Contoh Soal TKA dan Pembahasannya: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris
Contoh soal TKA beserta pembahasan langkah demi langkah untuk mata uji wajib Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, plus satu mata pelajaran pilihan. Artikel ini juga merapikan dulu ketentuan resmi TKA menurut Permendikdasmen 9/2025: siapa penyelenggaranya, jenjang mana yang ikut, status sukarelanya, tiga bentuk soalnya, alokasi waktu, kategori capaian, dan posisi nilai TKA di SNBP maupun SNBT.

Daftar isi
- TKA Adalah Asesmen Sukarela, Bukan Penentu Kelulusan
- Siapa yang Bisa Ikut TKA dan Apakah Wajib
- Mata Uji TKA: Tiga Wajib plus Dua Pilihan untuk SMA dan SMK
- Bentuk Soal TKA yang Perlu Kamu Kenali Sebelum Belajar
- Contoh Soal TKA Matematika dan Pembahasannya
- Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia dan Pembahasannya
- Contoh Soal TKA Bahasa Inggris dan Pembahasannya
- Contoh Soal TKA Mata Pelajaran Pilihan: Fisika
- Pola Soal TKA: Tiga Level Kognitif yang Selalu Muncul
- Alokasi Waktu, Nilai, dan Kategori Capaian TKA
- Hubungan TKA dengan SNBP dan SNBT
- Cara Belajar TKA yang Efektif Tanpa Biaya
Contoh soal TKA baru berguna kalau kamu sudah tahu persis TKA itu apa. TKA adalah Tes Kemampuan Akademik, asesmen terstandar yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu. Dasar hukumnya Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik, dengan pedoman pelaksanaan pada Kepmendikdasmen Nomor 95/M/2025 dan kerangka asesmen pada Peraturan Kepala BSKAP Nomor 045/H/AN/2025.
Masalahnya, karena kebijakan ini masih baru, banyak informasi yang beredar saling bertentangan. Ada yang menyebut TKA sebagai ujian nasional yang kembali, ada yang bilang wajib, ada yang menjual paket bimbingan dengan alasan TKA menentukan kelulusan. Artikel ini merapikan itu dulu dari dokumen resminya, lalu menyajikan contoh soal beserta pembahasan langkah demi langkah untuk mata uji wajib dan satu mata pelajaran pilihan.
TKA Adalah Asesmen Sukarela, Bukan Penentu Kelulusan
Kerangka asesmen resmi menyebutkan satu kalimat yang jarang dikutip di media: TKA bukanlah evaluasi untuk menentukan kelulusan murid dari satuan pendidikan. Evaluasi penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan pendidik dan sekolah. Karena itu tidak semua mata pelajaran di kurikulum menjadi mata uji TKA, dan pada mata pelajaran yang diujikan pun tidak seluruh muatan kurikulum diukur.
Tujuan TKA menurut Pasal 3 Permendikdasmen 9/2025 ada empat: memperoleh informasi capaian akademik murid yang terstandar untuk keperluan seleksi akademik, menjamin akses murid pendidikan nonformal dan informal terhadap penyetaraan hasil belajar, mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam mengembangkan penilaian yang berkualitas, dan memberikan bahan acuan pengendalian serta penjaminan mutu pendidikan.
Penyelenggaranya bukan satu lembaga tunggal. Pasal 4 menyebut TKA diselenggarakan oleh Kemendikdasmen, Kementerian Agama, pemerintah daerah provinsi, dan pemerintah daerah kabupaten/kota. Soal untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan MAK disusun oleh Kemendikdasmen, sedangkan soal jenjang SD dan SMP disusun pemerintah daerah kabupaten/kota berdasarkan kerangka asesmen pusat.
Satu lagi yang penting: TKA gratis. Kepala BSKAP Toni Toharudin menegaskan lewat siaran pers 11 Agustus 2025 bahwa TKA tidak dipungut biaya, dana pelaksanaan dibebankan ke anggaran pemerintah, dan sekolah dilarang membebankan biaya persiapan TKA kepada murid dan orang tua. Kalau ada yang menagih biaya atas nama TKA, itu bisa dilaporkan ke Unit Layanan Terpadu Kemendikdasmen.
Key Takeaway
TKA bukan ujian nasional versi baru dan bukan penentu kelulusan. TKA adalah asesmen sukarela dan gratis yang hasilnya dipakai sebagai data terstandar untuk keperluan seleksi akademik. Kelulusan sekolah tetap urusan sekolahmu.
Siapa yang Bisa Ikut TKA dan Apakah Wajib
Pasal 8 Permendikdasmen 9/2025 memakai kata "dapat diikuti", bukan "wajib diikuti". Dokumen Tanya Jawab TKA yang diterbitkan Pusmendik menegaskan alasan mengapa formulir pendaftaran harus ditandatangani orang tua atau wali: karena TKA bersifat sukarela dan menyangkut pilihan akademik anak, termasuk dua mata pelajaran pilihan yang bisa berdampak pada strategi melanjutkan pendidikan.
