Target Lulus
Info Beasiswa21 September 2026

Beasiswa BAZNAS: Jenis Program, Syarat, dan Cara Daftarnya

Beasiswa BAZNAS adalah kumpulan program bantuan pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional yang dibiayai dana zakat, infak, dan sedekah. Ada delapan skema, mulai dari subsidi UKT lewat Beasiswa Cendekia BAZNAS, bantuan dana riset tugas akhir, beasiswa santri, sampai sekolah berasrama gratis. Artikel ini merangkum syarat, cakupan dana, alur seleksi, dan program mana yang masih berjalan.

Beasiswa BAZNAS: Jenis Program, Syarat, dan Cara Daftarnya
Ilustrasi konsep, bukan foto dokumentasi peristiwa atau lokasi. Kredit: Redaksi Target Lulus.

Beasiswa BAZNAS adalah kumpulan program bantuan pendidikan yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional dan dibiayai dari dana zakat, infak, serta sedekah yang dititipkan masyarakat. Bentuknya bukan satu program tunggal. Laman resmi program pendidikan BAZNAS mencantumkan delapan jenis beasiswa sekaligus, mulai dari subsidi uang kuliah untuk mahasiswa D4 dan S1, bantuan dana riset tugas akhir, beasiswa santri, sampai sekolah berasrama gratis untuk anak dhuafa. Artikel ini merangkum apa saja programnya, siapa yang berhak, berapa cakupannya, bagaimana alur seleksinya, dan yang sama pentingnya, mana yang benar-benar masih dibuka per akhir Juli 2026.

Satu hal yang perlu kamu pegang sejak awal: karena sumber dananya adalah zakat, BAZNAS punya keterikatan syariat soal siapa yang berhak menerima. Itu sebabnya hampir semua program beasiswanya menyebut kata "kurang mampu", "prasejahtera", atau "dhuafa" di persyaratannya. Kalau kamu terbiasa membaca syarat beasiswa korporasi yang murni berbasis prestasi, cara membaca syarat beasiswa BAZNAS sedikit berbeda dan akan aku jelaskan di bagian tersendiri.

Apa Itu Beasiswa BAZNAS dan Siapa yang Mengelolanya

BAZNAS adalah singkatan dari Badan Amil Zakat Nasional, lembaga yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah dalam skala nasional. Program pendidikannya berada di bawah bidang Pendidikan dan Dakwah. Di laman resminya, BAZNAS menyebut tujuan program beasiswa ini sebagai upaya "menyediakan dana pendidikan demi terjaminnya keberlangsungan program pendidikan bagi para mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta sebagai pertanggungjawaban antar generasi".

Kalimat itu penting karena menjelaskan logika seluruh programnya. Beasiswa BAZNAS tidak diposisikan sebagai hadiah untuk siswa berprestasi semata, melainkan sebagai instrumen pemerataan akses. Prestasi tetap dinilai, tetapi hampir selalu dipasangkan dengan kondisi ekonomi keluarga. Kalau kamu sedang menimbang beberapa opsi sekaligus, membandingkannya dengan skema seperti KIP Kuliah yang juga berbasis kondisi ekonomi akan membantumu memilih jalur yang paling realistis.

Payung besar programnya sendiri terbagi dua: beasiswa untuk jenjang pendidikan tinggi (dalam negeri dan luar negeri, plus jalur riset) dan beasiswa untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah (termasuk santri pesantren dan Sekolah Cendekia BAZNAS). Masing-masing punya jendela pendaftaran, syarat, dan mekanisme yang berbeda, jadi jangan pukul rata satu panduan untuk semua.

Key Takeaway

Beasiswa BAZNAS bukan satu program, melainkan delapan skema berbeda yang dibiayai dana zakat, infak, dan sedekah. Karena itu, syaratnya hampir selalu menggabungkan dua hal sekaligus: rekam prestasi atau keaktifan, dan kondisi ekonomi keluarga. Cek dulu kamu masuk skema yang mana sebelum menyiapkan berkas.

