R4 PPPK Artinya Apa? Arti Kode R1 sampai R5 di Pengumuman Seleksi
R4 PPPK artinya peserta seleksi yang berstatus tenaga non-ASN tidak terdata di pangkalan data BKN, sesuai keterangan pada Keputusan Menteri PANRB Nomor 347 dan 348 Tahun 2024. Kode ini menerangkan kategori pelamar, bukan nilai ujian. Artikel ini membedah arti kode R1 sampai R5, sufiks L, kode TMS, urutan prioritas pengisian formasi, serta peluang pemegang R4 pada skema PPPK paruh waktu.

R4 PPPK artinya peserta seleksi PPPK yang berstatus tenaga non-ASN tidak terdata, yaitu pelamar yang namanya tidak tercantum di pangkalan data (database) tenaga non-ASN Badan Kepegawaian Negara. Kode itu muncul di kolom keterangan pengumuman hasil seleksi dan merujuk pada Keputusan Menteri PANRB Nomor 347 Tahun 2024 untuk jabatan teknis serta Nomor 348 Tahun 2024 untuk jabatan fungsional guru. Artinya R4 bukan nilai, bukan peringkat, dan bukan vonis lulus atau gagal. R4 adalah penanda kategori pelamar.
Kalau kamu baru saja membuka file pengumuman dan menemukan deretan huruf serta angka tanpa penjelasan di halaman depan, kebingunganmu wajar. Panitia seleksi nasional memakai kode ringkas supaya satu kolom cukup memuat status ribuan peserta sekaligus. Masalahnya, kode yang sama dipakai lintas jenis formasi dengan dasar hukum yang berbeda, sehingga arti persisnya harus dibaca dari lampiran keterangan di pengumuman instansi masing-masing. Artikel ini membedah kode R1 sampai R5 satu per satu, menunjukkan dokumen resmi mana yang mendefinisikannya, dan menjelaskan konsekuensi praktis kalau statusmu ternyata R4.
Arti Kode R4 di Pengumuman Hasil Seleksi PPPK
Dalam lampiran keterangan pengumuman hasil akhir seleksi PPPK tenaga teknis, kode R4 didefinisikan sebagai "Peserta Non ASN tidak terdata menurut Keputusan Menpan RB No. 347 Tahun 2024". Untuk formasi guru, definisinya sedikit menyesuaikan konteks jabatan menjadi "Peserta Guru Non ASN tidak terdata menurut Keputusan Menpan RB No 348 Tahun 2024". Dua rumusan itu diambil dari pengumuman resmi pemerintah daerah, bukan dari tafsir media, dan keduanya menunjuk ke satu makna yang sama.
Kata kuncinya ada pada frasa "tidak terdata". Yang dimaksud terdata di sini bukan terdaftar di SSCASN, bukan pula punya SK dari kepala dinas atau kepala sekolah. Yang dimaksud adalah tercatat di pangkalan data tenaga non-ASN BKN, hasil pendataan nasional yang dilakukan pemerintah pada 2022. Kamu bisa punya masa kerja delapan tahun, punya SK setiap tahun, dan tetap masuk kategori R4 kalau saat pendataan itu namamu tidak diunggah oleh instansi tempatmu bekerja.
Karena itu, R4 lebih tepat dibaca sebagai keterangan asal-usul status kepegawaianmu sebelum mengikuti seleksi, bukan sebagai hasil seleksi. Hasil seleksi diwakili kode lain, terutama huruf L, yang akan dibahas di bagian tersendiri.
Ringkasnya: R4 = pelamar non-ASN yang tidak ada di pangkalan data non-ASN BKN. Kode ini menjelaskan kategori pelamar, bukan nilai ujian. Yang menentukan kamu lulus atau tidak adalah ada tidaknya huruf L pada keteranganmu, bukan angka di belakang huruf R.