Peserta dari jalur pendidikan formal adalah murid kelas 6 SD atau MI, kelas 9 SMP atau MTs, dan kelas 12 SMA, MA, SMK, atau MAK. Untuk SMK program empat tahun, pesertanya kelas 13. Jalur nonformal mencakup Paket A kelas 6, Paket B kelas 9, dan Paket C kelas 12, termasuk murid pesantren di bawah pembinaan Kementerian Agama. Jalur informal mencakup murid sekolah rumah. Murid berkebutuhan khusus penyandang disabilitas dengan hambatan intelektual dikecualikan.
Pendaftaran tidak bisa dilakukan mandiri. Sekolah menarik data murid dari basis data Kementerian, murid mengisi keikutsertaan dan mata pelajaran pilihan lalu menandatangani formulir bersama orang tua, kemudian operator sekolah menginput pilihan itu ke web manajemen TKA. Lokasi tes juga tidak bisa dipilih sendiri, yaitu di sekolah tempat murid belajar, atau menumpang di sekolah lain bila infrastrukturnya belum memadai. Kalau kamu masih bingung membedakan TKA dengan tes seleksi lain, artikel ujian TKA adalah membahas posisinya lebih dulu.
Mata Uji TKA: Tiga Wajib plus Dua Pilihan untuk SMA dan SMK
Ini bagian yang paling sering salah dikutip. Mata uji TKA berbeda per jenjang, dan hanya jenjang menengah yang punya mata pelajaran pilihan. Tabel berikut merangkum ketentuan Pasal 9 Permendikdasmen 9/2025 dan pedoman penyelenggaraannya.
| Jenjang | Mata uji wajib | Mata pelajaran pilihan | Jumlah hari |
|---|---|---|---|
| SD, MI, Paket A, sederajat (kelas 6) | Bahasa Indonesia, Matematika | Tidak ada | 1 hari |
| SMP, MTs, Paket B, sederajat (kelas 9) | Bahasa Indonesia, Matematika | Tidak ada | 1 hari |
| SMA, MA, Paket C, sederajat (kelas 12) | Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris | 2 mata pelajaran, bebas dipilih dari 18 opsi | 2 hari |
| SMK dan MAK (kelas 12, atau kelas 13 untuk program 4 tahun) | Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris | Pilihan pertama wajib Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan, pilihan kedua dari 18 opsi | 2 hari |
Daftar mata pelajaran pilihan yang tersedia ada 19 nomor dalam pedoman resmi. Perhatikan bahwa Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris muncul lagi di daftar pilihan dalam versi Tingkat Lanjut, jadi kamu bisa mengambil versi lanjutnya sebagai mata uji pilihan.
| Kelompok | Mata pelajaran pilihan TKA |
|---|---|
| Versi tingkat lanjut | Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut, Matematika Tingkat Lanjut, Bahasa Inggris Tingkat Lanjut |
| Sains | Fisika, Kimia, Biologi |
| Sosial dan humaniora | Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, Antropologi, PPKn atau Pendidikan Pancasila |
| Bahasa asing | Bahasa Prancis, Bahasa Jerman, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Bahasa Korea, Bahasa Arab |
| Kejuruan | Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan (khusus SMK dan MAK) |
Jadi kalau ada blog yang memberi contoh soal TKA untuk Informatika, itu keliru. Dokumen Tanya Jawab Pusmendik menyebut Informatika tidak diujikan di TKA, sementara PPKn masuk daftar mata pelajaran yang bisa berperan sebagai pendukung program studi. Sekolah juga tidak boleh menyeragamkan pilihan seluruh murid, karena pemilihan dua mata pelajaran itu hak per murid.
Bentuk Soal TKA yang Perlu Kamu Kenali Sebelum Belajar
Banyak murid kaget bukan karena materinya, tapi karena format jawabannya. TKA tidak hanya memakai pilihan ganda biasa. Kerangka asesmen menetapkan dua jenis soal dan tiga bentuk soal, semuanya objektif dan dikerjakan pada aplikasi digital.
Dua jenis soal itu adalah soal tunggal, yaitu soal yang berdiri sendiri, dan soal grup, yaitu sekumpulan soal yang mengacu pada satu stimulus yang sama. Soal grup inilah yang membuat kemampuan membaca cepat jadi penting, karena satu teks panjang bisa melahirkan tiga sampai empat pertanyaan.
| Bentuk soal | Cara menjawab | Yang sering menjatuhkan peserta |
|---|---|---|
| Pilihan ganda sederhana | Hanya satu jawaban benar, pilih satu opsi | Terburu memilih opsi yang "terasa benar" tanpa mengecek satuan atau kata kunci soal |
| Pilihan ganda kompleks model MCMA | Bisa lebih dari satu jawaban benar, pilih semua yang benar | Berhenti setelah menemukan satu jawaban benar, padahal masih ada yang lain |
| Pilihan ganda kompleks kategori | Semua pernyataan harus direspons, misalnya Benar atau Salah, Sesuai atau Tidak Sesuai | Melewatkan satu baris pernyataan sehingga respons tidak lengkap |
Konsekuensi praktisnya: latihan yang cuma pakai pilihan ganda biasa tidak cukup. Kamu perlu terbiasa memutuskan "Benar atau Salah" untuk tiga pernyataan sekaligus, dan terbiasa mengecek kembali apakah masih ada opsi benar yang belum kamu tandai. Kumpulan latihan di halaman contoh soal bisa dipakai untuk membiasakan pola respons ini.
