005 dan masih banyak dikenal, terutama karena banyak persyaratan resmi (kampus, beasiswa, atau perusahaan) masih ditulis dalam angka skala lama ini.
ETS tidak langsung menghilangkan skala lama itu. Untuk masa transisi selama dua tahun, sampai sekitar Januari 2028, laporan skor TOEFL iBT tetap menampilkan tiga informasi sekaligus, level CEFR, skor 1 sampai 6 untuk keseluruhan dan tiap seksi, serta skor keseluruhan yang sebanding pada skala 0 sampai 120. Jadi kamu tidak perlu khawatir kalau ada lembaga yang masih meminta format skor lama, laporan resminya tetap mencantumkan angka itu sampai masa transisi berakhir.
| Skala Skor TOEFL iBT | Rentang | Catatan |
|---|---|---|
| Skala baru, berlaku sejak 21 Januari 2026 | 1 sampai 6 per seksi dan keseluruhan, kenaikan 0,5 | Skor keseluruhan dihitung dari rata-rata 4 seksi, dibulatkan ke 0,5 terdekat |
| Skala lama, ditampilkan sampai sekitar Januari 2028 | 0 sampai 30 per seksi, 0 sampai 120 keseluruhan | Ditampilkan sebagai angka pembanding, bukan lagi skor utama |
Sebagai gambaran kasar hubungan dua skala ini menurut halaman perbandingan resmi ETS, skor lama sekitar 100 kira-kira sebanding dengan skor baru 5, skor lama sekitar 90 sebanding dengan skor baru 4,5, skor lama sekitar 80 sebanding dengan skor baru 4, dan skor lama sekitar 70 sebanding dengan skor baru 3,5. Angka ini perkiraan pembanding dari ETS, bukan rumus konversi presisi untuk tiap individu.
TOEFL PBT dan CBT: Kenapa Sudah Jarang Ditemui Sekarang
Kalau kamu pernah dengar istilah skor TOEFL 550 atau skor TOEFL 500 dari orang tua atau senior, kemungkinan besar itu merujuk ke skala TOEFL PBT (paper-based test) lama yang punya rentang mirip dengan skala TOEFL ITP sekarang, karena memang TOEFL ITP diturunkan dari format tes yang sama. TOEFL CBT (computer-based test) yang sempat memakai skala 0 sampai 300 juga sudah lama tidak dipakai, dihentikan sekitar pertengahan tahun 2000-an setelah TOEFL iBT diperkenalkan.
Untuk keperluan sekarang, dua jenis yang masih relevan dan aktif dipakai secara luas hanya TOEFL ITP (untuk kebutuhan institusional dalam negeri) dan TOEFL iBT (untuk kebutuhan internasional). Kalau kamu menemukan sertifikat TOEFL dengan skala selain dua itu, sebaiknya tanyakan langsung ke lembaga penyelenggara atau pihak yang meminta skor, karena kemungkinan besar formatnya sudah tidak diterima lagi.
Kalau kamu ragu format tes yang harus diikuti, cara paling aman adalah bertanya langsung ke pihak yang meminta skor, apakah mereka menerima TOEFL ITP, atau justru mewajibkan TOEFL iBT karena butuh bukti kemampuan berbicara dan menulis. Jangan berasumsi sendiri hanya berdasarkan kebiasaan lama, karena kebijakan tiap kampus, beasiswa, atau perusahaan bisa berbeda dan bisa berubah dari tahun ke tahun.
Cara Membaca Laporan Skor TOEFL Kamu
Laporan skor resmi biasanya menampilkan lebih dari satu angka, jadi penting untuk tahu bagian mana yang perlu kamu perhatikan. Untuk TOEFL ITP, perhatikan skor tiap seksi (Listening, Structure and Written Expression, Reading) dan skor total di bagian atas laporan. Untuk TOEFL iBT setelah Januari 2026, perhatikan skor 1 sampai 6 di tiap seksi (Reading, Listening, Speaking, Writing), skor keseluruhan pada skala yang sama, level CEFR yang tertera, dan skor pembanding 0 sampai 120 kalau kamu masih butuh angka itu untuk keperluan administratif.
Yang sering bikin bingung adalah menyamakan angka dari dua sistem berbeda. Skor 500 di TOEFL ITP tidak sama artinya dengan skor 500 pada skala lama iBT yang maksimalnya cuma 120, begitu juga skor iBT baru 4,0 tidak bisa langsung dibandingkan dengan angka ITP tanpa tabel pembanding. Selalu cek dulu jenis tes dan skala yang diminta sebelum menyimpulkan skormu kurang atau sudah cukup.
Konversi Skor Antar Jenis TOEFL, Kenapa Cuma Perkiraan
Banyak beredar tabel konversi ITP ke iBT atau TOEFL ke IELTS di internet, tapi penting kamu tahu bahwa ETS sendiri tidak menerbitkan tabel konversi resmi antara TOEFL ITP dan TOEFL iBT. Alasannya sederhana, ITP hanya mengukur tiga kemampuan reseptif (listening, structure, reading), sedangkan iBT mengukur empat kemampuan termasuk speaking dan writing yang sama sekali tidak diujikan di ITP. Karena dasar pengukurannya berbeda, tabel konversi yang beredar di internet umumnya buatan pihak ketiga dan sifatnya perkiraan kasar, bukan rumus resmi ETS.