Delapan Jenis Beasiswa BAZNAS dan Sasarannya

Laman program Pendidikan dan Dakwah BAZNAS secara eksplisit mendaftar delapan jenis beasiswa. Aku rangkum lengkap di tabel berikut supaya kamu bisa langsung menemukan mana yang cocok dengan posisimu sekarang.

Nama programSasaran menurut laman resmi BAZNAS
Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam NegeriMahasiswa jenjang D4 atau S1, berupa subsidi UKT selama 4 semester
Beasiswa Cendekia BAZNAS Luar NegeriBantuan uang saku selama empat tahun, tiket keberangkatan, dan pembinaan
Sekolah Cendekia BAZNASSekolah unggulan bebas biaya dan berasrama bagi dhuafa berprestasi
Beasiswa KhususLembaga yang mengelola sektor khusus seperti daerah 3T, daerah dengan muslim minoritas, dan difabel
Beasiswa RisetBantuan penelitian tugas akhir bagi mahasiswa yang menyelesaikan skripsi, tesis, atau disertasi bertema zakat
Beasiswa Riset MazawaBantuan penelitian tugas akhir untuk mahasiswa S1 program studi Manajemen Zakat dan Wakaf
Beasiswa SantriSantri jenjang sekolah dasar, menengah, dan atas selama satu semester
Beasiswa DikdasmenSiswa jenjang sekolah dasar, menengah, dan atas selama satu semester

Perhatikan bahwa dua di antaranya, yaitu Beasiswa Khusus dan sebagian skema kemitraan, tidak dibuka untuk pendaftar perorangan. BAZNAS menyalurkannya lewat lembaga mitra. Pada peluncuran Beasiswa Khusus Kemitraan tahun 2022, misalnya, BAZNAS menyatakan beasiswa "dikemas dalam bentuk pendanaan program kepada lembaga yang memiliki kepakaran di bidang pendidikan sebagai mitra sanding BAZNAS". Jadi kalau kamu individu dan mencari jalur disabilitas atau daerah 3T, jalannya lewat sekolah, yayasan, atau komunitas yang sudah bermitra, bukan lewat formulir pribadi.

Dari Mana Dananya dan Siapa yang Berhak Menerima

Inilah bagian yang membedakan beasiswa BAZNAS dari beasiswa perusahaan atau beasiswa pemerintah berbasis APBN. Dananya berasal dari zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS mendefinisikan zakat sebagai "bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan", dan menegaskan bahwa zakat ditunaikan "untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (asnaf)".

Dua istilah yang akan sering kamu temui di dokumen BAZNAS adalah muzaki dan mustahik. Menurut laman resmi BAZNAS, "orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut Mustahik". Golongan penerima zakat sendiri berjumlah delapan, merujuk QS. At-Taubah ayat 60, dan BAZNAS merincinya sebagai fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fisabilillah, dan ibnu sabil.

Yang perlu kamu pahami dengan jujur: BAZNAS tidak pernah meminta pendaftar beasiswa mengklaim diri sebagai asnaf tertentu di formulir. Yang dilakukan adalah menetapkan kriteria teknis di tiap program, misalnya "masyarakat kurang mampu atau prasejahtera" pada jalur luar negeri, atau "berasal dari keluarga dhuafa atau tidak mampu" pada Sekolah Cendekia BAZNAS. Verifikasi kondisi ekonomi biasanya lewat dokumen seperti Kartu Keluarga, Surat Keterangan Tidak Mampu, kartu BPJS atau KIS, dan survei faktual. Jangan menyimpulkan sendiri bahwa kamu "pasti berhak" atau "pasti tidak berhak" hanya dari pemahaman umum soal asnaf; baca kriteria teknis di panduan program yang kamu incar.

Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri: Syarat dan Cakupan

Beasiswa Cendekia BAZNAS, sering disingkat BCB, adalah program yang paling banyak dicari karena menyasar mahasiswa aktif. FAQ resmi BAZNAS mendefinisikannya sebagai "program bantuan pendidikan bagi mahasiswa aktif tingkat D4/S1 (untuk BCB Dalam Negeri) dan mahasiswa di Ma'had Aly (perguruan tinggi Islam berbasis pesantren)".