Contoh Soal TKA Matematika dan Pembahasannya
Muatan TKA Matematika merujuk pada elemen kurikulum, yaitu bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang, serta trigonometri. Logika matematika tidak berdiri sendiri, melainkan diintegrasikan ke elemen-elemen itu. Berikut empat contoh soal yang mewakili elemen berbeda dan bentuk jawaban berbeda.
Contoh 1. Bilangan, pilihan ganda sederhana, level pengetahuan dan pemahaman
Hasil dari 3/5 + 5/6 x 9/25 adalah ....
A. 3/10 B. 1/2 C. 7/10 D. 9/10 E. 21/25
Pembahasan. Kerjakan perkalian lebih dulu sebelum penjumlahan. Langkah pertama, 5/6 x 9/25 = 45/150. Sederhanakan dengan membagi pembilang dan penyebut dengan 15, hasilnya 3/10. Langkah kedua, samakan penyebut: 3/5 = 6/10. Langkah ketiga, 6/10 + 3/10 = 9/10. Kunci jawaban: D. Jebakannya opsi C, yang muncul kalau kamu keliru menyederhanakan 45/150 menjadi 1/10.
Contoh 2. Aljabar, pilihan ganda kompleks kategori, level aplikasi
Sebuah usaha konveksi memiliki modal produksi Rp6.000.000,00 per hari. Biaya produksi satu kaus Rp30.000,00 dengan laba Rp12.000,00 per kaus, sedangkan biaya produksi satu totebag Rp20.000,00 dengan laba Rp9.000,00 per totebag. Kapasitas produksi paling banyak 250 unit per hari. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut apabila usaha itu ingin memperoleh keuntungan maksimum.
| Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|
| Usaha itu harus memproduksi 100 kaus. | ✓ | |
| Jumlah totebag yang diproduksi lebih banyak daripada jumlah kaus. | ✓ | |
| Keuntungan maksimum yang dapat diperoleh adalah Rp2.400.000,00. | ✓ |
Pembahasan. Misalkan x jumlah kaus dan y jumlah totebag. Kendala modal: 30.000x + 20.000y kurang dari atau sama dengan 6.000.000, yang bila dibagi 10.000 menjadi 3x + 2y kurang dari atau sama dengan 600. Kendala kapasitas: x + y kurang dari atau sama dengan 250. Fungsi tujuan: keuntungan = 12.000x + 9.000y.
Uji titik-titik sudut daerah penyelesaian. Titik (200, 0) memberi keuntungan Rp2.400.000,00. Titik (0, 250) memberi Rp2.250.000,00. Titik potong kedua garis: dari x + y = 250 diperoleh y = 250 - x, lalu substitusi ke 3x + 2y = 600 menghasilkan 3x + 500 - 2x = 600, sehingga x = 100 dan y = 150. Cek kembali: 30.000(100) + 20.000(150) = Rp6.000.000,00 dan 100 + 150 = 250, keduanya tepat memenuhi kendala. Keuntungannya 12.000(100) + 9.000(150) = 1.200.000 + 1.350.000 = Rp2.550.000,00, yang paling besar. Kunci jawaban: Benar, Benar, Salah. Keuntungan maksimumnya Rp2.550.000,00, bukan Rp2.400.000,00.
Contoh 3. Trigonometri, pilihan ganda sederhana, level penalaran
Dari titik A di tanah datar, sudut elevasi puncak sebuah menara adalah 30 derajat. Setelah bergerak 10 meter mendekati kaki menara sampai titik B, sudut elevasi puncak menara menjadi 60 derajat. Tinggi menara tersebut adalah ....
A. 5 meter B. (10/3) akar 3 meter C. 5 akar 3 meter D. 10 meter E. 10 akar 3 meter
Pembahasan. Misalkan tinggi menara h. Jarak titik A ke kaki menara adalah h dibagi tan 30 derajat, yaitu h akar 3. Jarak titik B ke kaki menara adalah h dibagi tan 60 derajat, yaitu h dibagi akar 3. Selisih kedua jarak sama dengan 10 meter, jadi h akar 3 - h/akar 3 = 10. Samakan bentuknya menjadi h(3 - 1)/akar 3 = 10, sehingga 2h/akar 3 = 10 dan h = 5 akar 3 meter. Kunci jawaban: C. Verifikasi cepat: jarak dari A menjadi 5 akar 3 x akar 3 = 15 meter, jarak dari B menjadi 5 meter, dan selisihnya tepat 10 meter.
Contoh 4. Data dan peluang, pilihan ganda kompleks MCMA, level penalaran
Rata-rata nilai ulangan 12 murid pada skala 0 sampai 100 adalah 78. Dua murid mengikuti ujian susulan sehingga rata-rata nilai 14 murid menjadi 79. Pilih semua pernyataan yang benar. Jawaban benar lebih dari satu.
(1) Jumlah nilai kedua murid susulan adalah 170.
(2) Rata-rata nilai kedua murid susulan adalah 85.
(3) Salah satu murid susulan mungkin memperoleh nilai 65.
(4) Nilai tertinggi di antara kedua murid susulan paling sedikit 85.