Dari Mana Kode R1 sampai R5 Berasal
Sistem kode R lahir dari cara pemerintah menata pengadaan PPPK tahun anggaran 2024. Kementerian PANRB menerbitkan tiga keputusan sekaligus: Keputusan Menteri PANRB Nomor 347 Tahun 2024 tentang Mekanisme Seleksi PPPK T.A. 2024, Nomor 348 Tahun 2024 tentang Mekanisme Seleksi PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru di Instansi Daerah, dan Nomor 349 Tahun 2024 tentang Mekanisme Seleksi PPPK untuk Jabatan Fungsional Kesehatan.
Ketiga keputusan itu menegaskan sasaran pengadaannya. Menurut laman resmi Kementerian PANRB, "pengadaan PPPK tahun 2024 diperuntukkan bagi pelamar prioritas; eks THK-II sesuai database THK-II di BKN; non-ASN terdata di database BKN; serta non-ASN yang aktif bekerja pada instansi pemerintah". Empat kelompok itulah yang kemudian diterjemahkan menjadi kode R di sistem pengolahan nilai, lalu ditambah kelompok kelima khusus formasi guru, yakni lulusan Pendidikan Profesi Guru.
Karena sasarannya kelompok tertentu, seleksi PPPK 2024 tidak dibuka untuk pelamar umum yang belum pernah bekerja di instansi pemerintah. Ini salah satu perbedaan mendasar yang sering terlewat kalau kamu terbiasa dengan pola rekrutmen CPNS. Kalau kamu masih meraba beda kedua jalur itu, bacaan singkat soal perbedaan CPNS dan PPPK membantu meletakkan konteksnya.
Daftar Arti Kode R1, R2, R3, R4, dan R5
Tabel berikut merangkum definisi tiap kode persis seperti yang tertulis di lampiran keterangan pengumuman resmi instansi. Perhatikan bahwa kode R1 punya turunan huruf pada formasi guru, dan punya arti berbeda pada formasi tenaga kesehatan.
| Kode | Arti menurut lampiran pengumuman resmi | Dasar hukum yang dirujuk |
|---|---|---|
| R1A | Peserta Prioritas Guru Eks THK-II | Kepmen PANRB No. 348 Tahun 2024 |
| R1B | Peserta Prioritas Guru Non ASN | Kepmen PANRB No. 348 Tahun 2024 |
| R1C | Peserta Prioritas Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) | Kepmen PANRB No. 348 Tahun 2024 |
| R1D | Peserta Prioritas Guru Swasta | Kepmen PANRB No. 348 Tahun 2024 |
| R1 (nakes) | Peserta D-IV Bidan Pendidik Tahun 2023 | Kepmen PANRB No. 349 Tahun 2024 |
| R2 | Peserta Eks THK-II (pada formasi guru: Peserta Guru Eks THK-II) | Kepmen PANRB No. 347 / 348 Tahun 2024 |
| R3 | Peserta Non ASN terdata (pada formasi guru: Peserta Guru Non ASN terdata) | Kepmen PANRB No. 347 / 348 Tahun 2024 |
| R3b | Peserta Non ASN terdata yang melamar pada Seleksi PPPK Tahap 2 | Kepmen PANRB No. 347 / 348 Tahun 2024 |
| R4 | Peserta Non ASN tidak terdata (pada formasi guru: Peserta Guru Non ASN tidak terdata) | Kepmen PANRB No. 347 / 348 Tahun 2024 |
| R5 | Peserta Lulusan PPG (hanya pada formasi guru) | Kepmen PANRB No. 348 Tahun 2024 |
Satu hal yang perlu kamu catat: pada pengumuman formasi tenaga teknis, kode R1 umumnya tidak muncul sama sekali. Sebabnya sederhana, kategori pelamar prioritas memang hanya ada pada jalur guru dan pada D-IV Bidan Pendidik, bukan pada jabatan pelaksana atau jabatan fungsional teknis.