Kunci utamanya ada pada kata "kampus mitra". Pada edisi 2025, BCB terbuka untuk mahasiswa di 183 kampus, terdiri atas 133 kampus mitra BAZNAS untuk jalur dalam negeri dan 50 Ma'had Aly mitra BAZNAS. FAQ resminya menegaskan hal ini dengan gamblang saat menjawab pertanyaan tentang kampus non-mitra: "Tidak bisa. Pendaftar hanya berasal dari 133 kampus mitra BAZNAS untuk dalam negeri, dan 50 Ma'had Aly mitra BAZNAS untuk jalur pesantren." Jadi langkah pertama sebelum menyiapkan berkas apa pun adalah memastikan kampusmu ada di daftar mitra.

AspekKetentuan BCB Dalam Negeri edisi 2025
KewarganegaraanWarga Negara Indonesia
Status studiMahasiswa S1 atau D4 semester 5 program reguler, dibuktikan KRS semester 5 atau KHS semester 4
Nilai minimumIPK minimal 3,00 pada skala 4,00
Bidang studiDiutamakan jurusan prioritas bidang STEM
Kategori khususHarus memenuhi salah satu: Prestasi, Aktivis, atau Khusus Disabilitas
Cakupan bantuanSubsidi SPP atau UKT maksimal Rp4.000.000 per semester selama 4 semester
Bantuan tambahanBantuan biaya riset maksimal Rp3.000.000 per mahasiswa, bantuan biaya prestasi (ad cost), dan pendampingan bersama mentor
Target penerima 20251.330 mahasiswa untuk jalur dalam negeri dan 250 mahasantri untuk jalur Ma'had Aly
Skema Ma'had AlySubsidi SPP atau UKT dan asrama maksimal Rp4.000.000, plus pendampingan bersama mentor

Tiga kategori khusus itu perlu kamu baca pelan-pelan karena di situlah pembeda antar pendaftar. Kategori Prestasi menuntut prestasi nasional dan/atau internasional, dan BAZNAS menyebut bahwa prestasi yang sudah tercatat pada basis data Manajemen Talenta Nasional Bappenas RI serta Pusat Prestasi Nasional lebih direkomendasikan, dengan rentang dua tahun terakhir. Kategori Aktivis menuntut keaktifan sebagai pengurus organisasi kemahasiswaan minimal tingkat jurusan atau organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, juga dalam dua tahun terakhir. Kategori Khusus Disabilitas ditujukan untuk mahasiswa penyandang disabilitas fisik, intelektual, mental, sensorik, ganda, atau multi, dan dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

Status Pendaftaran Beasiswa BAZNAS 2026

Aku taruh bagian ini di tengah karena inilah pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya harus jujur. Per akhir Juli 2026, laman resmi BAZNAS belum menerbitkan pengumuman pembukaan Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri edisi 2026. Pengumuman terbaru yang tersedia di kanal resmi masih edisi 2025, yang dipublikasikan pada awal Agustus 2025. Artinya, tanggal pendaftaran 2026 untuk jalur ini belum diumumkan dan siapa pun yang menyebarkan tanggal pastinya sekarang sedang menebak.

Yang sudah pasti berjalan di 2026 adalah dua hal. Pertama, Beasiswa Cendekia BAZNAS Albukhary International University Batch 5 Tahun 2026, yang pengumumannya terbit di laman resmi BAZNAS pada 21 April 2026 dengan jendela pendaftaran 15 sampai 30 April 2026. Jendela itu sudah tertutup. Kedua, Seleksi Masuk Sekolah Cendekia BAZNAS untuk tahun pelajaran 2026/2027, yang dibuka 1 November 2025 sampai 5 Januari 2026, juga sudah tertutup.

Cara paling aman menyikapinya adalah memakai pola tahun sebelumnya sebagai ancang-ancang, bukan sebagai janji. Berikut jadwal resmi edisi 2025 untuk BCB Dalam Negeri, yang bisa kamu pakai memperkirakan kapan harus mulai bersiap.