(5) Selisih nilai kedua murid susulan pasti lebih dari 10.
Pembahasan. Jumlah nilai 12 murid = 12 x 78 = 936. Jumlah nilai 14 murid = 14 x 79 = 1.106. Jadi jumlah nilai dua murid susulan = 1.106 - 936 = 170, sehingga pernyataan (1) benar dan rata-ratanya 170 dibagi 2 = 85, pernyataan (2) benar. Pernyataan (3) salah, karena kalau satu murid mendapat 65 maka murid lainnya harus mendapat 105, dan itu melampaui skala 100. Pernyataan (4) benar, sebab nilai tertinggi tidak mungkin lebih kecil daripada rata-rata, sehingga paling sedikit 85. Pernyataan (5) salah, karena kedua murid bisa saja memperoleh 85 dan 85 dengan selisih nol. Kunci jawaban: pernyataan (1), (2), dan (4).
Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia dan Pembahasannya
TKA Bahasa Indonesia difokuskan pada satu keterampilan saja, yaitu membaca. Teks yang dipakai adalah teks informasi tunggal atau jamak dan teks fiksi, dengan panjang 250 sampai 300 kata kecuali puisi. Kompetensi yang diukur dibagi tiga: pemahaman tekstual, pemahaman inferensial, serta evaluasi dan apresiasi. Teks contoh di bawah ini diperpendek supaya artikel tidak terlalu panjang.
Teks untuk soal nomor 1 dan 2
Perpustakaan keliling kembali dilirik banyak pemerintah desa sebagai cara mendekatkan buku kepada anak. Model layanannya sederhana: satu kendaraan membawa ratusan judul buku, berhenti di titik yang sudah dijadwalkan, lalu warga meminjam dengan kartu anggota. Biaya operasionalnya jauh lebih ringan daripada membangun gedung perpustakaan baru di setiap dusun.
Daya tarik layanan ini bukan hanya soal biaya. Di banyak desa, jarak menjadi hambatan terbesar. Anak yang harus menempuh empat kilometer untuk sampai ke perpustakaan kecamatan biasanya menyerah sebelum sampai. Ketika kendaraan pembawa buku berhenti di halaman balai dusun, hambatan itu hilang, dan kunjungan meningkat tanpa perlu kampanye besar.
Namun pengelola di lapangan mencatat satu hal yang jarang dibicarakan: jumlah peminjam naik cepat pada bulan-bulan pertama, lalu melandai. Koleksi yang tidak berganti membuat pembaca lama kehabisan pilihan. Beberapa desa menyiasatinya dengan bertukar koleksi antarwilayah setiap tiga bulan, dan pola kunjungan kembali naik setelah pertukaran dilakukan.
Karena itu, keberhasilan perpustakaan keliling tidak berhenti pada pengadaan kendaraan. Perputaran koleksi, jadwal yang konsisten, dan pendamping yang bisa mengarahkan bacaan sama menentukan. Tanpa tiga hal itu, kendaraan berbuku hanya akan menjadi tontonan baru yang cepat membosankan.
Contoh 1. Pemahaman inferensial, pilihan ganda sederhana
Simpulan yang tepat berdasarkan paragraf ketiga teks tersebut adalah ....
A. Perpustakaan keliling gagal meningkatkan minat baca anak di desa.
B. Jumlah peminjam melandai karena koleksi tidak diperbarui, dan pertukaran koleksi antarwilayah dapat mengembalikan kunjungan.
C. Seluruh desa yang memiliki perpustakaan keliling sudah bertukar koleksi setiap tiga bulan.
D. Anak di desa lebih menyukai tontonan daripada bacaan.
E. Biaya operasional perpustakaan keliling meningkat setelah bulan-bulan pertama.
Pembahasan. Paragraf ketiga memuat tiga informasi berurutan: peminjam naik cepat lalu melandai, penyebabnya koleksi yang tidak berganti, dan solusi pertukaran koleksi tiap tiga bulan yang membuat kunjungan naik lagi. Opsi B merangkai ketiganya tanpa menambah klaim baru. Opsi A terlalu jauh karena teks tidak menyimpulkan kegagalan. Opsi C salah karena teks menulis "beberapa desa", bukan seluruh desa. Opsi D mengambil kata "tontonan" dari paragraf keempat dan memutar maknanya. Opsi E tidak disebut sama sekali. Kunci jawaban: B.
Contoh 2. Evaluasi dan apresiasi, pilihan ganda kompleks kategori
Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut terkait kecukupan dan ketepatan informasi dalam teks.
| Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|
| Penulis memakai angka jarak tempuh sebagai contoh konkret hambatan yang dihadapi anak. | ✓ | |
| Penulis melengkapi klaim tentang melandainya jumlah peminjam dengan data statistik dari lembaga resmi. | ✓ | |
| Simpulan pada paragraf terakhir didukung informasi yang sudah dipaparkan pada paragraf sebelumnya. | ✓ |
Pembahasan. Pernyataan pertama benar, karena teks menyebut jarak empat kilometer ke perpustakaan kecamatan sebagai ilustrasi hambatan. Pernyataan kedua salah, sebab klaim melandainya peminjam hanya bersumber pada catatan pengelola di lapangan, tanpa satu pun data statistik atau nama lembaga. Pernyataan ketiga benar, karena tiga syarat keberhasilan yang disimpulkan di paragraf terakhir, khususnya perputaran koleksi, sudah dibahas pada paragraf ketiga. Kunci jawaban: Benar, Salah, Benar.