Beda Non-ASN Terdata dan Tidak Terdata di Pangkalan Data BKN
Perbedaan antara R3 dan R4 hanya satu kata, tetapi konsekuensinya panjang. R3 berarti namamu ada di pangkalan data tenaga non-ASN BKN. R4 berarti namamu tidak ada di sana. Pangkalan data ini bukan formulir yang bisa kamu isi sendiri kapan saja. Isinya dikunci dari hasil pendataan tenaga non-ASN yang dilakukan instansi pemerintah pada 2022, lalu diverifikasi BKN.
Kementerian PANRB mencatat bahwa hasil pendataan tersebut menghasilkan angka "total tenaga non-ASN adalah 2.355.092". Setelah sebagian terserap menjadi ASN pada pengadaan 2021 sampai 2023, laman resmi Kementerian PANRB menyebut "tersisa 1,7 juta non-ASN yang terdata dalam Database BKN yang harus dilakukan penataan". Angka 1,7 juta itulah rujukan utama kebijakan penataan non-ASN, dan pemilik kode R4 berada di luar angka tersebut.
Karena berada di luar pangkalan data, pemegang kode R4 tidak otomatis ikut dalam skema-skema turunan yang dirancang khusus untuk isi pangkalan data itu. Ini akar dari banyak kebingungan yang beredar di grup pelamar, dan sekaligus alasan kenapa kamu perlu tahu persis statusmu sebelum menyusun rencana berikutnya. Untuk gambaran umum bentuk kepegawaiannya sendiri, penjelasan tentang apa itu PPPK bisa jadi pijakan awal.
Kenapa Statusmu Bisa Kebagian Kode R4
Kode R4 sebagian besar melekat pada pelamar yang mendaftar di periode kedua. Kementerian PANRB membuka pendaftaran seleksi PPPK 2024 dalam dua gelombang dengan sasaran berbeda. Periode I ditujukan bagi "Pelamar Prioritas (Pelamar Prioritas Guru dan D-IV Bidan Pendidik Tahun 2023), Eks Tenaga Honorer Kategori II (eks THK-II) sesuai pangkalan data (database) THK-II di BKN, serta Tenaga non-ASN yang terdata dalam database BKN". Periode II diperuntukkan bagi "pelamar tenaga non-ASN yang aktif bekerja di instansi pemerintah (termasuk lulusan PPG untuk formasi guru di instansi daerah)".
Kalau kamu masuk lewat pintu periode II karena bukan bagian dari pangkalan data, sistem menandaimu R4. Penyebab paling umum kenapa nama seseorang absen dari pangkalan data antara lain instansi tidak mengunggah datanya saat pendataan 2022, status kerja saat itu masih di bawah kontrak pihak ketiga, baru mulai bekerja setelah periode pendataan ditutup, atau berpindah instansi sehingga catatan lama tidak terbawa.
| Periode pendaftaran | Jadwal | Sasaran pelamar | Kode yang umum muncul |
|---|---|---|---|
| Periode I | 1 sampai 20 Oktober 2024 | Pelamar prioritas, eks THK-II, non-ASN terdata di database BKN | R1, R2, R3 |
| Periode II | 17 November sampai 31 Desember 2024 (diperpanjang) | Non-ASN yang aktif bekerja di instansi pemerintah, termasuk lulusan PPG untuk formasi guru | R3b, R4, R5 |
Arti Sufiks L, Kode L-2, dan Kode R3b
Bagian ini yang paling sering salah dibaca. Huruf R menjelaskan kategori pelamar, sedangkan huruf L menjelaskan hasil. Pada pengumuman tenaga teknis, kode L didefinisikan sebagai "Peserta yang lulus menurut Keputusan Menpan RB No. 347 Tahun 2024". Jadi kalau keteranganmu tertulis R4/L, artinya kamu pelamar non-ASN tidak terdata yang dinyatakan lulus mengisi kebutuhan. Kalau yang tertulis hanya R4 tanpa L, artinya kamu terverifikasi sebagai pelamar kategori tersebut tetapi tidak mengisi kebutuhan pada pengumuman itu.