TahapanJadwal resmi edisi 2025
Pendaftaran4 sampai 17 Agustus 2025
Seleksi administrasi18 sampai 22 Agustus 2025
Seleksi wawancara25 sampai 29 Agustus 2025
Masa sanggah1 sampai 14 September 2025
Pengumuman akhir22 September 2025

Pro Tip

Jangan menunggu pengumuman untuk mulai menyiapkan berkas. Empat dokumen yang paling sering bikin pendaftar kelabakan justru yang butuh pihak lain: surat rekomendasi, surat keterangan tidak mampu, legalisir transkrip, dan surat keterangan dokter untuk jalur disabilitas. Kalau jendela pendaftarannya cuma dua pekan seperti edisi 2025, mengurus itu semua dari nol hampir mustahil.

Jalur Luar Negeri Lewat Albukhary International University

Untuk jenjang S1 di luar negeri, skema yang paling jelas terdokumentasi adalah Beasiswa Cendekia BAZNAS Albukhary International University di Malaysia. BAZNAS mendefinisikannya sebagai "program beasiswa bagi para pelajar lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan studi S1 yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing bagi masyarakat kurang mampu/prasejahtera".

Programnya diberikan sebagai beasiswa penuh selama periode studi maksimal empat tahun. Untuk Batch 5 tahun 2026, kuotanya 40 orang. Fasilitas yang dicantumkan pengumuman resmi cukup panjang: akomodasi keberangkatan, paspor, visa EMGS, biaya jaminan atau personal bond, ancillary fee, pembekalan dan mentoring, dukungan konferensi dan kompetisi, seragam, biaya pendidikan, tunjangan bulanan sebesar RM500, asrama, serta asuransi.

Karena sasarannya lulusan SMA sederajat, jalur ini relevan buat kamu yang masih kelas 12 atau baru lulus dan sedang membandingkan opsi kuliah ke luar negeri dengan jalur dalam negeri. Kalau targetmu justru jenjang pascasarjana, arah pencarianmu berbeda dan sebaiknya kamu menelusuri skema seperti LPDP yang memang dirancang untuk itu.

Beasiswa Riset BAZNAS untuk Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Beasiswa Riset BAZNAS punya karakter berbeda dari BCB. Ini bukan subsidi biaya kuliah, melainkan pendanaan penelitian. BAZNAS mendeskripsikannya sebagai "program beasiswa dengan memberikan bantuan dana riset tugas akhir kepada Mahasiswa/i jenjang Diploma 4, S1, S2 dan S3 serta juga pembiayaan penelitian untuk Kelompok/Instansi/Lembaga Riset", dengan dua kategori yaitu Riset Umum untuk mahasiswa dan Riset Umum untuk kelompok, instansi, atau lembaga.

Besaran bantuannya bertingkat menurut jenjang. Pada panduan edisi 2024 yang masih terpampang di laman resmi BAZNAS, nominalnya adalah Rp4.000.000 untuk jenjang Diploma, Rp4.000.000 untuk S1, Rp7.000.000 untuk S2, Rp10.000.000 untuk S3, dan Rp30.000.000 untuk tim atau kelompok riset. Selain dana, penerima mendapat pendampingan dan forum pemaparan hasil riset. Aku sengaja menyebutkan tahun edisinya karena nominal seperti ini bisa berubah antar-tahun, jadi jangan mengutipnya sebagai angka permanen.

Ada satu turunan yang sering terlewat, yaitu Beasiswa Riset Mazawa. Skema ini khusus untuk mahasiswa S1 program studi Manajemen Zakat dan Wakaf. Kalau kamu kuliah di prodi tersebut, peluangmu lebih besar karena kolam pesaingnya jauh lebih kecil dibanding jalur riset umum yang terbuka untuk semua prodi.

Benchmark

Untuk mengukur skala programnya: pada edisi 2025, BAZNAS menargetkan 1.330 penerima BCB Dalam Negeri dan 250 mahasantri Ma'had Aly. Di jenjang pesantren, BAZNAS menetapkan 10.000 santri dari 506 pesantren sebagai penerima Beasiswa Santri BAZNAS 2025. Angka-angka ini besar untuk ukuran satu lembaga, tetapi tetap kompetitif kalau dibagi jumlah pendaftar se-Indonesia.