Contoh Soal TKA Bahasa Inggris dan Pembahasannya
TKA Bahasa Inggris juga mengukur keterampilan membaca. Jenis teksnya descriptive, recount, narrative, procedure, dan analytical exposition, dengan konteks sehari-hari, dunia kerja, dan akademik dasar. Kompleksitas teks mengacu ke tingkat B1 pada CEFR dengan panjang sekitar 250 sampai 350 kata, ditambah teks tingkat A2 sepanjang 200 sampai 300 kata untuk mengakomodasi peserta yang belum mencapai B1. Kosakata yang dipakai berfrekuensi tinggi, sampai sekitar 3.000 kata untuk B1.
Read the text and answer the questions.
Every Friday morning, students at SMA Tunas Harapan bring plastic bottles and old newspapers to a small room next to the canteen. The room is the school waste bank. Two students from the environment club weigh the waste, write the weight in a notebook, and give each depositor a small savings card.
The idea started two years ago. At that time, the school spent a lot of money to remove rubbish, and the yard was often dirty after break time. A science teacher, Mrs. Rini, suggested that the school sell clean recyclable waste to a collector instead of throwing it away. The money would go back to the students who brought the waste.
The result surprised everyone. In the first year, the club collected more than one tonne of paper and plastic. Some students used their savings to buy books, while others kept the money for a school trip. Teachers also noticed that the yard stayed cleaner, because students now saw bottles as something valuable rather than as rubbish.
Contoh 1. Pemahaman tekstual, pilihan ganda sederhana
What do the students from the environment club do with the waste that is brought in?
A. They sell it directly to the school canteen.
B. They weigh it and record the weight.
C. They burn it behind the school building.
D. They hand it over to Mrs. Rini.
E. They take it home after school.
Pembahasan. Soal ini menanyakan informasi tersurat, jadi jawabannya harus ada hitam di atas putih pada teks. Kalimat ketiga paragraf pertama menyebut "Two students from the environment club weigh the waste, write the weight in a notebook", yang persis sama maknanya dengan menimbang dan mencatat berat. Opsi lain tidak punya dukungan kalimat mana pun. Kunci jawaban: B.
Contoh 2. Pemahaman inferensial, pilihan ganda sederhana
Which statement best explains why the school yard became cleaner?
A. Teachers added more rubbish bins around the yard.
B. The school hired more cleaning staff after the programme started.
C. Students began to see recyclable waste as something worth keeping.
D. Break time was made shorter so students had less time to litter.
E. The collector came every Friday to clean the yard.
Pembahasan. Kata kunci "because" di kalimat terakhir menunjuk sebabnya: "students now saw bottles as something valuable rather than as rubbish". Opsi C adalah parafrase dari kalimat itu. Opsi A, B, D, dan E memang terdengar masuk akal di dunia nyata, tetapi tidak ada di teks, dan pada soal inferensial jawaban tetap harus berpijak pada teks. Kunci jawaban: C.
Contoh Soal TKA Mata Pelajaran Pilihan: Fisika
Fisika adalah salah satu dari 19 mata pelajaran pilihan resmi, dan kemampuan yang diukur dibagi ke tiga level kognitif seperti mata uji lain. Contoh berikut memakai bentuk pilihan ganda kompleks kategori, format yang paling sering membuat peserta kehilangan poin karena hanya menjawab sebagian pernyataan.
Sebuah balok bermassa 2 kg meluncur pada permukaan datar dengan kecepatan awal 6 m/s, lalu berhenti setelah menempuh jarak 9 meter. Gunakan percepatan gravitasi 10 m/s kuadrat. Tentukan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut.
| Pernyataan | Benar | Salah |
|---|---|---|
| Perlambatan balok sebesar 2 m/s kuadrat. | ✓ | |
| Waktu yang diperlukan balok sampai berhenti adalah 3 sekon. | ✓ | |
| Koefisien gesekan kinetis antara balok dan permukaan adalah 0,4. | ✓ |
Pembahasan. Pakai persamaan gerak lurus berubah beraturan. Dari v kuadrat = v awal kuadrat - 2 a s, dengan v = 0, v awal = 6, dan s = 9, diperoleh 0 = 36 - 18a, sehingga a = 2 m/s kuadrat. Pernyataan pertama benar. Waktu dihitung dari v = v awal - a t, yaitu 0 = 6 - 2t, sehingga t = 3 sekon. Pernyataan kedua benar. Perlambatan pada bidang datar hanya berasal dari gaya gesek, sehingga a = koefisien gesek x g, yang berarti koefisien gesek = 2 dibagi 10 = 0,2. Pernyataan ketiga salah. Kunci jawaban: Benar, Benar, Salah. Cek silang lewat energi: energi kinetik awal = 0,5 x 2 x 36 = 36 joule, dan kerja gesek = 0,2 x 2 x 10 x 9 = 36 joule, keduanya sama, jadi hitungannya konsisten.