Ada pula kode L-2 yang berarti "Peserta yang lulus setelah optimalisasi pada lokasi kebutuhan berbeda menurut Keputusan Menpan RB No. 347 Tahun 2024". Optimalisasi adalah proses memindahkan pelamar yang memenuhi syarat ke lokasi kebutuhan yang masih kosong, sehingga formasi tidak menganggur sementara ada pelamar yang cocok kualifikasinya.
| Kode di kolom keterangan | Cara membacanya |
|---|---|
| R4 | Pelamar non-ASN tidak terdata, belum mengisi kebutuhan pada pengumuman tersebut |
| R4/L | Pelamar non-ASN tidak terdata yang dinyatakan lulus mengisi kebutuhan |
| R3/L | Pelamar non-ASN terdata yang dinyatakan lulus mengisi kebutuhan |
| L-2 | Lulus setelah proses optimalisasi pada lokasi kebutuhan yang berbeda |
| R3b | Pelamar non-ASN terdata yang mendaftar pada seleksi PPPK Tahap 2 |
Sebelum panik atau bersorak, cari dulu lampiran keterangan kode di bagian akhir file pengumuman instansimu. Setiap instansi wajib mencantumkannya, dan rumusan resmi di lampiran itu selalu lebih akurat daripada tangkapan layar yang beredar di grup pesan.
Kode Non-Lulus: TH, TMS, APS, dan DIS
Selain kode R, pengumuman juga memuat kode yang menerangkan sebab seseorang tidak diproses lebih lanjut. Kode-kode ini tidak ada hubungannya dengan kategori pelamar, murni menerangkan kejadian selama proses seleksi.
| Kode | Arti |
|---|---|
| TH | Peserta tidak hadir pada seleksi kompetensi |
| TMS | Peserta tidak memenuhi syarat |
| APS | Peserta mengajukan pengunduran diri |
| DIS | Peserta didiskualifikasi |
| S | Pelamar yang memiliki sertifikat pendidik linier dengan jabatan yang dilamar |
Perbedaan antara R4 dan TMS penting sekali. R4 masih peserta sah yang lolos administrasi dan mengikuti seleksi kompetensi berbasis computer assisted test milik BKN. TMS berarti berkasmu gugur di tahap administrasi. Dua status ini tidak setara dan tidak boleh disamakan saat kamu menakar peluang.
Urutan Prioritas Pengisian Formasi dan Posisi R4
Pada seleksi PPPK Tahap II, panitia seleksi nasional melakukan optimalisasi formasi dengan urutan prioritas yang diumumkan Badan Kepegawaian Negara. Urutannya adalah "Pelamar Prioritas 1 Tahun 2021 (khususnya Guru dan Bidan D4 yang belum mendapatkan formasi); Eks Honorer Kategori 2 (THK2) yang memiliki kualifikasi sesuai dengan formasi kosong; Pegawai dengan kode R2 dan R3 yang jabatan dan kualifikasinya sesuai dengan formasi tersedia; non-ASN dengan pengalaman minimal 2 tahun; dan Lulusan Prajabatan atau PPG".
Baca urutan itu pelan-pelan. Pemegang kode R4 masuk pada lapisan "non-ASN dengan pengalaman minimal 2 tahun", yaitu lapisan keempat. Posisi ini menjelaskan kenapa banyak pemilik kode R4 baru mendapat kepastian di gelombang paling akhir, setelah kebutuhan yang tersedia disaring untuk kategori di atasnya. Ini bukan diskriminasi acak, melainkan konsekuensi desain kebijakan yang memprioritaskan penuntasan tenaga non-ASN yang sudah terdata lebih dulu.
Sebagai gambaran skala, BKN mencatat seleksi kompetensi PPPK Tahap II diikuti oleh peserta dalam jumlah besar, yaitu "863.993 peserta yang memenuhi syarat (MS) pada tahap seleksi administrasi". Dengan populasi sebesar itu, satu tingkat prioritas bisa berarti selisih ribuan orang pada satu jenis jabatan.