Beasiswa Santri dan Sekolah Cendekia BAZNAS

Dua program ini menyasar jenjang sekolah, bukan kampus, dan mekanismenya berbeda dari beasiswa mahasiswa pada umumnya.

Beasiswa Santri BAZNAS dijelaskan sebagai "beasiswa persiapan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN)/Favorit yang diperuntukkan bagi santri aktif berprestasi dan/atau dari kalangan dhuafa, yang sedang menempuh pendidikan formal kelas 12 Madrasah Aliyah/sederajat". Pada edisi 2025, setiap santri penerima mendapat pendanaan senilai Rp4.000.000 beserta kegiatan pembinaan, dengan jendela pendaftaran 27 Agustus sampai 9 September 2025. Hal terpenting yang wajib kamu catat: yang mendaftar adalah pesantren, bukan santri secara perorangan. Panduan resminya menyebut pesantren yang mempelajari buku panduan lalu mendaftar secara daring. Jadi kalau kamu santri kelas 12, langkahmu adalah mendorong pengurus pesantren untuk mendaftarkan lembaga, bukan mengisi formulir sendiri.

Sekolah Cendekia BAZNAS, disingkat SCB, adalah sekolah unggulan berasrama dan bebas biaya di bawah pengelolaan BAZNAS. Lokasinya di Jalan KH. Umar Cirangkong, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, dan menurut laman program BAZNAS berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,5 hektare. Untuk tahun pelajaran 2026/2027, seleksi masuknya dibuka 1 November 2025 sampai 5 Januari 2026. Syarat umumnya mencakup beragama Islam, berasal dari keluarga dhuafa atau tidak mampu, lulus SD atau sederajat dengan usia maksimal 13 tahun pada 30 Juni 2026, serta berbadan sehat dan tidak memiliki penyakit menular yang dibuktikan surat dokter.

Syarat khususnya menuntut rata-rata nilai rapor kelas IV sampai V minimal 75 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, dan Matematika. Pendaftar juga harus siap tinggal di asrama dan berkomitmen menuntaskan pendidikan enam tahun sampai selesai SMA. Berkas yang dikumpulkan saat survei faktual meliputi fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi rapor kelas IV sampai V yang dilegalisir kepala sekolah, fotokopi Surat Keterangan Tidak Mampu, serta fotokopi sertifikat prestasi, BPJS atau KIS, dan Kartu PIP bila ada.

Tahapan Seleksi dan Dokumen yang Perlu Disiapkan

Untuk BCB Dalam Negeri, ada satu detail struktural yang sering disalahpahami: seleksinya tidak dijalankan langsung oleh kantor pusat BAZNAS. FAQ resmi menyebutkan bahwa "seleksi administrasi dan wawancara dilakukan oleh tim seleksi kampus masing-masing" dan "pengusulan peserta lulus dilakukan oleh tim seleksi kampus kepada BAZNAS". Konsekuensinya praktis sekali. Orang yang perlu kamu temui pertama kali bukan admin media sosial BAZNAS, melainkan bagian kemahasiswaan kampusmu, karena merekalah yang memegang jadwal internal, kuota kampus, dan mekanisme pengumpulan berkas.

Berikut dokumen yang diminta pada edisi 2025 dan hampir pasti muncul lagi di edisi berikutnya dalam bentuk serupa: pas foto terbaru berwarna, KTP dan Kartu Keluarga, transkrip nilai IPK terakhir, surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau dari BAZNAS Kabupaten/Kota, surat pernyataan, akad penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, dan esai dengan tema "Kontribusiku menjadi generasi zakat".