Pola Soal TKA: Tiga Level Kognitif yang Selalu Muncul
Kalau kamu perhatikan empat contoh Matematika di atas, tingkat kesulitannya tidak seragam. Itu bukan kebetulan. Kerangka asesmen mengelompokkan kemampuan yang diukur ke tiga level kognitif, dan pola ini terulang di hampir semua mata uji.
Level pertama, pengetahuan dan pemahaman, mencakup proses berpikir menghitung, memahami informasi dari grafik atau tabel, mengelompokkan, dan mengidentifikasi. Contoh 1 pada bagian Matematika berada di level ini. Level kedua, aplikasi, mencakup memodelkan permasalahan kontekstual ke dalam pernyataan matematika dan menerapkan strategi yang tepat. Contoh 2 tentang program linear masuk kategori ini. Level ketiga, penalaran, menuntut kamu menghubungkan beberapa konsep sekaligus dan menarik kesimpulan, seperti pada Contoh 3 dan Contoh 4.
Implikasi belajarnya jelas. Kalau kamu hanya menghafal rumus, kamu aman di level pertama dan mulai goyah di level kedua. Yang menentukan hasil justru level ketiga, dan itu tidak bisa dikejar dengan menghafal. Cara melatihnya adalah membiasakan diri menerjemahkan soal cerita menjadi model matematika, lalu memeriksa ulang apakah hasilnya masuk akal. Untuk konteks kompetensi membaca dan berhitung yang mirip, kamu bisa membandingkannya dengan pembahasan materi UTBK.
Alokasi Waktu, Nilai, dan Kategori Capaian TKA
Untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan MAK, TKA berlangsung dua hari. Hari pertama untuk tiga mata uji wajib, hari kedua untuk dua mata pelajaran pilihan. Jenjang SD dan SMP hanya satu hari. Ada sesi latihan 10 menit sebelum mata uji dimulai supaya peserta terbiasa dengan aplikasinya.
| Hari | Kegiatan | Alokasi waktu | Sesi (waktu setempat) |
|---|---|---|---|
| Hari pertama | Latihan aplikasi | 10 menit | Tiga sesi: 07.30-10.00, 10.30-13.00, 14.00-16.30 |
| Hari pertama | Bahasa Indonesia | 45 menit | |
| Hari pertama | Matematika | 50 menit | |
| Hari pertama | Bahasa Inggris | 45 menit | |
| Hari kedua | Latihan aplikasi | 10 menit | Tiga sesi: 07.30-09.40, 10.10-12.20, 13.30-15.40 |
| Hari kedua | Mata pelajaran pilihan pertama | 60 menit | |
| Hari kedua | Mata pelajaran pilihan kedua | 60 menit |
Perhatikan angka 45 dan 50 menit itu. Waktu pengerjaan mata uji wajib lebih pendek daripada mata pelajaran pilihan, jadi kecepatan membaca dan ketelitian menghitung punya bobot nyata. Berlatih dengan timer, bukan tanpa batas waktu, jauh lebih mendekati kondisi asli.
Hasil TKA dilaporkan dalam rentang nilai 0 sampai 100 dengan pembulatan dua angka di belakang koma, lalu dikelompokkan ke dalam empat kategori capaian: Istimewa, Baik, Memadai, dan Kurang. Batas nilai untuk setiap kategori ditentukan melalui proses penetapan standar atau standard setting setelah tes berlangsung, jadi tidak ada angka ambang yang bisa kamu hafal sebelum ujian. Hasilnya dikirim ke sekolah lewat Daftar Kolektif Hasil TKA, kemudian setiap peserta menerima Sertifikat Hasil TKA.
Angka yang Perlu Kamu Ingat
Nilai TKA: skala 0 sampai 100 dengan dua desimal. Kategori capaian: Istimewa, Baik, Memadai, Kurang. Mata uji SMA dan SMK: 3 wajib plus 2 pilihan, dikerjakan dalam 2 hari. Alokasi waktu: 45, 50, dan 45 menit untuk mata uji wajib, serta 60 menit untuk tiap mata pelajaran pilihan. Semua angka ini bersumber dari pedoman penyelenggaraan TKA yang ditetapkan Kemendikdasmen.
Hubungan TKA dengan SNBP dan SNBT
Ini bagian yang paling banyak simpang siur, jadi mari pisahkan dua jalur itu. Pasal 13 ayat (3) Permendikdasmen 9/2025 menyebut hasil TKA SMA, MA, SMK, dan MAK dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru pada jenjang pendidikan tinggi. Kata "salah satu pertimbangan" itu penting, karena TKA bukan pengganti UTBK dan bukan satu-satunya penentu.
Pada jalur prestasi, laman resmi SNPMB mencantumkan pada Ketentuan Umum SNBP 2026 bahwa siswa mempunyai nilai Tes Kemampuan Akademik dari Kemendikdasmen. Nilainya tidak perlu kamu unggah sendiri, karena menurut FAQ SNPMB nilai TKA masuk ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa secara otomatis melalui Pusdatin berdasarkan NISN siswa eligible yang didaftarkan sekolah.