Hubungan Kode R4 dengan Skema PPPK Paruh Waktu
Pemerintah menyiapkan jaring pengaman bagi pelamar yang sudah mengikuti seluruh tahapan tetapi tidak mengisi kebutuhan, yaitu skema PPPK paruh waktu. Dasarnya adalah Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025. BKN mencatat ada delapan jabatan paruh waktu yang ditetapkan, yakni Guru, Tenaga Kependidikan, Tenaga Kesehatan, Tenaga Teknis, Pengelola Umum Operasional, Operator Layanan Operasional, Pengelola Layanan Operasional, dan Penata Layanan Operasional.
Sasaran utamanya jelas. BKN menjelaskan bahwa "bagi tenaga honorer yang telah terdaftar dalam pangkalan data BKN dan telah mengikuti seleksi CPNS atau PPPK 2024 namun tidak lulus atau tidak dapat mengisi lowongan kebutuhan, Panselnas menyiapkan skema paruh waktu melalui Keputusan Menteri PAN-RB Nomor 16 Tahun 2025". Dibaca apa adanya, sasaran itu adalah pemegang kode R2 dan R3, bukan R4.
Namun ada keterangan resmi yang memberi ruang. Kementerian PANRB menyatakan bahwa "Non-ASN yang tidak terdata dalam database BKN dan telah mengikuti seleksi PPPK pun dapat dipertimbangkan untuk menjadi PPPK Paruh Waktu". Mekanismenya lewat usulan instansi, sebab "Mekanisme pengadaan PPPK Paruh Waktu diawali dengan pengusulan rincian kebutuhan PPPK Paruh Waktu oleh Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) kepada Menteri PANRB" dan usulan itu disampaikan melalui layanan elektronik BKN sesuai kebutuhan instansi serta ketersediaan anggaran.
Kesimpulan jujurnya: untuk pemegang R4, jalur paruh waktu terbuka tetapi bersyarat dan bergantung pada usulan instansi tempatmu bekerja, bukan otomatis seperti pada R2 dan R3. Kalau kamu ingin memahami hak, jam kerja, dan status skema ini lebih dalam, baca pembahasan khusus soal PPPK paruh waktu.
Angka pembanding yang layak kamu ingat: hasil pendataan 2022 mencatat total tenaga non-ASN 2.355.092 orang, tersisa sekitar 1,7 juta yang terdata di pangkalan data BKN untuk ditata, sementara seleksi kompetensi PPPK Tahap II saja diikuti 863.993 peserta yang memenuhi syarat administrasi. Skala itu menjelaskan kenapa satu tingkat prioritas terasa menentukan.
Angka dan Aturan yang Membentuk Kebijakan Penataan Non-ASN
Kebijakan yang melahirkan kode R bukan keputusan administratif kecil. Kementerian PANRB menegaskan bahwa "Pemerintah telah berkomitmen untuk menyelesaikan penataan pegawai non-ASN melalui Keputusan Menteri PANRB No. 347, 348, 349 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri PANRB No. 15 dan 16 Tahun 2025." Lima dokumen itulah kerangka hukum yang menopang seluruh kode R, mulai dari kategori pelamar sampai skema paruh waktu.
Soal pengalaman kerja, Kementerian PANRB menetapkan bahwa "Untuk jenjang pemula, terampil, mahir, penyelia, dan ahli pertama minimal 2 tahun. Sementara jenjang ahli muda minimal 3 tahun. Syarat ini dikecualikan bagi JF Dosen, JF Pengawas Sekolah, dan JF Kesehatan." Syarat pengalaman inilah yang menjadi tiket masuk bagi pemegang kode R4, karena mereka tidak bisa mengandalkan bukti keterdataan di pangkalan data.
Perhatikan pula bahwa seleksi PPPK 2024 dilaksanakan dengan computer assisted test dan menilai "kesesuaian Kompetensi Manajerial, Kompetensi Teknis, dan Kompetensi Sosial Kultural yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi jabatan". Artinya kode kategori menentukan urutan prioritas, tetapi nilai kompetensimu tetap menentukan peringkat di dalam kategori itu. Dua hal ini bekerja bersamaan, bukan saling menggantikan.