Dua berkas terakhir itu yang paling menentukan dan paling sering diremehkan. Surat rekomendasi bukan formalitas tanda tangan; pemberi rekomendasi perlu waktu dan bahan untuk menulis sesuatu yang spesifik tentangmu, dan panduan menyiapkannya bisa kamu baca di panduan surat rekomendasi beasiswa. Esainya pun bukan karangan bebas, melainkan menjawab tema yang sudah ditentukan, sehingga latihan menyusun struktur argumen lewat contoh esai beasiswa akan lebih berguna daripada menulis dadakan semalam sebelum tenggat.

Beda Beasiswa BAZNAS dengan Beasiswa Lain

Supaya kamu bisa memilih dengan kepala dingin, aku bandingkan dulu skema-skema di dalam BAZNAS sendiri, karena banyak orang menganggapnya satu paket padahal jenjang dan cara daftarnya berbeda jauh.

SkemaJenjang sasaranSiapa yang mendaftarBentuk bantuan utama
BCB Dalam NegeriMahasiswa D4 atau S1 semester 5 di kampus mitraMahasiswa, lewat tim seleksi kampusSubsidi SPP atau UKT maksimal Rp4.000.000 per semester selama 4 semester
BCB Ma'had AlyMahasantri S1 di Ma'had Aly mitraMahasantri, lewat tim seleksi kampusSubsidi SPP atau UKT dan asrama maksimal Rp4.000.000
BCB Albukhary International UniversityLulusan SMA sederajat yang akan kuliah S1Pendaftar perorangan lewat tautan resmiBeasiswa penuh maksimal 4 tahun, termasuk tuition fee, asrama, dan tunjangan RM500 per bulan
Beasiswa RisetDiploma 4, S1, S2, S3, dan kelompok risetMahasiswa atau lembaga risetDana penelitian tugas akhir, bertingkat menurut jenjang
Beasiswa SantriSantri kelas 12 Madrasah Aliyah atau sederajatPesantren yang mendaftarkan lembaganyaPendanaan Rp4.000.000 per santri plus pembinaan
Sekolah Cendekia BAZNASLulusan SD atau sederajat menuju SMPCalon siswa dan orang tuaPendidikan berasrama bebas biaya selama enam tahun sampai SMA

Dibandingkan beasiswa yang dibiayai korporasi, karakter beasiswa BAZNAS terasa berbeda pada penekanan kondisi ekonomi dan pembinaan keagamaan. Kalau kamu ingin melihat sisi lain dari spektrum yang sama, profil Djarum Beasiswa Plus dan Beasiswa Bakti BCA memberi gambaran bagaimana beasiswa yang lahir dari program tanggung jawab sosial perusahaan menyusun kriteria dan pembinaannya. Membaca ketiganya berdampingan membantumu menyusun strategi yang realistis, karena satu profil pelamar jarang cocok untuk semua jalur sekaligus.

Perlu juga kamu sadari bahwa cakupan beasiswa BAZNAS untuk jalur dalam negeri bersifat subsidi, bukan pembiayaan penuh. Batas Rp4.000.000 per semester berarti kalau UKT-mu di atas angka itu, sisanya tetap jadi tanggunganmu. Ini bukan kelemahan program, melainkan konsekuensi desainnya sebagai bantuan yang menjangkau banyak orang sekaligus.

Tips Lolos dan Kesalahan yang Sering Bikin Gugur

Dari pola persyaratan yang konsisten muncul tiap tahun, ada beberapa hal yang bisa kamu kerjakan jauh sebelum pendaftaran dibuka.

Pertama, pastikan status semestermu tepat. FAQ resmi menjawab pertanyaan soal semester dengan tegas: "Tidak bisa. Pendaftar harus berada pada semester 5 program reguler saat pendaftaran." Ini syarat kaku yang tidak bisa dinegosiasikan, jadi kalau kamu sekarang semester 3, target realistismu adalah edisi tahun depan, dan waktu setahun itu justru cukup untuk membangun rekam jejak.