Fungsi TKA di SNBP adalah sebagai validator nilai rapor. Dokumen Tanya Jawab Pusmendik menyatakan TKA tidak mengubah komponen penilaian SNBP, dan bila nilai rapor jauh berbeda dari hasil TKA, perbedaan itu memberi sinyal bagi panitia seleksi untuk menilai konsistensi capaian. Bobot penilaian SNBP sendiri, menurut FAQ SNPMB, adalah minimal 50 persen untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran dan maksimal 50 persen untuk nilai mata pelajaran pendukung program studi, prestasi, dan/atau portofolio.
Karena itu pemilihan dua mata pelajaran pilihan TKA tidak boleh sembarangan. Acuan resminya Kepmendikdasmen Nomor 102/M/2025 tentang Mata Pelajaran Pendukung Program Studi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, yang ditetapkan 29 Juli 2025. Pusmendik juga mengingatkan agar kamu tidak memilih mata pelajaran yang tidak ada nilainya di rapor, sebab yang divalidasi TKA adalah rapormu.
Untuk jalur tes, ceritanya berbeda. Ketentuan Umum UTBK-SNBT 2026 di laman SNPMB menyebut seleksi SNBT 2026 berdasarkan hasil UTBK 2026 ditambah portofolio bagi peminat program studi seni dan/atau olahraga, dan tidak menyebut TKA sama sekali. Jadi nilai TKA tidak menjadi syarat pendaftaran SNBT. Kalau kamu ingin memahami pembagian dua jalur ini lebih dalam, baca perbedaan SNBP dan SNBT, lalu lanjutkan ke UTBK adalah untuk sisi tesnya.
Soal jadwal, pola siklus sebelumnya bisa jadi pegangan. TKA jenjang SMA, MA, SMK, dan Paket C dibuka pendaftarannya 24 Agustus sampai 5 Oktober 2025, dilaksanakan pada November 2025, hasilnya diumumkan 23 Desember 2025, dan Sertifikat Hasil TKA dibagikan lewat sekolah mulai 5 Januari 2026. Nilai itulah yang kemudian dipakai pada SNBP 2026, yang pendaftarannya 3 sampai 18 Februari 2026 dengan pengumuman 31 Maret 2026. Untuk jenjang SD dan SMP, TKA 2026 dilaksanakan 6 sampai 16 April 2026 untuk SMP dan 20 sampai 30 April 2026 untuk SD, dengan pengumuman hasil nasional 25 Mei 2026. Jadwal siklus berikutnya ditetapkan Kemendikdasmen melalui surat edaran BSKAP dan diumumkan di tka.kemendikdasmen.go.id, jadi pantau laman itu, bukan kabar berantai di media sosial.
Cara Belajar TKA yang Efektif Tanpa Biaya
Karena TKA gratis dan materinya dipublikasikan, kamu tidak perlu membayar untuk mendapatkan gambaran soalnya. Pemerintah menyediakan paket simulasi bernama Ayo Coba TKA yang bisa diakses siapa saja kapan saja lewat laman Pusmendik, dengan pilihan jenjang dan mata pelajaran, baik yang wajib maupun yang pilihan. Ada juga versi installer luring untuk sekolah dengan koneksi terbatas.
Urutan belajar yang masuk akal seperti ini. Pertama, unduh kerangka asesmen TKA untuk jenjangmu dari laman unduhan Pusmendik dan baca bagian muatan serta kompetensi. Dokumen itu memuat cakupan materi per elemen plus contoh soal resmi dengan kunci jawaban, jadi kamu belajar dari sumber yang sama dengan penyusun soal. Kedua, tentukan dua mata pelajaran pilihanmu lebih dulu dengan mengacu ke Kepmendikdasmen 102/M/2025 kalau kamu berencana ikut SNBP, dan pastikan mata pelajaran itu ada nilainya di rapor.
Ketiga, kerjakan simulasi resmi untuk mengenali antarmuka aplikasi dan tiga bentuk soalnya. Keempat, ulangi latihan dengan timer sesuai alokasi waktu asli, misalnya 45 menit untuk Bahasa Indonesia dan 50 menit untuk Matematika. Kelima, untuk setiap soal yang salah, tulis alasan salahnya, apakah karena konsep, karena salah hitung, atau karena tidak selesai membaca. Tiga jenis kesalahan itu butuh perbaikan berbeda.
Keenam, latih membaca teks 250 sampai 350 kata dengan target waktu, karena baik Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris di TKA berbasis membaca. Ketujuh, biasakan format pilihan ganda kompleks. Untuk MCMA, cek semua opsi sebelum berpindah soal. Untuk PGK kategori, pastikan tidak ada baris pernyataan yang terlewat. Kalau kamu memakai bank soal dan tryout di Target Lulus, gunakan fiturnya untuk mengejar variasi format ini, bukan hanya menumpuk jumlah soal.
Pro Tip
Sebelum membeli bimbingan TKA apa pun, buka dulu dua dokumen gratis ini: kerangka asesmen TKA untuk jenjangmu di laman unduhan Pusmendik, dan paket Ayo Coba TKA. Keduanya diterbitkan penyelenggara TKA sendiri, lengkap dengan contoh soal dan kunci jawaban. Kalau ada pihak yang menagih biaya dengan alasan TKA mengharuskannya, itu bertentangan dengan pernyataan resmi BSKAP bahwa TKA tidak dipungut biaya.