Istilah yang Beredar tapi Tidak Ada di Dokumen Resmi
Ada beberapa varian kode yang ramai dibicarakan di media dan grup pelamar, misalnya R3T, R3L2, atau turunan huruf lain di belakang angka. Sebagian variasi itu memang muncul di sistem pengolahan nilai instansi tertentu, tetapi ketika ditelusuri ke lampiran keterangan pengumuman resmi yang bisa diakses publik, tidak semuanya punya rumusan baku yang seragam.
Jujur lebih baik daripada sok tahu: kalau kamu menemukan varian kode yang tidak ada di lampiran keterangan pengumuman instansimu, jangan mengambil kesimpulan dari unggahan media sosial. Tanyakan langsung ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia instansi yang bersangkutan, atau ke kanal layanan resmi BKN. Kode kepegawaian punya konsekuensi hukum, sehingga sumber yang benar bukan yang paling cepat viral, melainkan yang paling bisa dipertanggungjawabkan.
Prinsip yang sama berlaku untuk jadwal. Sampai artikel ini disusun, informasi resmi seleksi CASN periode berikutnya hanya sah kalau diumumkan lewat kanal Kementerian PANRB, BKN, dan portal sscasn.bkn.go.id. Poster jadwal yang beredar tanpa tautan ke kanal itu sebaiknya kamu abaikan.
Langkah Praktis Kalau Statusmu R4
Pertama, pastikan dulu kamu membaca kode secara utuh. Cek ada tidaknya huruf L, cek lampiran keterangan di pengumuman instansi, dan simpan file pengumumannya. Kedua, konfirmasi status keterdataanmu ke bagian kepegawaian instansi. Kalau kamu yakin pernah didata pada 2022 tetapi muncul sebagai R4, itu perkara data yang harus dibereskan lewat instansi, bukan lewat spekulasi.
Ketiga, tanyakan apakah instansimu berencana mengusulkan kebutuhan PPPK paruh waktu, karena usulan itu berjalan dari Pejabat Pembina Kepegawaian ke Menteri PANRB melalui layanan elektronik BKN. Keempat, jaga kesinambungan masa kerjamu dan rapikan bukti administrasinya, sebab syarat pengalaman kerja adalah aset terkuat pelamar kategori R4.
Kelima, siapkan kompetensinya sejak sekarang. Materi seleksi PPPK menilai kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural, ditambah wawancara, dan semuanya dikerjakan lewat sistem CAT. Latihan rutin dengan bank soal dan tryout terjadwal di Target Lulus membantumu mengukur kecepatan mengerjakan dan menemukan bagian yang masih lemah, jauh sebelum pengumuman jadwal resmi keluar. Cara mendaftarnya sendiri bisa kamu pelajari lewat panduan pendaftaran PPPK supaya tidak ada berkas yang terlewat.
Terakhir, pahami konsekuensi jangka panjangnya. Status kepegawaian menentukan hak keuangan dan jenjangmu, jadi ada baiknya kamu membaca gambaran gaji PPPK dan diskusi soal peluang PPPK jadi PNS agar rencana kariermu tidak berhenti pada satu pengumuman saja. Kode R4 menutup satu pintu jalur cepat, tetapi tidak menutup seluruh koridor.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
R4 PPPK artinya apa?
R4 PPPK artinya peserta seleksi PPPK yang berstatus tenaga non-ASN tidak terdata, yaitu pelamar yang namanya tidak tercantum dalam pangkalan data tenaga non-ASN BKN. Definisi ini tertulis di lampiran keterangan pengumuman resmi dan merujuk pada Keputusan Menteri PANRB Nomor 347 Tahun 2024 untuk jabatan teknis serta Nomor 348 Tahun 2024 untuk jabatan fungsional guru. Kode ini menerangkan kategori pelamar, bukan nilai ujian.
Apa beda kode R3 dan R4 pada pengumuman PPPK?