Kedua, bangun rekam prestasi atau keaktifan organisasi dalam rentang dua tahun terakhir. Kedua kategori utama, Prestasi dan Aktivis, sama-sama memakai batas waktu dua tahun. Piagam lomba dari kelas 10 SMA tidak akan menolongmu saat mendaftar di semester 5 kuliah. Kalau jalurmu Prestasi, upayakan capaianmu tercatat di basis data resmi seperti Manajemen Talenta Nasional dan Pusat Prestasi Nasional, karena BAZNAS menyebut prestasi yang tercatat di sana lebih direkomendasikan.

Ketiga, jangan menyepelekan sisi ekonomi berkas. Karena sumber dananya zakat, dokumen yang menggambarkan kondisi keluarga punya bobot nyata dalam penilaian. Siapkan Kartu Keluarga yang terbaru dan konsisten datanya dengan KTP, serta surat keterangan pendukung bila diminta panduan program.

Keempat, kenali kesalahan yang paling sering menggugurkan pendaftar. Yang pertama adalah mendaftar padahal kampusnya bukan mitra BAZNAS, yang otomatis gugur di administrasi. Yang kedua adalah mengunggah dokumen yang tidak sesuai format pada panduan resmi, misalnya transkrip yang belum ditandatangani atau rapor yang belum dilegalisir. Yang ketiga adalah menulis esai generik yang bisa dipakai untuk beasiswa mana pun, padahal temanya sudah ditentukan secara spesifik tentang kontribusi sebagai generasi zakat. Yang keempat adalah mengabaikan tenggat internal kampus, yang biasanya lebih awal daripada tenggat nasional karena kampus perlu waktu menyeleksi dan mengusulkan nama ke BAZNAS.

Terakhir, satu kebiasaan kecil yang berdampak besar: pantau kanal resmi, bukan repost. Setiap pengumuman resmi BAZNAS selalu menyertakan tautan panduan dan tautan pendaftaran sendiri. Kalau sebuah unggahan menyebut tanggal tanpa menautkan pengumuman resmi, perlakukan itu sebagai rumor sampai kamu menemukan halamannya di laman BAZNAS. Untuk kamu yang sedang menyiapkan banyak jalur sekaligus, latihan soal dan tryout di Target Lulus bisa dipakai menjaga ritme belajar sembari menunggu jendela pendaftaran beasiswa dibuka.

Sumber

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu beasiswa BAZNAS?

Beasiswa BAZNAS adalah program bantuan pendidikan yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional dan dibiayai dari dana zakat, infak, serta sedekah. Laman resmi program Pendidikan dan Dakwah BAZNAS mencantumkan delapan jenis beasiswa, mulai dari Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam negeri dan luar negeri, Beasiswa Riset, Beasiswa Riset Mazawa, Beasiswa Santri, Beasiswa Dikdasmen, Beasiswa Khusus, sampai Sekolah Cendekia BAZNAS. Setiap program punya sasaran jenjang, syarat, dan mekanisme pendaftaran yang berbeda.

Siapa yang berhak mendapatkan beasiswa BAZNAS?

Karena dananya berasal dari zakat, BAZNAS mengarahkan programnya kepada kelompok yang secara ekonomi membutuhkan. Laman program BAZNAS menyebut sasarannya sebagai mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sementara pengumuman jalur luar negeri menyebut masyarakat kurang mampu atau prasejahtera, dan Sekolah Cendekia BAZNAS menyebut keluarga dhuafa atau tidak mampu. Kriteria teknis tiap program berbeda, jadi kamu perlu membaca panduan resmi program yang kamu incar dan tidak menyimpulkan sendiri dari pemahaman umum soal asnaf.

Berapa besar bantuan Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri?

Pada edisi 2025, FAQ resmi BAZNAS menyebut subsidi SPP atau UKT maksimal Rp4.000.000 per semester selama 4 semester. Penerima juga mendapat pendampingan bersama mentor, bantuan biaya riset maksimal Rp3.000.000 per mahasiswa, dan bantuan biaya prestasi atau ad cost. Untuk jalur Ma'had Aly, bantuannya berupa subsidi SPP atau UKT dan asrama maksimal Rp4.000.000 plus pendampingan. Nominal ini bisa berubah pada edisi berikutnya, jadi selalu cek panduan tahun berjalan.