Untuk perbandingan dengan tes bahasa Inggris lain seperti IELTS, ETS memang pernah merilis studi konkordansi resmi antara skor TOEFL iBT dan IELTS Academic, tapi ETS sendiri menyatakan tabel itu sebaiknya tidak dipakai sebagai satu-satunya acuan untuk menentukan batas skor kelulusan. Kalau kamu penasaran perbandingan lebih detail antara dua tes ini, ada pembahasan lengkap soal perbedaan TOEFL dan IELTS yang bisa membantu kamu memilih.
Tip praktis, kalau lembaga tujuanmu (kampus, beasiswa, atau perusahaan) punya syarat skor spesifik, selalu cek dokumen resmi mereka dulu, bukan tabel konversi dari blog atau forum. Kalau ragu jenis tes mana yang diminta, tanyakan langsung ke bagian admisi atau HRD sebelum kamu mendaftar tes.
Skor TOEFL Minimum untuk Beasiswa dan Kuliah S2
Setiap program beasiswa dan kampus punya syarat skor sendiri, jadi tidak ada satu angka skor TOEFL minimum yang berlaku universal. Sebagai gambaran konkret, salah satu skema Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) mensyaratkan skor bahasa Inggris berbeda untuk tujuan dalam dan luar negeri, dan berbeda lagi untuk jenjang magister dan doktor.
| Kategori Pendaftar | TOEFL ITP | TOEFL iBT |
|---|---|---|
| Magister, tujuan dalam negeri | 500 | 61 |
| Magister, tujuan luar negeri | tidak berlaku, wajib iBT atau IELTS | 80 |
| Doktor, tujuan dalam negeri | 530 | 70 |
| Doktor, tujuan luar negeri | tidak berlaku, wajib iBT atau IELTS | 94 |
Angka di atas adalah contoh syarat salah satu skema Beasiswa LPDP per pertengahan 2026, bukan patokan untuk semua beasiswa atau kampus. Syarat ini bisa berubah tiap periode pendaftaran, jadi selalu cek buku panduan resmi program yang kamu tuju sebelum menjadikannya target belajar.
Untuk kuliah S2 di luar negeri secara umum, kampus biasanya meminta skor TOEFL iBT di kisaran menengah sampai tinggi pada skala lama, banyak yang meminta di atas 70 sampai 90-an, tapi variasinya besar tergantung negara, jurusan, dan tingkat kompetitif program studi. Jangan jadikan satu angka dari internet sebagai patokan mutlak, selalu cek persyaratan resmi tiap kampus yang kamu tuju.
Skor TOEFL untuk Kebutuhan Kerja dan Sertifikasi Profesi
Di luar dunia pendidikan, skor TOEFL juga sering diminta untuk melamar kerja di perusahaan multinasional, posisi yang butuh komunikasi bahasa Inggris intensif, program pertukaran kerja, atau sertifikasi profesi tertentu yang mensyaratkan bukti kemampuan bahasa. Karena TOEFL ITP lebih murah dan cepat diselenggarakan lewat lembaga dalam negeri, banyak perusahaan di Indonesia memakai skor ITP sebagai syarat administratif rekrutmen atau kenaikan jenjang karier.
Untuk posisi yang butuh interaksi langsung dengan klien atau kolega berbahasa Inggris, sebagian perusahaan lebih memilih TOEFL iBT karena mengukur kemampuan berbicara dan menulis secara langsung, bukan cuma pemahaman pasif. Sama seperti syarat kampus, tidak ada angka baku untuk semua perusahaan, jadi cek dulu persyaratan resmi lowongan atau kebijakan internal tempat kamu melamar sebelum menargetkan skor tertentu.
Cara Menaikkan Skor Listening dan Reading
Skor Listening dan Reading di TOEFL ITP maupun iBT sama-sama mengukur kemampuan memahami bahasa Inggris secara pasif, jadi strategi menaikkannya cukup mirip. Untuk Listening, biasakan mendengarkan materi akademik berbahasa Inggris seperti kuliah, ceramah, atau percakapan panjang secara rutin, bukan cuma percakapan santai, karena format soal TOEFL memang meniru suasana kelas atau kampus. Latih juga kemampuan mencatat poin penting sambil mendengar, karena banyak pertanyaan menguji detail dan struktur argumen, bukan sekadar kata kunci yang muncul.
Untuk Reading, perbanyak membaca teks akademik yang agak panjang, misalnya jurnal populer, artikel sains, atau buku teks pengantar, supaya terbiasa dengan kosakata dan struktur kalimat yang kompleks. Latihan soal dengan batas waktu juga penting, karena banyak peserta sebenarnya paham isi teks tapi kehabisan waktu sebelum menjawab semua soal. Kalau kamu mau latihan terstruktur dengan simulasi kondisi ujian sungguhan, coba manfaatkan bank soal dan tryout di Target Lulus supaya kamu terbiasa dengan pola soal dan manajemen waktunya.