R3 berarti peserta non-ASN yang terdata dalam pangkalan data tenaga non-ASN BKN, sedangkan R4 berarti peserta non-ASN yang tidak terdata di pangkalan data tersebut. Pangkalan data itu dikunci dari hasil pendataan tenaga non-ASN tahun 2022, jadi tidak bisa diisi sendiri oleh pelamar. Perbedaan satu kata ini berpengaruh pada urutan prioritas pengisian formasi.
Apakah kode R4 berarti saya tidak lulus?
Tidak selalu. Yang menentukan kelulusan adalah huruf L, bukan angka di belakang huruf R. Kalau keteranganmu tertulis R4/L, artinya kamu pelamar non-ASN tidak terdata yang dinyatakan lulus mengisi kebutuhan. Kalau tertulis R4 saja tanpa L, artinya kamu terverifikasi sebagai pelamar kategori itu tetapi belum mengisi kebutuhan pada pengumuman tersebut.
Apakah pemegang kode R4 bisa menjadi PPPK paruh waktu?
Bisa dipertimbangkan, tetapi tidak otomatis. Keputusan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025 menyasar pegawai non-ASN yang terdaftar dalam pangkalan data BKN, yaitu kategori R2 dan R3. Kementerian PANRB menyatakan bahwa non-ASN yang tidak terdata dalam database BKN dan telah mengikuti seleksi PPPK pun dapat dipertimbangkan menjadi PPPK Paruh Waktu, dengan mekanisme usulan kebutuhan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian kepada Menteri PANRB melalui layanan elektronik BKN.
Kode R1 sampai R5 itu apa saja artinya?
Pada formasi guru, R1A berarti Peserta Prioritas Guru Eks THK-II, R1B Peserta Prioritas Guru Non ASN, R1C Peserta Prioritas Lulusan PPG, dan R1D Peserta Prioritas Guru Swasta. R2 berarti peserta eks THK-II, R3 peserta non-ASN terdata, R4 peserta non-ASN tidak terdata, dan R5 peserta lulusan PPG. Pada formasi tenaga kesehatan, R1 berarti Peserta D-IV Bidan Pendidik Tahun 2023.
Apa beda kode R4 dan TMS?
R4 adalah kategori pelamar yang lolos seleksi administrasi dan mengikuti seleksi kompetensi berbasis CAT. TMS berarti tidak memenuhi syarat, yaitu berkas pelamar gugur pada tahap seleksi administrasi sehingga tidak diproses lebih lanjut. Dua status ini tidak setara dan tidak boleh disamakan ketika kamu menakar peluang.
Apa arti kode L-2 dan R3b?
Menurut lampiran pengumuman hasil akhir seleksi PPPK tenaga teknis, L-2 berarti peserta yang lulus setelah optimalisasi pada lokasi kebutuhan berbeda menurut Keputusan Menpan RB Nomor 347 Tahun 2024. Sedangkan R3b berarti peserta non-ASN terdata menurut keputusan yang sama yang melamar pada Seleksi PPPK Tahap 2. Keduanya tetap merujuk pada dasar hukum pengadaan PPPK tahun anggaran 2024.
Apa yang perlu saya lakukan kalau statusnya R4?
Baca lampiran keterangan kode di pengumuman instansimu untuk memastikan artinya, lalu konfirmasi status keterdataanmu ke bagian kepegawaian instansi. Tanyakan juga apakah instansi berencana mengusulkan kebutuhan PPPK paruh waktu, karena usulan berjalan dari Pejabat Pembina Kepegawaian ke Menteri PANRB. Sambil menunggu, jaga kesinambungan masa kerja dan siapkan kompetensi teknis, manajerial, serta sosial kultural lewat latihan soal rutin.
Ditulis oleh
Tim Redaksi Target Lulus
Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.
Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.
Diawasi oleh Ahmad Thariq Syauqi, penanggung jawab redaksi Target Lulus. Profil dan kredensial lengkap ada di halaman Tentang.