Apakah pendaftaran beasiswa BAZNAS 2026 sudah dibuka?

Per akhir Juli 2026, laman resmi BAZNAS belum menerbitkan pengumuman pembukaan Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri edisi 2026, sehingga jadwalnya belum diumumkan. Yang sudah berjalan pada 2026 adalah Beasiswa Cendekia BAZNAS Albukhary International University Batch 5, yang pendaftarannya dibuka 15 sampai 30 April 2026 dan sudah ditutup, serta seleksi masuk Sekolah Cendekia BAZNAS tahun pelajaran 2026/2027 yang ditutup 5 Januari 2026. Pantau laman resmi BAZNAS untuk pengumuman berikutnya.

Apakah bisa mendaftar kalau kampus saya bukan mitra BAZNAS?

Tidak bisa untuk jalur Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri. FAQ resmi BAZNAS menyatakan pendaftar hanya berasal dari 133 kampus mitra BAZNAS untuk jalur dalam negeri dan 50 Ma'had Aly mitra BAZNAS untuk jalur pesantren, dengan total 183 kampus pada edisi 2025. Kalau kampusmu tidak termasuk, kamu bisa melihat jalur lain seperti Beasiswa Riset yang membuka kategori umum untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Bagaimana cara mendaftar Beasiswa Santri BAZNAS?

Pendaftaran Beasiswa Santri BAZNAS dilakukan oleh pesantren, bukan oleh santri secara perorangan. Pengumuman resmi edisi 2025 menyebut pesantren terlebih dahulu mempelajari buku panduan program, lalu mendaftar secara daring lewat tautan resmi yang disediakan BAZNAS. Program ini ditujukan bagi santri aktif berprestasi dan atau dari kalangan dhuafa yang sedang menempuh kelas 12 Madrasah Aliyah atau sederajat, dengan pendanaan Rp4.000.000 per santri pada edisi 2025.

Apa saja dokumen yang perlu disiapkan untuk Beasiswa Cendekia BAZNAS?

Berdasarkan FAQ resmi edisi 2025, dokumen yang diminta meliputi pas foto terbaru berwarna, KTP dan Kartu Keluarga, transkrip nilai IPK terakhir, surat rekomendasi dari tokoh masyarakat atau dari BAZNAS Kabupaten atau Kota, surat pernyataan, akad penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, serta esai bertema Kontribusiku menjadi generasi zakat. Siapkan surat rekomendasi dan esai jauh hari karena keduanya membutuhkan waktu dan tidak bisa dikerjakan mendadak.

Apa bedanya Beasiswa Riset BAZNAS dengan Beasiswa Cendekia BAZNAS?

Beasiswa Cendekia BAZNAS adalah subsidi biaya kuliah untuk mahasiswa aktif D4 atau S1 di kampus mitra, sedangkan Beasiswa Riset BAZNAS adalah pendanaan penelitian tugas akhir. Beasiswa Riset menjangkau jenjang Diploma 4, S1, S2, S3, dan kelompok riset, dengan nominal bertingkat menurut jenjang pada panduan edisi 2024, yaitu Rp4.000.000 untuk Diploma dan S1, Rp7.000.000 untuk S2, Rp10.000.000 untuk S3, dan Rp30.000.000 untuk tim riset. Ada pula turunan khusus bernama Beasiswa Riset Mazawa untuk mahasiswa S1 program studi Manajemen Zakat dan Wakaf.

Ditulis oleh

Tim Redaksi Target Lulus

Tim penyusun konten Target Lulus. Seluruh info seleksi dirujuk ke pengumuman resmi BKN, KemenPAN-RB, SNPMB, dan instansi terkait dengan tautan sumber di setiap artikel.

Tim Redaksi Target Lulus menyusun rangkuman materi, bank soal, dan panduan seleksi berdasarkan kisi-kisi serta peraturan resmi. Setiap klaim jadwal dan persyaratan selalu ditautkan ke sumber resminya.

Diawasi oleh Ahmad Thariq Syauqi, penanggung jawab redaksi Target Lulus. Profil dan kredensial lengkap ada di halaman Tentang.