Terakhir, jaga harapanmu tetap realistis. TKA memberi potret capaian akademikmu pada hari itu, dan hasilnya dipakai sebagai salah satu data dalam seleksi, bukan tiket otomatis ke program studi mana pun. Yang bisa kamu kendalikan adalah kesiapan materi, pemilihan mata pelajaran yang selaras dengan rapor dan tujuan studimu, serta kebiasaan mengerjakan soal dengan teliti dalam batas waktu. Untuk gambaran menyeluruh jalur tes yang berjalan setelahnya, kamu bisa lanjut membaca SNBT adalah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Di mana bisa mendapat contoh soal TKA yang resmi?
Contoh soal TKA resmi ada di dua tempat. Pertama, dokumen kerangka asesmen TKA yang bisa diunduh dari laman unduhan Pusmendik Kemendikdasmen, yang memuat contoh soal per mata uji lengkap dengan kunci jawaban. Kedua, paket simulasi Ayo Coba TKA di laman Pusmendik yang bisa diakses siapa saja tanpa biaya dan tanpa login, dengan pilihan jenjang serta mata pelajaran wajib maupun pilihan.
Apakah TKA wajib diikuti semua murid?
Tidak. Pasal 8 Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 menyebut TKA dapat diikuti oleh murid, bukan wajib diikuti. Dokumen Tanya Jawab Pusmendik menegaskan TKA bersifat sukarela, itulah alasan formulir pendaftaran harus ditandatangani murid bersama orang tua atau wali. Namun untuk mendaftar SNBP 2026, laman resmi SNPMB mencantumkan nilai TKA sebagai salah satu ketentuan umum, jadi keputusan ikut atau tidak sebaiknya dikaitkan dengan rencana jalur masuk perguruan tinggimu.
Mata pelajaran apa saja yang diujikan di TKA SMA dan SMK?
Untuk SMA, MA, Paket C, SMK, dan MAK ada tiga mata uji wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, ditambah dua mata pelajaran pilihan. Daftar pilihannya mencakup versi Tingkat Lanjut dari tiga mata pelajaran wajib, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Sejarah, Antropologi, PPKn atau Pendidikan Pancasila, enam bahasa asing, serta Produk atau Projek Kreatif dan Kewirausahaan khusus SMK dan MAK. Untuk SD dan SMP, mata ujinya hanya Bahasa Indonesia dan Matematika.
Apakah TKA menentukan kelulusan dari sekolah?
Tidak. Kerangka asesmen TKA menyatakan secara eksplisit bahwa TKA bukanlah evaluasi untuk menentukan kelulusan murid dari satuan pendidikan, dan evaluasi penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan pendidik serta sekolah. Kemendikdasmen juga menegaskan hal yang sama dalam siaran persnya, bahwa TKA merupakan sarana memperoleh potret kemampuan akademik murid, bukan penentu kelulusan.
Berapa lama waktu pengerjaan setiap mata uji TKA?
Untuk jenjang SMA, MA, SMK, dan MAK, hari pertama diisi Bahasa Indonesia 45 menit, Matematika 50 menit, dan Bahasa Inggris 45 menit. Hari kedua diisi dua mata pelajaran pilihan, masing-masing 60 menit. Sebelum mata uji dimulai ada sesi latihan aplikasi 10 menit. Untuk jenjang SD dan SMP, TKA berlangsung satu hari dengan Bahasa Indonesia 60 menit dan Matematika 60 menit.
Apakah nilai TKA dipakai untuk SNBT?
Tidak. Ketentuan Umum UTBK-SNBT 2026 pada laman resmi SNPMB menyebutkan seleksi jalur SNBT 2026 didasarkan pada hasil UTBK 2026, ditambah portofolio bagi peserta yang memilih program studi seni dan/atau olahraga, tanpa menyebut nilai TKA. Nilai TKA dipakai pada jalur SNBP, di mana ia berfungsi sebagai validator nilai rapor.
Bagaimana cara memasukkan nilai TKA ke pendaftaran SNBP?
Kamu tidak perlu mengunggahnya sendiri. FAQ resmi SNPMB menjelaskan nilai TKA masuk ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa secara otomatis melalui Pusdatin berdasarkan NISN siswa eligible yang dimasukkan sekolah. Dokumen Tanya Jawab Pusmendik juga menyatakan panitia SNPMB dapat menarik nilai TKA langsung dari Kemendikdasmen, sehingga murid yang eligible dan mendaftar SNBP tidak perlu mengunggah nilai TKA ke sistem SNBP.
Berapa nilai minimum TKA supaya dianggap bagus?
Tidak ada angka ambang yang bisa dihafal sebelum tes. Pedoman penyelenggaraan TKA menetapkan hasil dilaporkan pada rentang 0 sampai 100 dengan dua angka desimal, lalu dikelompokkan ke empat kategori capaian, yaitu Istimewa, Baik, Memadai, dan Kurang. Batas setiap kategori ditentukan lewat proses penetapan standar atau standard setting setelah pelaksanaan tes, sehingga angkanya tidak diumumkan lebih dulu.
Ditulis oleh
Tim Redaksi Target Lulus
Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.
Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.