Cara Menaikkan Skor Structure, Writing, dan Speaking
Seksi Structure and Written Expression di TOEFL ITP menguji pemahaman tata bahasa secara implisit, jadi cara efektif menaikkannya adalah mempelajari pola grammar yang sering keliru, seperti subject-verb agreement, parallel structure, dan penggunaan kata penghubung, lalu berlatih soal identifikasi kesalahan secara berulang sampai kamu bisa mengenali pola kesalahan dengan cepat, bukan cuma menghafal aturan satu per satu.
Untuk Writing dan Speaking di TOEFL iBT, latihan paling efektif adalah simulasi langsung dengan waktu terbatas sesuai format asli, lalu minta orang lain, misalnya guru, tutor, atau teman yang lebih mahir, menilai jawabanmu. Perhatikan struktur jawaban (pembukaan, argumen, penutup), variasi kosakata, dan kelancaran penyampaian, karena penilai TOEFL menilai keseluruhan kualitas komunikasi, bukan cuma tata bahasa yang sempurna. Latihan konsisten dalam waktu beberapa minggu biasanya memberi hasil lebih terasa dibanding belajar mendadak beberapa hari sebelum tes, meski hasil akhir tetap tergantung usaha dan kondisi kamu saat tes berlangsung.
Intinya, sebelum kamu menargetkan angka tertentu, pastikan dulu jenis tes apa yang diminta lembaga tujuanmu, TOEFL ITP atau TOEFL iBT, dan skala mana yang berlaku, skala baru 1 sampai 6 atau skala lama 0 sampai 120 yang masih ditampilkan sampai masa transisi berakhir. Setelah itu, susun rencana belajar per seksi berdasarkan kelemahanmu, bukan asal mengerjakan latihan soal secara acak, supaya waktu belajarmu lebih efisien dan progresnya lebih terasa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa rentang skor TOEFL ITP?
Skor TOEFL ITP dilaporkan dalam skala 310 sampai 677 untuk skor total, dengan skor tiap seksi (Listening Comprehension, Structure and Written Expression, Reading Comprehension) berkisar 31 sampai 68. Skor ini didapat dari konversi jumlah jawaban benar, bukan persentase langsung. Sertifikatnya berlaku 2 tahun sejak tanggal tes.
Berapa rentang skor TOEFL iBT sekarang?
Sejak 21 Januari 2026, skor utama TOEFL iBT memakai skala baru 1 sampai 6 dengan kenaikan setengah poin untuk tiap seksi dan skor keseluruhan. Skala lama 0 sampai 120 masih ditampilkan sebagai angka pembanding sampai sekitar Januari 2028. Setelah masa transisi berakhir, laporan skor hanya akan menampilkan skala 1 sampai 6.
Apakah skor TOEFL ITP bisa dikonversi langsung ke skor TOEFL iBT?
Tidak ada tabel konversi resmi dari ETS antara ITP dan iBT karena keduanya mengukur kemampuan berbeda, ITP hanya listening, structure, dan reading, sedangkan iBT juga mengukur speaking dan writing. Tabel konversi yang beredar di internet umumnya perkiraan pihak ketiga, bukan rumus resmi ETS, jadi pakai sebagai gambaran kasar saja.
Berapa skor TOEFL yang dianggap bagus?
Tidak ada satu angka bagus yang berlaku untuk semua keperluan, karena tiap kampus, beasiswa, atau perusahaan punya standar sendiri. Pada skala iBT baru, skor 4 ke atas biasanya setara level B2 CEFR ke atas yang umumnya dianggap memadai untuk banyak keperluan akademik, tapi kamu tetap perlu cek syarat spesifik tujuanmu.
Apakah TOEFL PBT dan CBT masih berlaku sekarang?
Tidak, TOEFL CBT sudah dihentikan sejak sekitar pertengahan tahun 2000-an dan TOEFL PBT versi lama juga sudah lama tidak diselenggarakan secara luas, digantikan TOEFL ITP dan TOEFL iBT. Kalau kamu punya sertifikat dengan skala itu, sebaiknya konfirmasi langsung ke lembaga tujuan apakah skornya masih diterima.
Berapa lama skor TOEFL berlaku?
Skor TOEFL ITP dan TOEFL iBT sama-sama berlaku selama 2 tahun sejak tanggal tes. Setelah masa berlaku itu habis, kamu perlu mengikuti tes ulang kalau masih membutuhkan skor untuk keperluan administratif seperti pendaftaran kuliah atau kerja.
Apakah skor TOEFL bisa naik signifikan dalam waktu singkat?
Peningkatan skor bergantung pada kondisi awal kemampuanmu, intensitas latihan, dan konsistensi belajar, jadi tidak ada jaminan kenaikan angka tertentu dalam waktu tertentu. Fokus pada latihan terstruktur per seksi dan simulasi kondisi ujian biasanya memberi hasil lebih stabil dibanding belajar mendadak.
Ditulis oleh
Tim Redaksi Target Lulus
Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.
Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.


